(QS. Al-Mu'min : 60)
"Dan berfirman Tuhanmu "Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu."
(Q.S. Al-Baqarah: 155)
“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(Q.s. al-Mujadalah : 11)
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat"
Rabu, 28 Oktober 2015
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 241 - 260 ]
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 241 - 260 ]
{
وللمطلقات متاع } يُعْطَيْنَه { بالمعروف } بقدر الإمكان { حَقّاً } نُصِبَ بفعله
المقدر { عَلَى المتقين } الله تعالى كرره ليعم الممسوسة أيضاً إذ الآية السابقة
في غيرها
241. (Wanita-wanita yang diceraikan hendaklah
mendapat mutah), maksudnya diberi mutah (secara patut), artinya menurut
kemampuan suami (sebagai suatu kewajiban), 'haqqan' dengan baris di atas
sebagai maf`ul mutlak bagi fi`ilnya yang dapat diperkirakan (bagi orang-orang
yang takwa). Hal ini diulang kembali oleh Allah agar mencapai pula
wanita-wanita yang telah dicampuri, karena ayat yang lalu adalah ayat mengenai
yang belum dicampuri.
{ كذلك } كما يبين لكم ما ذكر {
يُبَيّنُ الله لَكُمْ ءاياته لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ } تتدبرون
242. (Demikianlah), artinya seperti telah
disebutkan di atas (Allah menjelaskan kepadamu ayat-ayat-Nya agar kamu
mengerti) atau memahaminya.
{ أَلَمْ تَرَ } استفهام تعجيب وتشويق
إلى استماع ما بعده أي ألم ينته علمك { إِلَى الذين خَرَجُواْ مِن ديارهم وَهُمْ
أُلُوفٌ } أربعة أو ثمانية أو عشرة أو ثلاثون أو أربعون أو سبعون ألفاً { حَذَرَ
الموت } مفعول له وهم قوم من بني إسرائيل وقع الطاعون ببلادهم ففروا { فَقَالَ لَهُمُ
الله مُوتُواْ } فماتوا { ثُمَّ أحياهم } بعد ثمانية أيام أو أكثر بدعاء نبيهم
حزقيل بكسر المهملة والقاف وسكون الزاي فعاشوا دهراً عليهم أثر الموت لا يلبسون
ثوباً إلا عاد كالكفن واستمرت في أسباطهم { إِنَّ الله لَذُو فَضْلٍ عَلَى الناس }
ومنه إحياء هؤلاء { ولكن أَكْثَرَ الناس } وهم الكفار { لاَ يَشْكُرُونَ } والقصد
من ذكر خبر هؤلاء تشجيع المؤمنين على القتال ولذا عطف عليه
243. (Tidakkah kamu perhatikan) pertanyaan
disertai keanehan dan dorongan untuk mendengar apa yang dibicarakan sesudah itu
(orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka, sedangkan jumlah mereka
beribu-ribu) ada yang mengatakan empat, delapan atau sepuluh ribu serta ada
pula yang mengatakan berjumlah tiga puluh, empat puluh atau tujuh puluh ribu
(disebabkan takut mati) sebagai maf`ul liajlih. Mereka ini ialah segolongan
Bani Israel yang ditimpa oleh wabah sampar hingga lari meninggalkan negeri
mereka. (Maka firman Allah kepada mereka, "Matilah kamu!") hingga
mereka pun mati, (kemudian mereka dihidupkan-Nya kembali), yakni setelah
delapan hari atau lebih, atas doa Nabi mereka yang bernama Hizqil. Ada beberapa
lamanya mereka hidup tetapi bekas kematian tanda-tandanya terdapat pada diri
mereka, tidak memakai pakaian kecuali nanti berbalik menjadi kain kafan, dan
peristiwa ini menjadi buah tutur sampai kepada anak-anak mereka. (Sesungguhnya
Allah mempunyai karunia terhadap manusia) di antaranya menghidupkan mereka
tadi, (tetapi kebanyakan manusia) yakni orang-orang kafir (tidak bersyukur).
Adapun tujuan menyebutkan tentang orang-orang itu di sini ialah untuk
merangsang semangat orang-orang beriman untuk berperang dan itulah sebabnya
dihubungkan kepadanya.
{ وقاتلوا فِي سَبِيلِ الله } أي
لإعلاء دينه { واعلموا أَنَّ الله سَمِيعٌ } لأقوالكم { عَلِيمٌ } بأحوالكم
فمجازيكم
244. (Dan berperanglah kamu di jalan Allah)
maksudnya untuk meninggikan agama-Nya (dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah
Maha Mendengar) akan ucapanmu (lagi Maha Mengetahui) akan keadaanmu, hingga
memberi balasan kepadamu.
{ مَّن ذَا الذى يُقْرِضُ الله }
بإنفاق ماله في سبيل الله { قَرْضًا حَسَنًا } بأن ينفقه لله عز وجل عن طيب قلب {
فَيُضَاعِفَهُ } وفي قراءة ( فيضّعفه ) بالتشديد { لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً } من
عشر إلى أكثر من سبعمائة كما سيأتي { والله يَقْبِضُ } يمسك الرزق عمن يشاء ابتلاء
{ وَيَبْسُطُ } يوسعه لمن يشاء امتحاناً { وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ } في الآخرة
بالبعث فيجازيكم بأعمالكم
245. (Siapakah yang bersedia memberi pinjaman
kepada Allah) yaitu dengan menafkahkan hartanya di jalan Allah (yakni pinjaman
yang baik) dengan ikhlas kepada-Nya semata, (maka Allah akan menggandakan)
pembayarannya; menurut satu qiraat dengan tasydid hingga berbunyi
'fayudha'ifahu' (hingga berlipat-lipat) mulai dari sepuluh sampai pada tujuh
ratus lebih sebagaimana yang akan kita temui nanti (Dan Allah menyempitkan)
atau menahan rezeki orang yang kehendaki-Nya sebagai ujian (dan melapangkannya)
terhadap orang yang dikehendaki-Nya, juga sebagai cobaan (dan kepada-Nya kamu
dikembalikan) di akhirat dengan jalan akan dibangkitkan dari matimu dan akan
dibalas segala amal perbuatanmu.
{ أَلَمْ تَرَ إِلَى الملإ } الجماعة
{ مِن بَنِى إِسْرءيلَ مِن بَعْدِ } موت { موسى } أي إلى قصتهم وخبرهم { إِذْ
قَالُواْ لِنَبِىّ لَّهُمُ } هو شمويل { ابعث } أقم { لَنَا مَلِكًا نقاتل } معه {
فِى سَبِيلِ الله } تنتظم به كلمتنا ونرجع إليه { قَالَ } النبي لهم { هَلْ
عَسَيْتُمْ } بالفتح والكسر { إِن كُتِبَ عَلَيْكُمُ القتال أ } ن { لا تقاتلوا }
خبر ( عسى ) والاستفهام لتقرير التوقع بها { قَالُواْ وَمَا لَنَا أَلاَّ نقاتل
فِى سَبِيلِ الله وَقَدْ أُخْرِجْنَا مِن ديارنا وَأَبْنَائِنَا } بسببهم وقتلهم ،
وقد فَعَلَ بهم ذلك قوم جالوت أي لا مانع لنا منه مع وجود مقتضيه قال تعالى : {
فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ القتال تَوَلَّوْاْ } عنه وجبنوا { إِلاَّ قَلِيلاً
مّنْهُمُ } وهم الذين عبروا النهر مع طالوت كما سيأتي { والله عَلِيمٌ بالظالمين }
فمجازيهم وسأل النبي ربه إرسال مَلِكٍ فأجابه إلى إرسال طالوت
246. (Tidakkah kamu perhatikan segolongan Bani
Israel setelah) wafat (Musa), maksudnya kisah dan berita mereka, (yaitu ketika
mereka berkata kepada seorang nabi mereka) namanya Samuel, ("Angkatlah
untuk kami seorang raja, supaya kami berperang) dengannya (di jalan Allah)
hingga ia dapat memimpin dan menyusun barisan kami! (Jawab nabi mereka,
"Tidak mungkinkah) dengan memakai baris di atas dan baris di bawah (jika
kamu diwajibkan berperang, kamu tidak mau berperang?") Khabar dari `asa,
sedangkan pertanyaan menunjukkan lebih besar kemungkinan terjadinya. (Jawab
mereka, "Kenapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami
sudah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami"), artinya
sebagian dari mereka ada yang ditawan dan sebagian yang lain ada yang dibunuh.
Hal ini telah dilakukan terhadap mereka oleh kaum Jalut. Jadi maksudnya adalah
tidak ada halangan bagi kami untuk berperang, yakni selama alasannya masih ada.
Firman Allah swt., (Maka tatkala berperang itu diwajibkan atas mereka, mereka
pun berpaling) daripadanya dan merasa kecut, (kecuali sebagian kecil dari
mereka), yakni yang menyeberangi sungai bersama Thalut sebagaimana yang akan
diterangkan nanti. (Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang aniaya),
maksudnya akan membalas segala yang diperbuat oleh mereka. Dan nabi mereka pun
memohon kepada Tuhannya agar mengirimkan seorang raja, tetapi yang
dikabulkan-Nya ialah Thalut.
{ وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ
الله قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا قَالُواْ أنى } كيف { يَكُونُ لَهُ
الملك عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بالملك مِنْهُ } لأنه ليس من سبط المملكة ولا
النبوة وكان دباغاً أو راعياً { وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مّنَ المال } يستعين بها على
إقامة الملك { قَالَ } النبي لهم { إِنَّ الله اصطفاه } اختاره للملك { عَلَيْكُمْ
وَزَادَهُ بَسْطَةً } سعة { فِي العلم والجسم } وكان أعلم بني إسرائيل يومئذ
وأجملهم وأتمهم خَلْقاً { والله يُؤْتِى مُلْكَهُ مَن يَشَاءُ } إيتاءه لا اعتراض
عليه { والله واسع } فضله { عَلِيمٌ } بمن هو أهل له
247. (Kata nabi mereka kepada mereka,
"Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut bagi kamu sebagai raja."
Jawab mereka, "Bagaimana), artinya betapa (ia akan menjadi raja, padahal
kami lebih berhak terhadap kerajaan ini daripadanya). Ia bukanlah dari
keturunan raja-raja atau bangsawan dan tidak pula dari keturunan nabi-nabi.
Bahkan ia hanyalah seorang tukang samak atau gembala, (sedangkan ia pun tidak
diberi kekayaan yang mencukupi") yakni yang amat diperlukan untuk membina
atau mendirikan sebuah kerajaan. (Kata nabi) kepada mereka, ("Sesungguhnya
Allah telah memilihnya sebagai rajamu (dan menambahnya pula keluasan) dan
keperkasaan (dalam ilmu dan tubuh"). Memang ketika itu dialah orang Israel
yang paling berilmu, paling gagah dan paling berakhlak. (Dan Allah memberikan
kerajaan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya) suatu pemberian yang tidak
seorang pun mampu untuk menghalanginya. (Dan Allah Maha Luas) karunia-Nya,
(lagi Maha Mengetahui) orang yang lebih patut menerima karunia-Nya itu.
