(QS. Al-Mu'min : 60)
"Dan berfirman Tuhanmu "Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu."
(Q.S. Al-Baqarah: 155)
“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(Q.s. al-Mujadalah : 11)
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat"
Senin, 14 September 2015
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 141 - 160 ]
{ تِلْكَ
أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُم وَلاَ تُسْئَلُونَ
عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ } تقدّم مثله .
141. (Mereka itu adalah umat yang telah lalu, bagi
mereka apa yang telah mereka usahakan dan bagi kamu apa yang kamu usahakan; dan
kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang apa yang telah mereka
kerjakan). Ayat seperti ini telah kita temui di muka.
{ سَيَقُولُ السفهاء } الجهال { مِنَ الناس } اليهود
والمشركين { مَا ولاهم } أي شيء صرف النبي صلى الله عليه وسلم والمؤمنين { عَن
قِبْلَتِهِمُ التى كَانُواْ عَلَيْهَا } على استقبالها في الصلاة وهي بيت المقدس؟
والإتيان بالسين الدالة على الاستقبال من الإخبار بالغيب { قُل لّلَّهِ المشرق
والمغرب } أي الجهات كلها فيأمر بالتوجه إلى أي جهة شاء لا اعتراض عليه { يَهْدِى
مَن يَشَآء } هدايته { إلى صراط } طريق { مُّسْتَقِيمٍ } دين الإسلام أي ومنهم
أنتم دل على هذا .
142. (Orang-orang yang bodoh, kurang akalnya, di
antara manusia) yakni orang-orang Yahudi dan kaum musyrikin akan mengatakan,
(Apakah yang memalingkan mereka) yakni Nabi saw. dan kaum mukminin (dari kiblat
mereka yang mereka pakai selama ini) maksudnya yang mereka tuju di waktu salat,
yaitu Baitulmakdis. Menggunakan 'sin' yang menunjukkan masa depan, merupakan
pemberitaan tentang peristiwa gaib. (Katakanlah, "Milik Allahlah timur dan
barat) maksudnya semua arah atau mata angin adalah milik Allah belaka, sehingga
jika Dia menyuruh kita menghadap ke arah mana saja, maka tak ada yang akan
menentang-Nya. (Dia memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya) sesuai
dengan petunjuk-Nya (ke jalan yang lurus") yakni agama Islam. Termasuk
dalam golongan itu ialah kamu sendiri dan sebagai buktinya ialah:
{ وكذلك } كما هديناكم إليه { جعلناكم } يا أمّة محمد
{ أُمَّةً وَسَطًا } خياراً عدولاً { لِّتَكُونُواْ شُهَدَاءَ عَلَى الناس } يوم
القيامة أنَّ رسلهم بلَّغتهم { وَيَكُونَ الرسول عَلَيْكُمْ شَهِيدًا } أنه بلغكم
{ وَمَا جَعَلْنَا } صيرنا { القبلة } لك الآن الجهة { التى كُنتَ عَلَيْهَا }
أولاً وهي الكعبة وكان صلى الله عليه وسلم يصلي إليها فلما هاجر أُمِرَ باستقبال
بيت المقدس تألُّفا لليهود فصلى إليه ستة أو سبعة عشر شهراً ثم حُوِّلَ { إِلاَّ
لِنَعْلَمَ } علم ظهور { مَن يَتَّبِعُ الرسول } فيصدقه { مِمَّن يَنقَلِبُ على
عَقِبَيْهِ } أي يرجع إلى الكفر شكا في الدين وظنا أن النبي صلى الله عليه وسلم في
حيرة من أمره وقد ارتد لذلك جماعة { وَإِن } مخففة من الثقيلة واسمها محذوف أي :
وإنها { كَانَتْ } أي التولية إليها { لَكَبِيرَةً } شاقة على الناس { إِلاَّ
عَلَى الذين هَدَى الله } منهم { وَمَا كَانَ الله لِيُضِيعَ إيمانكم } أي صلاتكم
إلى بيت المقدس بل يثيبكم عليه لأن سبب نزولها السؤال عمن مات قبل التحويل { إِنَّ
الله بالناس } المؤمنين { لَرَؤُوفٌ رَّحِيمٌ } في عدم إضاعة أعمالهم و ( الرأفة )
شدّة الرحمة وقُدّم الأبلغ للفاصلة .