{ وَقَالَ لَهُمْ نِبِيُّهُمْ } لما
طلبوا منه آية على ملكه { إِنَّ ءايَةَ مُلْكِهِ أَن يَأْتِيَكُمْ التَّابُوتُ }
الصندوق كان فيه صور الأنبياء أنزله الله على آدم واستمر إليهم فغلبتهم العمالقة
عليه وأخذوه وكانوا يستفتحون به على عدوّهم ويقدّمونه في القتال ويسكنون إليه كما
قال تعالى : { فِيهِ سَكِينَةٌ } طمأنينة لقلوبكم { مِنْ رَّبّكُمْ وَبَقِيَّةٌ
مّمَّا تَرَكَ ءالُ موسى وَءالُ هارون } أي تركاه هما وهي نعلا موسى وعصاه وعمامة
هارون وقفيز من المنّ الذي كان ينزل عليهم ورُضاض من الألواح { تَحْمِلُهُ
الملائكة } حال من فاعل ( يأتيكم ) { إِنَّ فِي ذلك لأَيَةً لَّكُمْ } على ملكه {
إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ } فحملته الملائكة بين السماء والأرض وهم ينظرون إليه حتى
وضعته عند طالوت فأقرّوا بملكه وتسارعوا إلى الجهاد فاختار من شبابهم سبعين ألفاً
248. (Kata nabi mereka kepada mereka), yakni
tatkala mereka meminta kepadanya tanda pengangkatannya sebagai raja.
(Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja ialah datangnya tabut kepadamu), yakni
sebuah peti tempat menyimpan serunai nabi-nabi yang diturunkan Allah kepada
nabi Adam dan terus-menerus berada pada mereka sampai mereka dikalahkan oleh
orang-orang Amaliqah yang berhasil merebut serunai itu. Selama ini mereka
mengambilnya sebagai lambang kemenangan mereka terhadap musuh dan mereka
tonjolkan dalam peperangan serta mendapatkan ketenangan hati, sebagaimana
firman Allah swt., ("Di dalamnya terdapat ketenangan) ketenteraman bagi
hatimu (dari Tuhanmu dan sisa-sisa peninggalan keluarga Musa dan keluarga
Harun), yakni yang ditinggalkan kedua nabi itu, sepasang terompah Musa dan
tongkatnya serta serban nabi Harun dan tulang-tulang burung manna yang pernah
turun kepada mereka serta kepingan-kepingan luh (yang dibawa oleh malaikat)
menjadi 'hal' dari pelaku 'ya'tiikum.' (Sesungguhnya pada demikian itu menjadi
tanda bagi kamu) atas diangkatnya sebagai raja (jika kamu benar-benar beriman).
Tabut itu lalu dibawa oleh malaikat, terapung-apung antara bumi dan langit
serta disaksikan oleh mereka dan akhirnya ditaruh oleh malaikat dekat Thalut.
Mereka pun mengakuinya sebagai raja dan berlomba-lomba untuk berjihad di
sampingnya. Maka dipilihnyalah 70 ribu orang di antara pemuda-pemuda mereka.
{ فَلَمَّا فَصَلَ } خرج { طَالُوتُ
بالجنود } من بيت المقدس وكان حرّاً شديداً وطلبوا منه الماء { قَالَ إِنَّ الله
مُبْتَلِيكُم } مختبركم { بِنَهَرٍ } ليظهر المطيع منكم والعاصي وهو بين الأردن
وفلسطين { فَمَن شَرِبَ مِنْهُ } أي من مائه { فَلَيْسَ مِنّي } أي من أتباعي {
وَمَن لَّمْ يَطْعَمْهُ } يذقه { فَإِنَّهُ مِنّى إِلاَّ مَنِ اغترف غُرْفَةً }
بالفتح والضم { بِيَدِهِ } فاكتفى بها ولم يزد عليها فإنه مني { فَشَرِبُواْ
مِنْهُ } لما وافوه بكثرة { إِلاَّ قَلِيلاً مّنْهُمُ } فاقتصروا على الغرفة ، روي
أنها كفتهم لشربهم ودوابهم وكانوا ثلاثمائة وبضعة عشر رجلاً { فَلَمَّا جاوَزَهُ
هُوَ والَّذِينَ ءَامَنُوا مَعَهُ } وهم الذين اقتصروا على الغرفة { قَالُواْ } أي
الذين شربوا { لاَ طَاقَةَ } قوة { لَنَا اليوم بِجَالُوتَ وَجُنودِهِ } أي
بقتالهم وجبنوا ولم يجاوزوه { قَالَ الذين يَظُنُّونَ } يوقنون { أَنَّهُم
مُلاَقُواْ الله } بالبعث وهم الذين جاوزوه { كَمْ } خبرية بمعنى ( كثير ) { مّن
فِئَةٍ } جماعة { قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذُنِ الله } بإرادته {
والله مَعَ الصابرين } بالعون والنصر
249. (Maka tatkala keluar) artinya berangkat
(Thalut bersama tentaranya) dari Baitulmakdis, sedang ketika itu hari amat
panas hingga mereka meminta kepadanya agar diberi air, (maka jawabnya,
"Sesungguhnya Allah akan mencoba kamu) atau menguji kamu (dengan sebuah
sungai) terletak antara Yordania dan Palestina, agar jelas siapa di antara kamu
yang taat dan siapa pula yang durhaka. "Maka barang siapa di antara kamu
(meminumnya), maksudnya meminum airnya (maka tidaklah ia dari golonganku) bukan
pengikut-pengikutku. (Barang siapa yang tidak merasainya) artinya tidak
meminumnya, (kecuali orang yang hanya meneguk satu tegukan saja, maka ia adalah
pengikutku) 'ghurfah' dengan baris di atas atau di depan (dengan tangannya)
mencukupkan dengan sebanyak itu dan tidak menambahnya lagi, maka ia termasuk
golonganku. (Maka mereka meminumnya) banyak-banyak ketika bertemu dengan anak
sungai itu, (kecuali beberapa orang di antara mereka). Mereka ini mencukupkan
satu tegukan tangan mereka, yakni untuk mereka minum dan untuk hewan-hewan
mereka. Jumlah mereka tiga ratus dan beberapa belas orang (Tatkala ia telah
melewati anak sungai itu, yakni Thalut dengan orang-orang yang beriman
bersamanya) yakni mereka yang mencukupkan satu tegukan (mereka pun berkata)
maksudnya yang minum secara banyak tadi, ("Tak ada kesanggupan) atau daya
dan kekuatan (kami sekarang ini untuk menghadapi Jalut dan tentaranya")
maksudnya untuk berperang dengan mereka. Mereka jadi pengecut dan tidak jadi
menyeberangi sungai itu. (Berkatalah orang-orang yang menyangka), artinya
meyakini (bahwa mereka akan menemui Allah), yakni di hari berbangkit, mereka
itulah yang berhasil menyeberangi sungai: ("Berapa banyaknya), artinya
amat banyak terjadi (golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang
banyak dengan izin Allah) serta kehendak-Nya (Dan Allah beserta orang-orang
yang sabar") dengan bantuan dan pertolongan-Nya.
{ وَلَمَّا بَرَزُواْ لِجَالُوتَ
وَجُنُودِهِ } أي ظهروا لقتالهم وتصافّوا { قَالُواْ رَبَّنَا أَفْرِغْ } اصبب {
عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبّتْ أَقْدَامَنَا } بتقوية قلوبنا على الجهاد { وانصرنا
عَلَى القوم الكافرين }
250. (Dan tatkala mereka tampil untuk memerangi
Jalut bersama tentaranya) artinya telah berbaris dan siap sedia untuk
bertempur, (mereka berdoa, "Ya Tuhan kami! Tuangkanlah) atau limpahkanlah
(kepada kami kesabaran, teguhkanlah pendirian kami) dengan memperkokoh hati
kami untuk berjuang, (dan bantulah kami terhadap orang-orang kafir").
{ فَهَزَمُوهُم } كسروهم { بِإِذُنِ
الله } بإرادته { وَقَتَلَ دَاوُودُ } وكان في عسكر طالوت { جَالُوتَ وءاتاه } أي
داود { الله الملك } في بني إسرائيل { والحكمة } والنبوّة بعد موت شمويل وطالوت
ولم يجتمعا لأحد قبله { وَعَلَّمَهُ مِمَّا يَشَاء } كصنعة الدروع ومنطق الطير {
وَلَوْلاَ دَفْعُ الله الناس بَعْضَهُم } بدل بعض من ( الناس ) { بِبَعْضٍ
لَفَسَدَتِ الأرض } بغلبة المشركين وقتل المسلمين وتخريب المساجد { ولكن الله ذُو
فَضْلٍ عَلَى العالمين } فدفع بعضهم ببعض
251. (Mereka berhasil mengalahkan tentara Jalut)
atau menghancurkan mereka (dengan izin Allah) atau kehendak-Nya, (dan Daud
membunuh) yang berada dalam tentara Thalut (Jalut, kemudian ia diberi), yakni
Daud (oleh Allah kerajaan) dalam lingkungan Bani Israel (dan hikmah), yaitu
kenabian, setelah kematian Samuel dan Thalut. Kedua jabatan ini tidak pernah
dirangkap oleh seorang pun sebelumnya (serta diajarkan-Nya kepadanya apa-apa
yang dikehendaki-Nya), misalnya membuat baju besi dan menguasai bahasa burung.
(Dan seandainya Allah tidak menolak kekejaman sebagian manusia) ba`dhuhum
menjadi badal dari manusia (dengan sebagian yang lain, tentulah bumi ini akan
rusak binasa), yakni dengan kemenangan orang-orang musyrik, terbunuhnya kaum
muslimin dan dihancurkannya mesjid-mesjid. (Tetapi Allah mempunyai karunia
terhadap seluruh alam) hingga Allah menolak atau menahan sebagian dari mereka
(kaum musyrikin) melalui sebagian yang lain (kaum muslimin).
{ تِلْكَ } هذه الآيات { ءايات الله
نَتْلُوهَا } نقصها { عَلَيْكَ } يا محمد { بالحق } بالصدق { وَإِنَّكَ لَمِنَ
المرسلين } التأكيد ب ( إنّ ) وغيرها ردّا لقول الكفار له ( لست مرسلاً )
252. (Itu), maksudnya ayat-ayat tadi (adalah ayat
Allah yang Kami bacakan) atau ceritakan (kepadamu) hai Muhammad (dengan benar)
(dan sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari para rasul). Penegasan dengan
'inna' dan lain-lainnya, bertujuan untuk menolak ucapan orang-orang kafir
terhadapnya yang mengatakan, "Kamu bukanlah salah seorang rasul."
{ تِلْكَ } مبتدأ { الرسل } صفة
والخبر { فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ على بَعْضٍ } بتخصيصه بمنقبة ليست لغيره {
مِّنْهُم مَّن كَلَّمَ الله } كموسى { وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ } أي محمداً صلى الله
عليه وسلم { درجات } على غيره بعموم الدعوة وختم النبوّة وتفضيل أمته على سائر
الأمم والمعجزات المتكاثرة والخصائص العديدة { وَءَاتَيْنَا عِيسَى ابن مَرْيَمَ
البينات وأيدناه } قوّيناه { بِرُوحِ القدس } جبريل يسير معه حيث سار { وَلَوْ شآءَ
الله } هُدىَ الناس جميعاً { مَا اقتتل الذين مِن بَعْدِهِم } بعد الرسل أي أممهم
{ مِن بَعْدِ مَا جَآءَتْهُمُ البينات } لاختلافهم وتضليل بعضهم بعضاً { ولكن
اختلفوا } لمشيئته ذلك { فَمِنْهُمْ مَّنْ ءَامَنَ } ثبت على إيمانه { وَمِنْهُم
مَّن كَفَرَ } كالنصارى بعد المسيح { وَلَوْ شَآءَ الله مَا اقتتلوا } تأكيد {
ولكن الله يَفْعَلُ مَا يُرِيدُ } من توفيق من شاء وخذلان من شاء
253. (Para rasul itu) menjadi mubtada, sedangkan
khabarnya adalah (Kami lebihkan sebagian atas lainnya), yaitu dengan memberi
mereka keistimewaan yang tidak diberikan kepada lainnya. (Di antara mereka ada
yang diajak berbicara oleh Allah), misalnya Musa (dan sebagian ditinggikan-Nya
- kedudukannya -), yakni nabi Muhammad saw. (beberapa tingkat) dari yang
lainnya, misalnya dengan dakwahnya yang umum, mukjizat yang berlimpah dan
keistimewaan yang tidak terhitung banyaknya. (Dan Kami berikan kepada Isa bin
Maryam beberapa mukjizat dan Kami kuatkan ia dengan Roh Kudus), yakni Jibril
yang mengiringkannya ke mana pergi. (Sekiranya Allah menghendaki) tentulah akan
ditunjuki-Nya semua manusia dan (tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan
orang-orang yang datang sesudah mereka), yakni sesudah para rasul itu,
maksudnya ialah umat-umat mereka (sesudah datang kepada mereka beberapa macam
keterangan) disebabkan pertikaian dan saling menyesatkan di antara mereka.
(Tetapi mereka bertikai) disebabkan kehendak Allah tadi, (maka di antara mereka
ada yang beriman) artinya kuat dan tetap keimanannya (dan di antara mereka ada
pula yang kafir) seperti orang-orang Kristen setelah Almasih. (Sekiranya Allah
menghendaki tidaklah mereka akan berbunuh-bunuhan) sebagai pengukuhan (tetapi
Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya) yaitu menunjuki siapa yang disukai-Nya
dan menjatuhkan orang yang dikehendaki-Nya.
{ ياأيها الذين ءَامَنُواْ أَنفِقُواْ
مِمَّا رزقناكم } زكاته { مّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لاَّ بَيْعٌ } فداء {
فِيهِ وَلاَ خُلَّةٌ } صداقة تنفع { وَلاَ شفاعة } بغير إذنه وهو يوم القيامة وفي
قراءة برفع الثلاثة { والكافرون } بالله أو بما فرض عليهم { هُمُ الظالمون } لوضعهم
أمر الله في غير محله
254. (Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah
sebagian dan rezeki yang telah Kami berikan padamu), yakni zakatnya, (sebelum
datang suatu hari tidak ada lagi jual beli) atau tebusan (padanya, dan tidak
pula persahabatan) yang akrab dan memberi manfaat, (dan tidak pula syafaat)
tanpa izin dari-Nya, yaitu di hari kiamat. Menurut satu qiraat dengan baris di
depannya ketiga kata, bai`u, khullatu dan syafaa`atu. (Dan orang-orang yang
kafir) kepada Allah atau terhadap apa yang diwajibkan-Nya, (merekalah
orang-orang yang aniaya) karena menempatkan perintah Allah bukan pada
tempatnya.
{ الله لآ إله } أي لا معبود بحق في
الوجود { إِلاَّ هُوَ الحى } الدائم البقاء { القيوم } المبالغ في القيام بتدبير
خلقه { لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ } نعاس { وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السموات وَمَا
فِي الأرض } ملكاً وخلقاً وعبيداً { مَّن ذَا الذى } أي لا أحد { يَشْفَعُ عِندَهُ
إِلاَّ بِإِذْنِهِ } له فيها { يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ } أي الخلق {
وَمَا خَلْفَهُمْ } أي من أمر الدنيا والآخرة { وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ
عِلْمِهِ } أي لا يعلمون شيئاً من معلوماته { إِلاَّ بِمَا شَآءَ } أن يُعَلِمَهُم
به منها بإخبار الرسل { وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السموات والأرض } قيل أحاط علمه بهما
وقيل ملكه وقيل الكرسي نفسه مشتمل عليهما لعظمته لحديث « ما السموات السبع في
الكرسي إلا كدراهم سبعة ألقيت في ترس » { وَلاَ يَؤدُهُ } يثقله { حِفْظُهُمَا }
أي السموات والأرض { وَهُوَ العلى } فوق خلقه بالقهر { العظيم } الكبير
255. (Allah, tak ada Tuhan), artinya tak ada
ma`bud atau sembahan yang sebenarnya di alam wujud ini, (melainkan Dia Yang
Maha Hidup), artinya Kekal lagi Abadi (dan senantiasa mengatur), maksudnya
terus-menerus mengatur makhluk-Nya (tidak mengantuk) atau terlena, (dan tidak
pula tidur. Milik-Nyalah segala yang terdapat di langit dan di bumi) sebagai
kepunyaan, ciptaan dan hamba-Nya. (Siapakah yang dapat), maksudnya tidak ada
yang dapat (memberi syafaat di sisi-Nya, kecuali dengan izin-Nya) dalam hal itu
terhadapnya. (Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka), maksudnya di hadapan
makhluk (dan apa yang di belakang mereka), artinya urusan dunia atau soal
akhirat, (sedangkan mereka tidak mengetahui suatu pun dari ilmu-Nya), artinya
manusia tidak tahu sedikit pun dari apa yang diketahui oleh Allah itu,
(melainkan sekadar yang dikehendaki-Nya) untuk mereka ketahui melalui pemberitaan
dari para Rasul. (Kursinya meliputi langit dan bumi) ada yang mengatakan bahwa
maksudnya ialah ilmu-Nya, ada pula yang mengatakan kekuasaan-Nya, dan ada pula
Kursi itu sendiri yang mencakup langit dan bumi, karena kebesaran-Nya,
berdasarkan sebuah hadis, "Tidaklah langit yang tujuh pada kursi itu,
kecuali seperti tujuh buah uang dirham yang dicampakkan ke dalam sebuah pasukan
besar (Dan tidaklah berat bagi-Nya memelihara keduanya), artinya memelihara
langit dan bumi itu (dan Dia Maha Tinggi) sehingga menguasai semua makhluk-Nya,
(lagi Maha Besar).
{ لآ إِكْرَاهَ فِى الدين } على
الدخول فيه { قَد تَّبَيَّنَ الرشد مِنَ الغي } أي ظهر بالآيات البينات أن الإيمان
رشد والكفر غيّ نزلت فيمن كان له من الأنصار أولاد أراد أن يكرههم على الإسلام {
فَمَنْ يَكْفُرْ بالطاغوت } الشيطان أو الأصنام وهو يُطْلَق على المفرد والجمع {
وَيُؤْمِن بالله فَقَدِ استمسك } تمسك { بالعروة الوثقى } بالعقد المحكم { لاَ
انفصام } انقطاع { لَهَا والله سَمِيعٌ } لما يقال { عَلِيمٌ } بما يفعل
256. (Tidak ada paksaan dalam agama), maksudnya
untuk memasukinya. (Sesungguhnya telah nyata jalan yang benar dari jalan yang
salah), artinya telah jelas dengan adanya bukti-bukti dan keterangan-keterangan
yang kuat bahwa keimanan itu berarti kebenaran dan kekafiran itu adalah
kesesatan. Ayat ini turun mengenai seorang Ansar yang mempunyai anak-anak yang
hendak dipaksakan masuk Islam. (Maka barang siapa yang ingkar kepada tagut),
maksudnya setan atau berhala, dipakai untuk tunggal dan jamak (dan dia beriman
kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada simpul tali yang
teguh kuat) ikatan tali yang kokoh (yang tidak akan putus-putus dan Allah Maha
Mendengar) akan segala ucapan (Maha Mengetahui) segala perbuatan.
{ الله وَلِيُّ } ناصر { الذين
ءَامَنُواْ يُخْرِجُهُم مّنَ الظلمات } الكفر { إِلَى النور } الإيمان { والذين
كَفَرُواْ أَوْلِيٍَآؤُهُمُ الطاغوت يُخْرِجُونَهُم مّنَ النور إِلَى الظلمات }
ذِكْرُ الإخراج : إما في مقابلة قوله : ( يخرجهم من الظلمات ) ، أو في كل من آمن بالنبي
قبل بعثته من اليهود ثم كفر به { أولئك أصحاب النار هُمْ فِيهَا خالدون }
257. (Allah pelindung) atau pembela (orang-orang
yang beriman yang mengeluarkan mereka dari kegelapan), maksudnya kekafiran
(pada cahaya) atau keimanan. (Sedangkan orang-orang kafir, pelindung-pelindung
mereka ialah setan yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan).
Disebutkan di sini ikhraj atau mengeluarkan. Adakalanya sebagai imbangan
firman-Nya, "Mengeluarkan mereka dari kegelapan", atau mengenai
orang-orang Yahudi yang beriman kepada nabi sebelum dibangkitkannya, kemudian
kafir kepadanya. (Mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya).