143. (Demikian pula) sebagaimana Kami telah
membimbing kamu padanya. (Kami jadikan kamu) hai Muhammad (sebagai umat yang
pertengahan) artinya sebagai umat yang adil dan pilihan, (agar kamu sekalian
menjadi saksi terhadap umat manusia) pada hari kiamat bahwa rasul-rasul mereka
telah menyampaikan risalah kepada mereka (dan agar rasul menjadi saksi terhadap
kamu sekalian) bahwa ia telah menyampaikan risalahnya kepadamu. (Dan tidaklah
Kami jadikan kiblat) kamu sekarang ini (menurut arah kiblatmu dulu) yaitu
Kakbah yang menjadi kiblatmu yang mula-mula. Di Mekah Nabi saw. ketika salat
menghadap ke sana dan tatkala ia hijrah ke Madinah disuruhnya menghadap ke
Baitulmakdis guna mengambil hati orang-orang Yahudi. Ada 16 atau 17 bulan
lamanya Nabi menghadap ke Baitulmakdis, lalu kembali menghadap ke Kakbah
(melainkan agar Kami ketahui) menurut ilmu lahir (siapa yang mengikuti rasul)
lalu membenarkannya (di antara orang-orang yang membelot) artinya murtad dan
kembali pada kekafiran disebabkan keragu-raguan terhadap agama dan dugaan bahwa
Nabi saw. dalam kebimbangan menghadapi urusannya. Memang ada segolongan orang
yang murtad disebabkan ini. (Dan sungguh) 'in' berasal dari 'inna', sedangkan
isimnya dibuang dan pada mulanya berbunyi 'wa-innaha', artinya 'dan
sesungguhnya ia' (adalah ia) yakni pemindahan kiblat itu (amat berat) amat
sulit diterima manusia, (kecuali bagi orang-orang yang diberi petunjuk oleh
Allah) di antara mereka (dan Allah tidak akan menyia-nyiakan keimanan mereka)
maksudnya salat mereka yang dulu menghadap ke Baitulmakdis, tetapi akan tetap
memberi pahala kepada mereka karenanya. Sebagaimana kita ketahui sebab turun
ayat ini adalah datangnya pertanyaan mengenai orang yang meninggal sebelum
pemindahan kiblat. (Sesungguhnya Allah terhadap manusia) yakni yang beriman (Maha
Pengasih lagi Maha Penyayang) sehingga Dia tidak akan menyia-nyiakan amal
perbuatan mereka. 'Ra`fah', artinya amat pengasih dan didahulukan agar lebih
tepat menemui sasaran.
{ قَدْ } للتحقيق { نرى تَقَلُّبَ } تصرُّف { وَجْهِكَ
فِي } جهة { السماء } متطلعا إلى الوحي ومتشوّقاً للأمر باستقبال الكعبة وكان يودّ
ذلك لأنها قبلة إبراهيم ولأنه أدْعَى إلى إسلام العرب { فَلَنُوَلّيَنَّكَ }
نحِّولنَّك { قِبْلَةً ترضاها } تحبها { فَوَلّ وَجْهَكَ } استقبل في الصلاة {
شَطْرَ } نحو { المسجد الحرام } أي الكعبة { وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ } خطاب للأمة {
فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ } في الصلاة { شَطْرَهُ وَإِنَّ الذين أُوتُواْ الكتاب
لَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ } أي التولي إلى الكعبة { الحق } الثابت { مِّن رَّبّهِمُ }
لما في كتبهم من نعت النبي صلى الله عليه وسلم من أنه يتحول إليها { وَمَا الله
بغافل عَمَّا يَعْمَلُونَ } بالتاء أيها المؤمنون من امتثال أمره وبالياء أي
اليهود من إنكار أمر القبلة .