{ أَلَمْ تَرَ إِلَى الذى حَآجَّ }
جادل { إبراهيم فِى رِبّهِ } ل { أَنْ ءاتاه الله الملك } أي حمله بطره بنعمة الله
على ذلك وهو ( نمرود ) { إِذ } بدل من ( حاجَّ ) { قَالَ إبراهيم } لما قال له من
ربك الذي تدعونا إليه؟ { رَبّيَ الذى يُحْىِ وَيُمِيتُ } أي يخلق الحياة والموت في
الأجساد { قَالَ } هو { أَنا أُحْىِ وأُمِيتُ } بالقتل والعفو عنه ، ودعا برجلين
فقتل أحدهما وترك الآخر فلما رآه غبياً { قَالَ إبراهيم } منتقلاً إلى حجة أوضح
منها { فَإِنَّ الله يَأْتِى بالشمس مِنَ المشرق فَأْتِ بِهَا } أنت { مِنَ المغرب
فَبُهِتَ الذى كَفَرَ } تَحيَّر ودَهشَ { والله لاَ يَهْدِى القوم الظالمين }
بالكفر إلى مَحجَّة الاحتجاج
258. (Tidakkah kamu perhatikan orang yang mendebat
Ibrahim tentang Tuhannya) (mentang-mentang ia diberi Allah kerajaan) maksudnya
raja Namruz yang karena telah berkuasa hendak menyangkal karunia Allah
kepadanya, (ketika) menjadi badal dari 'haajja' (Ibrahim berkata) ketika Namruz
menanyakan padanya, "Siapakah Tuhanmu yang kamu seru kami kepada-Nya
itu?" ("Tuhanku ialah yang menghidupkan dan mematikan"),
maksudnya menciptakan kehidupan dan kematian di dalam tubuh. (Katanya) Kata
Namruz, ("Sayalah yang menghidupkan dan yang mematikan), yakni dengan
membunuh dan memaafkan, lalu dipanggillah dua orang laki-laki, yang seorang
dibunuh dan yang seorang lagi dibiarkan hidup. Maka tatkala dilihatnya raja itu
seorang yang tolol, (Ibrahim berkata) sambil meningkat kepada alasan yang lebih
jelas lagi, ("Sesungguhnya Allah menerbitkan matahari dari timur, maka
terbitkanlah) olehmu (dari barat. Karena itu, bingung dan terdiamlah orang
kafir itu) tidak dapat memberikan jawaban atau dalih lagi (dan Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang aniaya) karena kekafirannya, yakni
petunjuk ke jalan hidayah.
{ أَوْ } رأيت { كالذى } الكاف زائدة
{ مَرَّ على قَرْيَةٍ } هي بيت المقدس راكباً على حمار ومعه سلة تين وقدح عصير وهو
( عزير ) { وَهِىَ خَاوِيَةٌ } ساقطة { على عُرُوشِهَا } سقوطها لما خرَّبها
بختنصر { قَالَ إِنّى } كيف { يُحْىِ هذه اللهُ بَعْدَ مَوْتِهَا } استعظاماً
لقدرته تعالى { فَأَمَاتَهُ الله } وألبثه { مِاْئَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهُ }
أحياه ليريه كيفية ذلك { قَالَ } تعالى له { كَمْ لَبِثْتَ } مكثت هنا؟ { قَالَ
لَبِثْتُ يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ } لأنه نام أول النهار فقُبِضَ وأُحيي عند
الغروب فظن أنه يوم النوم { قَالَ بَل لَّبِثْتَ مِاْئَةَ عَامٍ فانظر إلى
طَعَامِكَ } التين { وَشَرَابِكَ } الْعَصِير { لَمْ يَتَسَنَّهْ } لم يتغير مع
طول الزمان ، و ( الهاء ) قيل أصل من ( سانَهْتُ ) وقيل للسكت من ( سَانَيتُ ) ،
وفي قراءة بحذفها { وانظر إلى حِمَارِكَ } كيف هو؟ فرآه ميتاً وعظامه بيض
تلوح!فعلنا ذلك لتعلم { وَلِنَجْعَلَكَ ءَايَةً } على البعث { لِلنَّاسِ وانظر
إِلَى العظام } من حمارك { كَيْفَ نُنشِزُهَا } نحييها بضم النون وقرىء بفتحها من
( أنشر ) و ( نشر ) - لغتان- ، وفي قراءة ( نُنشزُها ) بضم النون والزاي أي
نُحَرِّكُها ونَرْفَعُها { ثُمَّ نَكْسُوهَا لَحْمًا } فنظر إليها وقد تركبت وكسيت
لحما ونفخ فيه الروح ونهق { فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ } ذلك بالمشاهدة { قَالَ
أَعْلَمُ } علم مشاهدة { إِنَّ الله على كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ } وفي قراءة (
اعْلَمْ ) أمْرٌ من الله له
259. (Atau) tidakkah kamu perhatikan (orang) 'kaf'
hanya tambahan belaka (yang lewat di suatu negeri). Orang itu bernama Uzair dan
lewat di Baitulmakdis dengan mengendarai keledai sambil membawa sekeranjang
buah tin dan satu mangkuk perasan anggur (yang temboknya telah roboh menutupi
atap-atapnya), yakni setelah dihancurkan oleh raja Bukhtanashar. (Katanya,
"Bagaimana caranya Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah robohnya?")
disebabkan kagumnya akan kekuasaan-Nya (Maka Allah pun mematikan orang itu) dan
membiarkannya dalam kematian (selama seratus tahun, kemudian menghidupkannya).
Untuk memperlihatkan kepadanya bagaimana caranya demikian itu. (Allah
berfirman) kepadanya, (Berapa lamanya kamu tinggal di sini?) (Jawabnya,
"Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari) karena ia mulai
tidur dari waktu pagi, lalu dimatikan dan dihidupkan lagi di waktu Magrib,
hingga menurut sangkanya tentulah ia tidur sepanjang hari itu. (Firman Allah
swt., "Sebenarnya sudah seratus tahun lamanya kamu tinggal; lihatlah
makanan dan minumanmu itu) buah tin dan perasan anggur (yang belum berubah)
artinya belum lagi basi walaupun waktunya sudah sekian lama. 'Ha' pada
'yatasannah' ada yang mengatakan huruf asli pada 'sanaha', ada pula yang
mengatakannya sebagai huruf saktah, sedangkan menurut satu qiraat, tidak pakai
'ha' sama sekali (dan lihatlah keledaimu) bagaimana keadaannya. Maka dilihatnya
telah menjadi bangkai sementara tulang belulangnya telah putih dan
berkeping-keping. Kami lakukan itu agar kamu tahu, (dan akan Kami jadikan kamu
sebagai tanda) menghidupkan kembali (bagi manusia. Dan lihatlah
tulang-belulang) keledaimu itu (bagaimana Kami menghidupkannya) dibaca dengan
nun baris di depan. Ada pula yang membacanya dengan baris di atas kata
'nasyara', sedang menurut qiraat dengan baris di depan berikut zai 'nunsyizuha'
yang berarti Kami gerakkan dan Kami susun, (kemudian Kami tutup dengan daging)
dan ketika dilihatnya tulang-belulang itu sudah tertutup dengan daging, bahkan
telah ditiupkan kepadanya roh hingga meringkik. (Maka setelah nyata kepadanya)
demikian itu dengan kesaksian mata (ia pun berkata, "Saya yakin")
berdasar penglihatan saya (bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu").
Menurut satu qiraat 'i`lam' atau 'ketahuilah' yang berarti perintah dari Allah
kepadanya supaya menyadari.
{ وَ } اذكر { وَإِذْ قَالَ إبراهيم
رَبِّ أَرِنِى كيف تُحْي الموتى } تعالى له { أَوَلَمْ تُؤْمِن } بقدرتي على
الإحياء؟ سأله مع علمه بإيمانه بذلك ليجيبه بما سأل فيعلم السامعون غرضه { قَالَ
بلى } آمنت { ولكن } سألتك { لّيَطْمَئِنَّ } يسكن { قَلْبِى } بالمعاينة المضمومة
إلى الاستدلال { قَالَ فَخُذْ أَرْبَعَةً مّنَ الطير فَصُرْهُنَّ إِلَيْكَ } بكسر
الصاد وضمها أملهن إليك وقطعهن واخلط لحمهن وريشهن { ثُمَّ اجعل على كُلّ جَبَلٍ }
من جبال أرضك { مّنْهُنَّ جُزْءاً ثُمَّ ادعهن } إليك { يَأْتِينَكَ سَعْيًا }
سريعاً { واعلم أَنَّ الله عَزِيزٌ } لا يعجزه شيء { حَكِيمٌ } في صنعه فأخذ
طاووساً ونسراً وغراباً وديكاً وفعل بهن ما ذكر وأمسك رؤوسهن عنده ودعاهن فتطايرت
الأجزاء إلى بعضها حتى تكاملت ثم أقبلت إلى رؤوسها
260. (Dan) ingatlah (ketika Ibrahim berkata,
"Ya Tuhanku! Perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang
mati." Firman Allah) kepadanya (Apakah kamu tidak percaya?") akan
kekuasaan-Ku dalam menghidupkan itu? Ditanyakan Ibrahim padahal Dia mengetahui
bahwa Ibrahim mempercayainya, agar Ibrahim memberikan jawaban terhadap
pertanyaan-Nya, hingga para pendengar pun mengerti akan maksud-Nya. ("Saya
percaya", katanya) (tetapi) saya tanyakan (agar tenang) dan tenteram
(hatiku) disebabkan kesaksian yang digabungkan pada pengambilan dalil
(Firman-Nya, "Ambillah empat ekor burung, lalu jinakkanlah kepadamu)
dengan 'shad' yang baris di bawah dan baris di depan yang berarti jinakkanlah
olehmu, lalu potong-potonglah hingga daging dan bulunya bercampur baur.
(Kemudian letakkanlah di setiap bukit) yang terletak di negerimu (sebagian
darinya, setelah itu panggillah ia) kepadamu (niscaya mereka akan mendatangimu
dengan cepat) atau segera. (Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Tangguh.")
dalam perbuatan-Nya. Maka diambilnya burung merak, burung elang, gagak dan ayam
jantan, masing-masing satu ekor, lalu ia melakukan apa yang diperintahkan
sambil memegang kepala masing-masing, kemudian dipanggilnya hingga beterbangan
potongan-potongan burung itu menemui kelompoknya hingga lengkap, lalu menuju
kepalanya yang berada di tangannya.
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 221 - 240 ]
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 221 - 240 ]
{ وَلاَ
تَنْكِحُواْ } تتزوّجوا أيها المسلمون { المشركات } أي الكافرات { حتى يُؤْمِنَّ
وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مّن مُّشْرِكَةٍ } حرّة لأنّ سبب نزولها العيب على
من تزوّج أمة وترغيبه في نكاح حرّة مشركة { وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ } لجمالها
ومالها وهذا مخصوص بغير الكتابيات بآيةِ { والمحصنات مِنَ الذين أُوتُواْ الكتاب }
[ 5 : 5 ] { وَلاَ تُنْكِحُواْ } تزوجوا {المشركين} أي الكفار المؤمنات { حتى
يُؤْمِنُواْ وَلَعَبْدٌ مُّؤْمِنٌ خَيْرٌ مّن مُّشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ }
لماله وجماله { أولئك } أي أهل الشرك { يَدْعُونَ إِلَى النار } بدعائهم إلى العمل
الموجب لها فلا تليق مناكحتهم { والله يَدْعُواْ } على لسان رسله { إِلَى الجنة
والمغفرة } أي العمل الموجب لهما { بِإِذْنِهِ } بإرادته فتجب إجابته بتزويج
أوليائه {وَيُبَيِّنُ ءاياته لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ} يتعظون
221. (Janganlah kamu nikahi) hai kaum muslimin,
(wanita-wanita musyrik), maksudnya wanita-wanita kafir (sebelum mereka beriman.
Sesungguhnya budak yang beriman itu lebih baik daripada wanita musyrik)
walaupun ia merdeka. Sebab turunnya ayat ini adalah berkenaan dengan celaan
yang ditujukan kepada laki-laki yang menikahi budak wanita dan menyanjung serta
menyenangi laki-laki yang menikahi wanita merdeka yang musyrik (walaupun ia
menarik hatimu) disebabkan harta dan kecantikannya. Ini dikhususkan bagi wanita
yang bukan ahli kitab dengan ayat "Dan wanita-wanita yang terpelihara di
antara golongan ahli kitab". (Dan janganlah kamu kawinkan) atau nikahkan
(laki-laki musyrik), artinya laki-laki kafir dengan wanita-wanita beriman
(sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang beriman lebih baik daripada
laki-laki musyrik walaupun ia menarik hatimu) disebabkan harta dan
ketampanannya. (Mereka itu) atau ahli syirik (mengajak ke neraka) disebabkan
anjuran mereka melakukan perbuatan membawa orang ke dalamnya, hingga tidaklah
baik kawin dengan mereka. (Sedangkan Allah mengajak) melalui lisan para
Rasul-Nya (ke surga serta ampunan), maksudnya amal perbuatan yang menjurus
kepada keduanya (dengan izin-Nya), artinya dengan kehendak-Nya, maka wajiblah
bagi kamu atau wali-walinya mengabulkan perkawinan (Dan dijelaskan-Nya
ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka beroleh peringatan) atau mendapat
pelajaran.
{ وَيَسْئَلُونَكَ عَنِ المحيض } أي
الحيض أو مكانه ماذا يُفعل بالنساء فيه؟ { قُلْ هُوَ أَذًى } قذر أو محله {
فاعتزلوا النسآء } اتركوا وطأهنّ { فِي المحيض } أي وقته أو مكانه {وَلاَ
تَقْرَبُوهُنَّ} بالجماع { حتى يَطْهُرْنَ } بسكون الطاء وتشديدها [ يطّهّرن ]
والهاء وفيه إدغام التاء في الأصل في الطاء أي يغتسلن بعد انقطاعه { فَإِذَا
تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ } بالجماع { مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ الله } وبتجنبه في
الحيض وهو القُبُل ولا تعدوه إلى غيره {إِنَّ الله يُحِبُّ} يثيب ويكرم { التوابين
} من الذنوب { وَيُحِبُّ المتطهرين } من الأقذار
222. (Mereka bertanya kepadamu tentang haid),
maksudnya haid atau tempatnya dan bagaimana memperlakukan wanita padanya.
(Katakanlah, "Haid adalah suatu kotoran) atau tempatnya kotoran, (maka
jauhilah wanita-wanita), maksudnya janganlah bersetubuh dengan mereka (di waktu
haid) atau pada tempatnya (dan janganlah kamu dekati mereka) dengan maksud
untuk bersetubuh (sampai mereka suci). 'Yathhurna' dengan tha baris mati atau
pakai tasydid lalu ha', kemudian pada ta' asalnya diidgamkan kepada tha' dengan
arti mandi setelah terhentinya. (Apabila mereka telah suci maka datangilah
mereka) maksudnya campurilah mereka (di tempat yang diperintahkan Allah
kepadamu) jauhilah di waktu haid, dan datangilah di bagian kemaluannya dan
jangan diselewengkan kepada bagian lainnya. (sesungguhnya Allah menyukai) serta
memuliakan dan memberi (orang-orang yang bertobat) dari dosa (dan menyukai
orang-orang yang menyucikan diri) dari kotoran.
{ نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ } أي
محل زرعكم الولد { فَأْتُواْ حَرْثَكُمْ } أي محله وهو القبل { أنى } أي كيف {
شِئْتُمْ } من قيام وقعود واضطجاعِ وإقبال وإدبار . نزل ردّاً لقول اليهود من أتى
امرأته في قبلها من جهة دبرها جاء الولد أحول {وَقَدّمُواْلأَنفُسِكُمْ} العمل
الصالح كالتسمية عند الجماع { واتقوا الله } في أمره ونهيه { واعلموا أَنَّكُم
ملاقوه } بالبعث فيجازيكم بأعمالكم { وَبَشِّرِ المؤمنين } الذين اتقوه بالجنة
223. (Istri-istrimu adalah tanah persemaian
bagimu), artinya tempat kamu membuat anak, (maka datangilah tanah
persemaianmu), maksudnya tempatnya yaitu pada bagian kemaluan (bagaimana saja)
dengan cara apa saja (kamu kehendaki) apakah sambil berdiri, duduk atau
berbaring, baik dari depan atau dari belakang. Ayat ini turun untuk menolak
anggapan orang-orang Yahudi yang mengatakan, "Barang siapa yang mencampuri
istrinya pada kemaluannya tetapi dari arah belakangnya (pinggulnya), maka
anaknya akan lahir bermata juling. (Dan kerjakanlah untuk dirimu) amal-amal
saleh, misalnya membaca basmalah ketika bercampur (dan bertakwalah kepada
Allah) baik dalam perintah maupun dalam larangan-Nya (dan ketahuilah bahwa kamu
akan menemui-Nya kelak) yakni di saat berbangkit, Dia akan membalas segala amal
perbuatanmu. (Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman)
yang bertakwa kepada-Nya, bahwa mereka akan memperoleh surga.
{ وَلاَ تَجْعَلُواْ الله } أي الحلف
به { عُرْضَةً } علة مانعة { لأيمانكم } أي نُصْباً لها بأن تكثروا الحلف به { أن
} لا { تَبَرُّواْ وَتَتَّقُواْ } فتُكْرَه اليمين على ذلك ويسن فيه الحنث ويكفِّر
بخلافها على فعل البر ونحوه فهي طاعة { وَتُصْلِحُواْ بَيْنَ الناس } المعنى لا
تمتنعوا من فعل ما ذكر من البر ونحوه إذا حلفتم عليه بل ائتوه وكفروا لأن سبب
نزولها الامتناع من ذلك { والله سَمِيعٌ } لأقوالكم { عَلِيم } بأحوالكم
224. (Janganlah kamu jadikan Allah), artinya
sewaktu bersumpah dengan-Nya (sebagai sasaran) atau penghalang (bagi
sumpah-sumpahmu) yang mendorong kamu (untuk) tidak (berbuat baik dan bertakwa).
Maka sumpah seperti itu tidak disukai, dan disunahkan untuk melanggarnya lalu
membayar kafarat. Berbeda halnya dengan sumpah untuk berbuat kebaikan, maka itu
termasuk taat (serta mendamaikan di antara manusia), maksud ayat, jangan kamu
terhalang untuk membuat kebaikan yang disebutkan dan lain-lainnya itu jika
terlanjur bersumpah, tetapi langgarlah dan bayarlah kafarat sumpah, karena yang
menjadi asbabun nuzulnya ialah tidak mau melanggar sumpah yang telah
diikrarkannya. (Dan Allah Maha Mendengar) ucapan-ucapanmu (lagi Maha
Mengetahui) keadaan-keadaanmu.
{ لاَّ يُؤَاخِذُكُمُ الله باللغو }
الكائن { فِى أيمانكم } وهو ما يسبق إليه اللسان من غير قصد الحلف نحو والله ،
وبلى والله فلا إثم عليه ولا كفارة { ولكن يُؤَاخِذُكُم بِمَا كَسَبَتْ
قُلُوبُكُمْ } أي قصدته من الإيمان إذا حنثتم { والله غَفُورٌ } لما كان من اللغو
{حَلِيمٌ} بتأخير العقوبة عن مستحقها
225. (Allah tidaklah menghukum kamu disebabkan
sumpah kosong), artinya yang tidak dimaksud (dalam sumpah-sumpahmu) yakni yang
terucap dari mulut tanpa sengaja untuk bersumpah, misalnya, "Tidak, demi
Allah!" Atau "Benar, demi Allah!" Maka ini tidak ada dosanya
serta tidak wajib kafarat. (Tetapi Allah akan menghukum kamu disebabkan sumpah
yang disengaja oleh hatimu), artinya kamu sadari bahwa itu sumpah yang tidak
boleh dilanggar. (Dan Allah Maha Pengampun) terhadap hal-hal yang tidak
disengaja (lagi Maha Penyantun) hingga sudi menangguhkan hukuman terhadap orang
yang akan menjalaninya.
{ لّلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِن
نّسَائِهِمْ } أي يحلفون أن لا يجامعوهن { تَرَبُّصُ } انتظار { أَرْبَعَةِ
أَشْهُرٍ فَإِن فَآءُو } رجعوا فيها أو بعدها عن اليمين إلى الوطء { فَإِنَّ الله
غَفُورٌ } لهم ما أتوه من ضرر المرأة بالحلف { رَّحِيمٌ } بهم
226. (Bagi orang-orang yang melakukan ila`
terhadap istri-istri mereka), artinya bersumpah tidak akan mencampuri
istri-istri mereka, (diberi tangguh) atau menunggu (selama empat bulan. Jika
mereka kembali), maksudnya rujuk dari sumpah untuk mencampuri, baik waktu itu
atau sesudahnya, (maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun) kepada mereka yang
telah membuat istri-istrinya menderita disebabkan sumpahnya, (lagi Maha
Penyayang) terhadap mereka.
{ وَإِنْ عَزَمُواْ الطلاق } أي عليه
بأن لا يفيئوا فليوقعوه { فَإِنَّ الله سَمِيعٌ } لقولهم {عَلِيمٌ} بعزمهم المعنى
ليس لهم بعد تربص ما ذكر إلا الفيئة أو الطلاق
227. (Dan sekiranya mereka berketetapan hati untuk
talak), artinya tak mau kembali, maka mereka harus menjatuhkannya, (karena
sesungguhnya Allah Maha Mendengar) ucapan mereka (lagi Maha Mengetahui), maksud
atau tekad mereka. Jadi maksudnya; setelah menunggu selama empat bulan tidak
ada lagi kesempatan terbuka bagi mereka, kecuali kembali atau menjatuhkan
talak.
{والمطلقات يَتَرَبَّصْنَ} أي لينتظرن
{بِأَنفُسِهِنَّ} عن النكاح {ثلاثة قُرُوء} تمضي من حين الطلاق ، جمع قرء بفتح
القاف ، وهو الطهر أو الحيض قولان وهذا في المدخول بهن أما غيرهن فلا عدّة عليهن
لقوله : {فما لكم عليهن من عدّة} [49 : 33] وفي غير الآيسة والصغيرة فعدّتهن ثلاثة
أشهر والحوامل فعدّتهن أن يضعن حملهن كما في (سورة الطلاق) [4 : 65] والإماء
فعدّتهن قرءان بالسنة {وَلاَ يَحِلُّ لَهُنَّ أَن يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ الله فِى
أَرْحَامِهِنَّ} من الولد أو الحيض {إِن كُنَّ يُؤْمِنَّ بالله واليوم الأخر
وَبُعُولَتُهُنَّ} أزواجهن { أَحَقُّ بِرَدِّهِنَّ } بمراجعتهن ولو أبين {فِي ذلك}
أي في زمن التربص {إِنْ أَرَادُواْ إصلاحا} بينهما لإِضرار المرأة وهو تحريض على
قصده لا شرط لجواز الرجعة وهذا في الطلاق الرجعي (وأحق) لا تفضيل فيه إذ لا حق
لغيرهم في نكاحهن في العدّة {وَلَهُنَّ} على الأزواج {مِثْلُ الذى} لهم
{عَلَيْهِنَّ} من الحقوق {بالمعروف} شرعاً من حسن العشرة وترك لإضرار ونحو ذلك
{وَلِلرّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ} فضيلة في الحق من وجوب طاعتهن لهم لما ساقوه
من المهر والإنفاق {والله عَزِيزٌ} في ملكه {حَكِيمٌ} فيما دبره لخلقه
228. (Dan wanita-wanita yang ditalak hendaklah
menunggu) atau menahan (diri mereka) dari kawin (selama tiga kali quru') yang
dihitung dari mulainya dijatuhkan talak. Dan quru' adalah jamak dari qar-un
dengan mematahkan qaf, mengenai hal ini ada dua pendapat, ada yang
mengatakannya suci dan ada pula yang mengatakannya haid. Ini mengenai
wanita-wanita yang telah dicampuri. Adapun mengenai yang belum dicampuri, maka
tidak ada idahnya berdasarkan firman Allah, "Maka mereka itu tidak
mempunyai idah bagimu. Juga bukan lagi wanita-wanita yang terhenti haidnya atau
anak-anak yang masih di bawah umur, karena bagi mereka idahnya selama tiga
bulan. Mengenai wanita-wanita hamil, maka idahnya adalah sampai mereka
melahirkan kandungannya sebagaimana tercantum dalam surah At-Thalaq, sedangkan
wanita-wanita budak, sebagaimana menurut hadis, idah mereka adalah dua kali
quru' (Dan mereka tidak boleh menyembunyikan apa yang telah diciptakan Allah
pada rahim-rahim mereka) berupa anak atau darah haid, (jika mereka beriman
kepada Allah dan hari akhir. Dan suami-suami mereka) (lebih berhak untuk
merujuk mereka) sekalipun mereka tidak mau dirujuk (di saat demikian), artinya
di saat menunggu itu (jika mereka menghendaki perbaikan) sesama mereka dan
bukan untuk menyusahkan istri. Ini merupakan dorongan bagi orang yang berniat
mengadakan perbaikan dan bukan merupakan syarat diperbolehkannya rujuk. Ini
mengenai talak raj`i dan memang tidak ada orang yang lebih utama daripada
suami, karena sewaktu masih dalam idah, tidak ada hak bagi orang lain untuk
mengawini istrinya. (Dan para wanita mempunyai) dari para suaminya (hak-hak
yang seimbang) dengan hak-hak para suami (yang dibebankan kepada mereka) (secara
makruf) menurut syariat, baik dalam pergaulan sehari-hari, meninggalkan hal-hal
yang akan mencelakakan istri dan lain sebagainya. (Akan tetapi pihak suami
mempunyai satu tingkat kelebihan) tentang hak, misalnya tentang keharusan
ditaati disebabkan maskawin dan belanja yang mereka keluarkan dari kantong
mereka. (Dan Allah Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya, (lagi Maha Bijaksana)
dalam rencana-Nya terhadap hak-hak-Nya.
{الطلاق} أي التطليق الذي يراجع بعده
{مَرَّتَانِ} أي اثنتان {فَإِمْسَاكٌ} أي فعليكم إمساكهن بعده بأن تراجعوهن
{بِمَعْرُوفٍ} من غير ضرار {أَوْ تَسْرِيحٌ} أي إرسال لهن {بإحسان وَلاَ يَحِلُّ
لَكُمْ} أيها الأزواج {أَن تَأخُذُواْ مِمَّا ءّاتَيْتُمُوهُنَّ} من المهور {شَيْئاً}
إذا طلقتموهن {إِلاَّ أَن يَخَافَا} أي الزوجان {أنْ} {لا يُقِيمَا حُدُودَ
اللّهِ} أي لا يأتيا بما حدّه لهما من الحقوق ، وفي قراءة (يُخُافا) بالبناء
للمفعول (فإن لا يقيما) بدل اشتمال من الضمير فيه ، وقرىء بالفوقانية في الفعلين
{إلأّ أن تخافا لا تقيما} {فَإِنْ خِفْتُمْ} {أنْ} {لا يُقيما حُدُودَ اللّهِ فَلا
جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ} نفسها من المال ليطلقها أي لا حرج على
الزوج في أخذه ولا الزوجة في بذله {تِلْكَ} الأحكام المذكورة {حُدُودُ الله فَلاَ
تَعْتَدُوهَا وَمَن يَتَعَدَّ حُدُودَ الله فَأُوْلَئِكَ هُمُ الظالمون}
229. (Talak) atau perceraian yang dapat kembali
rujuk itu (dua kali) (setelah itu boleh memegang mereka) dengan jalan rujuk
(secara baik-baik) tanpa menyusahkan mereka (atau melepas), artinya menceraikan
mereka (dengan cara baik pula. Tidak halal bagi kamu) hai para suami (untuk
mengambil kembali sesuatu yang telah kami berikan kepada mereka) berupa mahar
atau maskawin, jika kamu menceraikan mereka itu, (kecuali kalau keduanya
khawatir), maksudnya suami istri itu (tidak dapat menjalankan hukum-hukum
Allah), artinya tidak dapat melaksanakan kewajiban-kewajiban yang telah
digariskan-Nya. Menurut satu qiraat dibaca 'yukhaafaa' secara pasif, Sedangkan
'an laa yuqiimaa' menjadi badal isytimal bagi dhamir yang terdapat di sana.
Terdapat juga bacaan dengan baris di atas pada kedua fi`il tersebut. (Jika kamu
merasa khawatir bahwa mereka berdua tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah,
maka tidaklah mereka itu berdosa mengenai uang tebusan) yang dibayarkan oleh
pihak istri untuk menebus dirinya, artinya tak ada salahnya jika pihak suami
mengambil uang tersebut begitu pula pihak istri jika membayarkannya. (Itulah),
yakni hukum-hukum yang disebutkan di atas (peraturan-peraturan Allah, maka
janganlah kamu melanggarnya. Barang siapa yang melanggar peraturan-peraturan
Allah, maka merekalah orang-orang yang aniaya).
{فَإِن طَلَّقَهَا} الزوج بعد الثنتين
{فَلاَ تَحِلُّ لَهُ مِن بَعْدُ} بعد الطلقة الثالثة {حتى تَنْكِحَ} تتزوّج
{زَوْجًا غَيْرَهُ} ويطأها كما في الحديث الذي رواه الشيخان {فَإِن طَلَّقَهَا} أي
الزوج الثاني {فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِمَا} أي الزوجة والزوج الأول {أَن
يَتَرَاجَعَا} إلى النكاح بعد انقضاء العدة {إِن ظَنَّا أَن يُقِيمَا حُدُودَ الله
وَتِلْكَ} المذكورات {حُدُودُ الله يُبَيّنُهَا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ} يتدبرون
230. (Kemudian jika ia menceraikannya lagi),
maksudnya si suami setelah talak yang kedua, (maka wanita itu tidak halal lagi
baginya setelah itu), maksudnya setelah talak tiga (hingga dia kawin dengan
suami yang lain) serta mencampurinya sebagaimana tersebut dalam hadis yang
diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. (Kemudian jika ia menceraikannya pula)
maksudnya suaminya yang kedua, (maka tidak ada dosa bagi keduanya), maksudnya
istri dan bekas suami yang pertama (untuk kembali) pada perkawinan mereka
setelah berakhirnya idah, (jika keduanya itu mengira akan dapat menjalankan
hukum-hukum Allah. Itulah), maksudnya semua yang telah disebutkan itu
(peraturan-peraturan Allah yang dijelaskan-Nya kepada kaum yang mau mengetahui)
atau merenungkan.
{وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النساء
فَبَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ} قاربن انقضاء عدّتهن {فَأَمْسِكُوهُنَّ} بأن تراجعوهن
{بِمَعْرُوفٍ} من غير ضرار {أَوْ سَرّحُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ} اتركوهن حتى تنقضي
عدّتهن {وَلاَ تُمْسِكُوهُنَّ} بالرجعة {ضِرَارًا} مفعول له {لِّتَعْتَدُواْ}
عليهن بالإلجاء إلى الافتداء والتطليق وتطويل الحبس {وَمَن يَفْعَلْ ذلك فَقَدْ
ظَلَمَ نَفْسَهُ} بتعريضها إلى عذاب الله {وَلاَ تَتَّخِذُواْ آيات الله هُزُوًا}
مهزوءاً بها بمخالفتها {واذكروا نِعْمَةَ الله عَلَيْكُمْ} بالإسلام {وَمَا
أَنزَلَ عَلَيْكُم مّنَ الكتاب} القرآن {والحكمة} ما فيه من الأحكام {يَعِظُكُمْ
بِهِ} بأن تشكروها بالعمل بِهِ {واتقوا الله واعلموا أَنَّ الله بِكُلّ شَىْءٍ
عَلِيمٌ} لا يخفى عليه شيء
231. (Apabila kamu menceraikan istri-istri, lalu
sampai idahnya), maksudnya dekat pada berakhir idahnya (maka peganglah mereka),
artinya rujuklah kepada mereka (secara baik-baik) tanpa menimbulkan kesusahan
bagi mereka (atau lepaskanlah secara baik-baik pula), artinya biarkanlah mereka
itu sampai habis idah mereka. (Janganlah kamu tahan mereka itu) dengan rujuk
(untuk menimbulkan kesusahan) berfungsi sebagai maf`ul liajlih (sehingga
menganiaya mereka) sampai mereka terpaksa menebus diri, minta cerai dan
menunggu lama. (Barang siapa melakukan demikian, berarti ia menganiaya dirinya)
dengan menghadapkannya pada siksaan Allah (dan janganlah kamu jadikan ayat-ayat
Allah sebagai permainan), artinya berolok-olok dengan melanggarnya (dan
ingatlah nikmat Allah kepadamu), yakni agama Islam (dan apa-apa yang telah
diturunkan-Nya padamu berupa Kitab) Alquran (dan hikmah) artinya hukum-hukum
yang terdapat padanya (Allah memberimu pengajaran dengannya) agar kamu
bersyukur dengan mengamalkannya (Dan bertakwalah kamu kepada Allah serta
ketahuilah bahwa Allah mengetahui segala sesuatunya) hingga tidak satu pun yang
tersembunyi bagi-Nya.
{وَإِذَا طَلَّقْتُمُ النساء فَبَلَغْنَ
أَجَلَهُنَّ} انقضت عدتهن {فَلاَ تَعْضُلُوهُنَّ} خطاب للأولياء أي تمنعوهن من
{أَن يَنكِحْنَ أزواجهن} المطلقين لهن ، لأن سبب نزولها أن أخت معقل بن يسار طلقها
زوجها فأراد أن يراجعها فمنعها معقل بن يسار ، كما رواه الحاكم {إِذَا تراضوا} أي
الأزواج والنساء {بَيْنَهُم بالمعروف} شرعاً {ذلك} النهي عن العضل {يُوعَظُ بِهِ
مَن كَانَ مِنكُمْ يُؤْمِنُ بالله واليوم الأخر} لأنه المنتفع به {ذلكم} أي ترك
العَضْل {أزكى} خير {لَّكُمْ وَأَطْهَرُ} لكم ولهم لما يُخْشَى على الزوجين من
الريبة بسبب العلاقة بينهما {والله يَعْلَمُ} ما فيه المصلحة {وَأَنتُمْ لاَ
تَعْلَمُونَ} ذلك فاتبعوا أمره
232. (Apabila kamu menceraikan istri-istrimu lalu
sampai idahnya), maksudnya habis masa idahnya, (maka janganlah kamu halangi
mereka itu) ditujukan kepada para wali agar mereka tidak melarang wanita-wanita
untuk (untuk rujuk dengan suami-suami mereka yang telah menceraikan mereka
itu). Asbabun nuzul ayat ini bahwa saudara perempuan dari Ma`qil bin Yasar
diceraikan suaminya, lalu suaminya itu hendak rujuk kepadanya, tetapi dilarang
oleh Ma`qil bin Yasar, sebagaimana diriwayatkan oleh Hakim (jika terdapat
kerelaan), artinya kerelaan suami istri (di antara mereka secara baik-baik),
artinya menurut syariat. (Demikian itu), yakni larangan menghalangi itu
(dinasihatkan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu kepada Allah dan
hari yang akhir). Karena hanya mereka sajalah yang mengerti nasihat ini (Itu),
artinya tidak menghalangi (lebih suci) lebih baik (bagi kamu dan lebih bersih)
baik bagi kamu maupun bagi mereka karena dikhawatirkan kedua belah pihak bekas
suami istri akan melakukan hubungan gelap, mengingat kedua belah pihak sudah
saling cinta dan mengenal. (Dan Allah mengetahui) semua maslahat (sedangkan
kamu tidak mengetahui yang demikian itu), maka mohonlah petunjuk dan ikutilah
perintah-Nya.
{والوالدات يُرْضِعْنَ} أي ليرضعن
{أولادهن حَوْلَيْنِ} عامين {كَامِلَيْنِ} صفة مؤكِّدة ذلك {لِمَنْ أَرَادَ أَن
يُتِمَّ الرضاعة} ولا زيادة عليه {وَعلَى المولود لَهُ} أي الأب {رِزْقُهُنَّ}
إطعام الوالدات {وَكِسْوَتُهُنَّ} على الإرضاع إذا كن مطلقات {بالمعروف} بقدر
طاقته {لاَ تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلاَّ وُسْعَهَا} طاقتها {لاَ تُضَآرَّ والدة
بِوَلَدِهَا} أي بسببه بأن تُكْرَهَ على إرضاعه إذا امتنعت {وَلاَ} يضار
{مَوْلُودٌ لَّهُ بِوَلَدِهِ} أي بسببه بأن يكلف فوق طاقته وإضافة (الولد) إلى كل
منهما في الموضعين للاستعطاف {وَعَلَى الوارث} أي وارث الأب وهو الصبي أي على وليه
في ماله {مِثْلُ ذلك} الذي على الأب للوالدة من الرزق والكسوة {فَإِنْ أَرَادَا}
أي الوالدان {فِصَالاً} فطاماً له قبل الحولين صادراً {عَن تَرَاضٍ} اتفاق
{مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ} بينهما لتظهر مصلحة الصبي فيه {فَلاَ جُنَاحَ
عَلَيْهِمَا} في ذلك {وَإِنْ أَرَدتُّم} خطاب للآباء {أَن تَسْتَرْضِعُواْ
أولادكم} مراضع غير الوالدات {فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ} فيه {إِذَا سَلَّمْتُم}
إليهن {مَّآ ءَاتَيْتُم} أي أردتم إيتاءه لهن من الأجرة {بالمعروف} بالجميل كطيب
النفس {واتقوا الله واعلموا أَنَّ الله بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ} لا يخفى عليه
شيء منه
233. (Para ibu menyusukan), maksudnya hendaklah
menyusukan (anak-anak mereka selama dua tahun penuh) sifat yang memperkuat,
(yaitu bagi orang yang ingin menyempurnakan penyusuan) dan tidak perlu ditambah
lagi. (Dan kewajiban yang diberi anak), maksudnya bapak (memberi mereka (para
ibu) sandang pangan) sebagai imbalan menyusukan itu, yakni jika mereka
diceraikan (secara makruf), artinya menurut kesanggupannya. (Setiap diri itu
tidak dibebani kecuali menurut kadar kemampuannya, maksudnya kesanggupannya.
(Tidak boleh seorang ibu itu menderita kesengsaraan disebabkan anaknya)
misalnya dipaksa menyusukan padahal ia keberatan (dan tidak pula seorang ayah
karena anaknya), misalnya diberi beban di atas kemampuannya. Mengidhafatkan
anak kepada masing-masing ibu dan bapak pada kedua tempat tersebut ialah untuk
mengimbau keprihatinan dan kesantunan, (dan ahli waris pun) ahli waris dari
bapaknya, yaitu anak yang masih bayi dan di sini ditujukan kepada wali yang
mengatur hartanya (berkewajiban seperti demikian), artinya seperti kewajiban
bapaknya memberi ibunya sandang pangan. (Apabila keduanya ingin), maksudnya ibu
bapaknya (menyapih) sebelum masa dua tahun dan timbul (dari kerelaan) atau
persetujuan (keduanya dan hasil musyawarah) untuk mendapatkan kemaslahatan si
bayi, (maka keduanya tidaklah berdosa) atas demikian itu. (Dan jika kamu ingin)
ditujukan kepada pihak bapak (anakmu disusukan oleh orang lain) dan bukan oleh
ibunya, (maka tidaklah kamu berdosa) dalam hal itu (jika kamu menyerahkan)
kepada orang yang menyusukan (pembayaran upahnya) atau upah yang hendak kamu
bayarkan (menurut yang patut) secara baik-baik dan dengan kerelaan hati. (Dan
bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang
kamu kerjakan) hingga tiada satu pun yang tersembunyi bagi-Nya.
{والذين يُتَوَفَّوْنَ} يموتون
{مِنكُمْ وَيَذَرُونَ} يتركون {أزواجا يَتَرَبَّصْنَ} أي ليتربصن {بِأَنفُسِهِنَّ}
بعدهم عن النكاح {أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَعَشْرًا} من الليالي ، وهذا في غير
الحوامل أما الحوامل فعدّتهن أن يضعن حملهن بآية (الطلاق) ، والأمَةُ على النصف من
ذلك بالسُّنَة {فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ} انقضت عدة تربصهن {فَلاَ جُنَاحَ
عَلَيْكُمْ} أيها الأولياء {فِيمَا فَعَلْنَ فِى أَنفُسِهِنَّ} من التزين والتعرض
للخطّاب {بالمعروف} شرعا {والله بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ} عالم بباطنه كظاهره
234. (Orang-orang yang wafat) atau meninggal dunia
(di antara kamu dengan meninggalkan istri-istri, maka mereka menangguhkan),
artinya hendaklah para istri itu menahan (diri mereka) untuk kawin setelah
suami mereka yang meninggal itu (selama empat bulan dan sepuluh), maksudnya
hari. Ini adalah mengenai wanita-wanita yang tidak hamil. Mengenai yang hamil,
maka idah mereka sampai melahirkan kandungannya berdasarkan ayat At-Thalaq, sedangkan
bagi wanita budak adalah setengah dari yang demikian itu, menurut hadis.
(Apabila waktu mereka telah sampai), artinya habis masa idahnya, (mereka tiada
dosa bagi kamu) hai para wali (membiarkan mereka berbuat pada diri mereka),
misalnya bersolek dan menyiapkan diri untuk menerima pinangan (secara
baik-baik), yakni menurut agama. (Dan Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu
lakukan), baik yang lahir maupun yang batin.
{ وَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا
عَرَّضْتُم } لوّحتم { بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النسآء } المتوفى عنهن أزواجهن في
العدّة كقول الإنسان مثلاً : إنك لجميلة ، ومن يجد مثلك؟ ورُبَّ راغب فيك { أَوْ
أَكْنَنتُمْ } أضمرتم { فِى أَنفُسِكُمْ } من قصد نكاحهن { عَلِمَ الله أَنَّكُمْ
سَتَذْكُرُونَهُنَّ } بالخطبة ولا تصبرون عنهن فأباح لكم التعريض { ولكن لاَّ
تُوَاعِدُوهُنَّ سِرّاً } أي نكاحاً { إِلآ } لكن { أَن تَقُولُواْ قَوْلاً
مَّعْرُوفًا } أي ما عرف شرعاً من التعريض فلكم ذلك { وَلاَ تَعْزِمُواْ عُقْدَةَ
النكاح } أي على عقده { حتى يَبْلُغَ الكتاب } أي المكتوب من العدّة { أَجَلَهُ }
بأن ينتهي { واعلموا أَنَّ الله يَعْلَمُ مَا فِى أَنفُسِكُمْ } من العزم وغيره {
فاحذروه } أن يعاقبكم إذا عزمتم { واعلموا أَنَّ الله غَفُورٌ } لمن يحذره {
حَلِيمٌ } بتأخيره العقوبة عن مستحقها
235. (Dan tak ada dosa bagimu meminang
wanita-wanita itu secara sindiran), yakni wanita-wanita yang kematian suami dan
masih berada dalam idah mereka, misalnya kata seseorang kepadanya, "Engkau
cantik" atau "Siapa yang melihatmu pasti jatuh cinta" atau
"tiada wanita secantik engkau" (atau kamu sembunyikan) kamu
rahasiakan (dalam hatimu) rencana untuk mengawini mereka. (Allah mengetahui
bahwa kamu akan menyebut-nyebut mereka) dan tidak sabar untuk meminang, maka
diperbolehkannya secara sindiran, (tetapi janganlah kamu mengadakan perjanjian
dengan mereka secara rahasia), maksudnya perjanjian kawin (melainkan)
diperbolehkan (sekadar mengucapkan kata-kata yang baik) yang menurut syariat
dianggap sindiran pinangan. (Dan janganlah kamu pastikan akan mengakadkan
nikah), artinya melangsungkannya (sebelum yang tertulis) dari idah itu (habis
waktunya) tegasnya sebelum idahnya habis. (Dan ketahuilah bahwa Allah
mengetahui apa yang ada di dalam hatimu) apakah rencana pasti atau lainnya
(maka takutlah kepada-Nya) dan janganlah sampai menerima hukuman-Nya disebabkan
rencanamu yang pasti itu (Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun) terhadap
orang yang takut kepada-Nya (lagi Maha Penyantun) hingga menangguhkan
hukuman-Nya terhadap orang yang berhak menerimanya.
{ لاَّ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِن
طَلَّقْتُمُ النساء مَا لَمْ تَمَسُّوهُنَّ } وفي قراءة ( تُماسُّوهُنَّ ) أي
تجامعوهن { أَوْ } لم { تَفْرِضُواْ لَهُنَّ فَرِيضَةً } مهراً و ( ما ) مصدرية
ظرفية أي لا تَبِعَة عليكم في الطلاق- زمن عدم المسيس والفرض- بإثم ولا مهر
فطلقوهن { وَمَتِّعُوهُنَّ } أعطوهن ما يتمتعن به { عَلَى الموسع } الغني منكم {
قَدَرُهُ وَعَلَى المقتر } الضيق الرزق { قَدَرُهُ } يفيد أنه لا نظر إلى قدر
الزوجة { متاعا } تمتيعاً { بالمعروف } شرعاً صفة (متاعاً) { حَقّاً } صفة ثانية
أو مصدر مؤكِّد { عَلَى المحسنين } المطيعين
236. (Tidak ada dosa bagi kamu, jika kamu
menceraikan istri-istrimu sebelum kamu menyentuh mereka) menurut satu qiraat,
'tumaassuuhunna' artinya mencampuri mereka (atau) sebelum (kamu menentukan
maharnya), maksudnya maskawinnya. 'Ma' mashdariyah zharfiyah, maksudnya tak ada
risiko atau tanggung jawabmu dalam perceraian sebelum campur dan sebelum
ditentukannya berapa mahar, maka ceraikanlah mereka itu. (Dan hendaklah kamu
beri mereka itu 'mutah') atau pemberian yang akan menyenangkan hati mereka;
(bagi yang mampu) maksudnya yang kaya di antaramu (sesuai dengan kemampuannya,
sedangkan bagi yang melarat) atau miskin (sesuai dengan kemampuannya pula). Ini
menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tentang derajat atau kedudukan istri
(yaitu pemberian) atau hiburan (menurut yang patut) menurut syariat dan menjadi
sifat bagi mata`an. Demikian itu (merupakan kewajiban) 'haqqan' menjadi sifat
yang kedua atau mashdar yang memperkuat (bagi orang-orang yang berbuat
kebaikan) atau orang-orang yang taat.
{ وَإِن طَلَّقْتُمُوهُنَّ مِن قَبْلِ
أَن تَمَسُّوهُنَّ وَقَدْ فَرَضْتُمْ لَهُنَّ فَرِيضَةً فَنِصْفُ مَا فَرَضْتُمْ }
يجب لهن ويرجع لكم النصف { إِلا } لكن { أَن يَعْفُونَ } أي الزوجات فيتركنه {
أَوْ يَعْفُوَاْ الذى بِيَدِهِ عُقْدَةُ النكاح } وهو الزوج فيترك لها الكل وعن
ابن عباس : الولي إذا كانت محجورة فلا حرج في ذلك { وَأَن تَعْفُواْ } مبتدأ خبره
{ أَقْرَبُ للتقوى وَلاَ تَنسَوُاْ الفضل بَيْنَكُمْ } أي أن يتفضل بعضكم على بعض
{ إِنَّ الله بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ } فيجازيكم به
237. (Dan jika kamu menceraikan istri-istrimu
sebelum mencampuri mereka, padahal kamu sudah menetapkan mahar, maka bayarlah
separuh dari yang telah kamu tetapkan itu). Ini menjadi hak mereka, sedangkan
yang separuhnya lagi kembali kepadamu, (kecuali) atau tidak demikian hukumnya
(jika mereka itu), maksudnya para istri itu memaafkan mereka hingga mereka
tidak mengambilnya (atau dimaafkan oleh yang pada tangannya tergenggam akad
nikah), yaitu suami, maka mahar diserahkan kepada para istri-istri itu
semuanya. Tetapi menurut keterangan yang diterima dari Ibnu Abbas, wali boleh
bertindak sepenggantinya, bila wanita itu mahjurah (tidak dibolehkan
bertasaruf) dan hal ini tidak ada dosa baginya, maka dalam hal itu tidak ada
kesulitan (dan bahwa kamu memaafkan itu) 'an' dengan mashdarnya menjadi
mubtada' sedangkan khabarnya ialah (lebih dekat kepada ketakwaan. Dan jangan
kamu lupakan keutamaan di antara kamu), artinya saling menunjukkan kemurahan
hati, (sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan) dan akan
membalasmu sebaik-baiknya.
{ حافظوا عَلَى الصلوات } الخمس
بأدائها في أوقاتها { والصلاوة ا لْوُسْطَى } هي العصر أو الصبح أو الظهر أو غيرها
أقوال وأفردها بالذكر لفضلها { وَقُومُواْ لِلَّهِ } في الصلاة { قانتين } قيل
مطيعين لقوله صلى الله عليه وسلم « كل قنوت في القرآن فهو طاعة » رواه أحمد وغيره
، وقيل ساكتين لحديث زيد بن أرقم : « كنا نتكلم في الصلاة حتى نزلت فأمرنا بالسكوت
ونهينا عن الكلام » رواه الشيخان
238. (Peliharalah semua salatmu), yakni yang lima
waktu dengan mengerjakannya pada waktunya (dan salat wustha atau pertengahan).
Ditemui beberapa pendapat, ada yang mengatakan salat asar, subuh, zuhur atau
selainnya dan disebutkan secara khusus karena keistimewaannya. (Berdirilah
untuk Allah) dalam salatmu itu (dalam keadaan taat) atau patuh, berdasarkan
sabda Nabi saw., "Setiap qunut dalam Alquran itu maksudnya ialah
taat" (H.R. Ahmad dan lain-lainnya). Ada pula yang mengatakan khusyuk atau
diam, berdasarkan hadis Zaid bin Arqam, katanya, "Mulanya kami
berkata-kata dalam salat, hingga turunlah ayat tersebut, maka kami pun disuruh
diam dan dilarang bercakap-cakap." (H.R. Bukhari dan Muslim)
{فَإِنْ خِفْتُمْ} من عدو أو سيل أو
سبع {فَرِجَالاً} جمع (راجل) أي مشاة صلّوا {أَوْ رُكْبَانًا} جمع (راكب) أي كيف
أمكن مستقبلي القبلة أو غيرها ويومىء بالركوع والسجود {فَإِذَا أَمِنتُمْ} من
الخوف {فاذكروا الله} أي صلّوا {كَمَا عَلَّمَكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ
تَعْلَمُونَ} قبل تعليمه من فرائضها وحقوقها والكاف بمعنى (مثل) و (ما) مصدرية أو
موصولة
239. (Jika kamu dalam keadaan takut) baik terhadap
musuh, maupun banjir atau binatang buas (maka sambil berjalan kaki) jamak dari
raajil, artinya salatlah sambil jalan kaki (atau berkendaraan), 'rukbaanan'
jamak dari 'raakib', maksudnya bagaimana sedapatnya, baik menghadap kiblat atau
tidak mau memberi isyarat saat rukuk dan sujud. (Kemudian apabila kamu telah
aman), yakni dari ketakutan, (maka sebutlah Allah), artinya salatlah
(sebagaimana Dia telah mengajarkan kepadamu apa-apa yang tidak kamu ketahui),
yakni sebelum diajarkan-Nya itu berupa fardu dan syarat-syaratnya. 'Kaf'
berarti 'umpama' dan 'maa' mashdariyah atau maushuulah.
{ والذين يُتَوَفَّوْنَ مِنكُمْ
وَيَذَرُونَ أزواجا } فليوصوا { وَصِيَّةً } وفي قراءة بالرفع ، أي عليهم {
لأَزْوَاجِهِم } وليعطوهن { متاعا } ما يتمتعن به من النفقة والكسوة { إلى } تمام
{ الحول } من موتهم الواجب عليهن تربصه { غَيْرَ إِخْرَاجٍ } حال أي غير مخرجات من
مسكنهن { فَإِنْ خَرَجْنَ } بأنفسهن { فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْكُمْ } يا أولياء الميت
{فِي مَا فَعَلْنَ فِى أَنفُسِهِنَّ مِن مَّعْرُوفٍ} شرعاً كالتزين وترك الإحداد
وقطع النفقة عنها { والله عَزِيزٌ } في ملكه { حَكِيمٌ } في صنعه والوصية المذكورة
منسوخة بآية الميراث وتربص الحول بآية أربعة أشهر وعشر السابقة المتأخرة في النزول
والسكنى ثابتة عند الشافعي رحمه الله
240. (Dan orang-orang yang akan meninggal dunia di
antara kamu dan meninggalkan istri) hendaklah (berwasiat) menurut satu qiraat
dengan baris di depan dan berarti wajib berwasiat (untuk istri-istri mereka)
agar mereka diberi (nafkah) yang dapat mereka nikmati (hingga) sempurna (satu
tahun) lamanya menunggu bagi istri-istri yang ditinggal mati suami (tanpa
mengeluarkan mereka), artinya tanpa menyuruh mereka pindah dari rumah yang
mereka diami sewaktu suami mereka masih hidup. (Tetapi jika mereka pindah) atas
kemauan sendiri, (maka tidak ada dosa bagimu) hai para wali orang yang mati
(mengenai apa yang mereka perbuat terhadap diri mereka secara patut), yakni
menurut syariat, misalnya bersolek, menghentikan masa berkabung dan tidak
hendak menerima nafkah lagi. (Dan Allah Maha Tangguh) dalam kerajaan-Nya (lagi
Maha Bijaksana) dalam perbuatan-Nya. Wasiat yang disebut di atas dinasakh oleh
ayat waris dan menunggu selama setahun oleh ayat empat bulan sepuluh hari yang
lalu, tetapi turunnya terkemudian. Mengenai tempat kediaman, menurut Syafii
tetap dipertahankan bagi istri-istri itu, artinya tidak dinasakh.



Categories : 