144. (Sungguh) menyatakan kepastian (telah Kami
lihat perpalingan) atau tengadah (wajahmu ke) arah (langit) menunggu-nunggu
kedatangan wahyu dan rindu menerima perintah untuk menghadap Kakbah. Sebabnya
tidak lain karena ia merupakan kiblat Nabi Ibrahim dan lebih menggugah untuk
masuk Islamnya orang-orang Arab (maka sungguh akan Kami palingkan kamu)
pindahkan kiblatmu (ke kiblat yang kamu ridai) yang kamu sukai. (Maka
palingkanlah mukamu) artinya menghadaplah di waktu salat (ke arah
Masjidilharam) yakni Kakbah (dan di mana saja kamu berada) ditujukan kepada
seluruh umat (palingkanlah mukamu) dalam salat (ke arahnya! Dan sesungguhnya
orang-orang yang diberi Alkitab sama mengetahui bahwa itu) maksudnya pemindahan
kiblat ke arah Kakbah (benar) tidak disangsikan lagi (dari Tuhan mereka) karena
di dalam kitab-kitab suci mereka dinyatakan bahwa di antara ciri-ciri Nabi saw.
ialah terjadinya pemindahan kiblat di masanya. (Dan Allah sekali-kali tidak
lalai dari apa yang kamu kerjakan) jika dengan ta, maka ditujukan kepada 'kamu'
hai orang-orang yang beriman, yang mematuhi segala perintah-Nya, sebaliknya
bila dengan ya, maka ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang menyangkal soal
kiblat ini.
{ وَلَئِنِ } لام قسم { أَتَيْتَ الذين أُوتُواْ
الكتاب بِكُلّ ءَايَةٍ } على صدقك في أمر القبلة { مَّا تَبِعُواْ } أي لايتبعون {
قِبْلَتَكَ } عناداً { وَمَا أَنتَ بِتَابِعٍ قِبْلَتَهُمْ } قطع لطمعه في إسلامهم
وطمعهم في عوده إليها { وَمَا بَعْضُهُم بِتَابِعٍ قِبْلَةَ بَعْضٍ } أي اليهود
قبلة النصارى وبالعكس { وَلَئِنِ اتبعت أَهْوَاءَهُم } التي يدعونك إليها { مّن
بَعْدِ مَا جَاءكَ مِنَ العلم } الوحي { إِنَّكَ إِذَاً } إن اتبعتهم فرضاً {
لَّمِنَ الظالمين } .
145. (Dan sesungguhnya jika) lam untuk sumpah
(kamu datangkan kepada orang-orang yang diberi Alkitab semua bukti) atas
kebenaranmu tentang soal kiblat (mereka tidak mengikuti) maksudnya tidak akan
mengikuti (kiblatmu) disebabkan keingkaran (dan kamu pun tidak akan mengikuti
kiblat mereka). Hal ini dipastikan Allah mengingat keinginan kuat dari Nabi
agar mereka masuk Islam dan keinginan kuat mereka agar Nabi saw. kembali
berkiblat ke Baitulmakdis. (Dan sebagian mereka pun tidak akan mengikuti kiblat
sebagian yang lain) maksudnya orang-orang Yahudi terhadap kiblat orang-orang
Kristen dan sebaliknya orang-orang Kristen terhadap kiblat orang-orang Yahudi.
(Dan sekiranya kamu mengikuti keinginan mereka) yang mereka ajukan dan tawarkan
kepadamu (setelah datang ilmu kepadamu) maksudnya wahyu, (maka kalau begitu
kamu) apabila kamu mengikuti mereka (termasuk golongan orang-orang yang
aniaya).
{ الذين آتيناهم الكتاب يَعْرِفُونَهُ } أي محمداً {
كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمُ } بنعته في كتبهم قال ابن سلام : ( لقد عرفته حين
رأيته كما أعرف ابني ومعرفتي لمحمد أشدّ ) { وَإِنَّ فَرِيقًا مّنْهُمْ
لَيَكْتُمُونَ الحق } نعته { وَهُمْ يَعْلَمُونَ } هذا الذي أنت عليه .
146. (Orang-orang yang Kami beri Alkitab
mengenalnya) Muhammad (sebagaimana mereka mengenal anak-anak mereka sendiri)
karena disebutkan ciri-cirinya dalam kitab-kitab suci mereka. Kata Ibnu Salam,
"Sesungguhnya ketika aku melihatnya, maka aku pun segera mengenalnya,
sebagaimana aku mengenal putraku sendiri, bahkan lebih kuat lagi mengenal
Muhammad." (Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan
kebenaran) maksudnya ciri-cirinya itu (padahal mereka mengetahui) keadaanmu dan
siapa kamu yang sebenarnya.
{ الحق } كائن { مِن رَّبّكَ فَلاَ تَكُونَنَّ مِنَ
الممترين } الشاكِّين فيه أي من هذا النوع فهو أبلغ من ( لا تَمْتَر ) .
147. (Kebenaran itu) betapa pun (dari Tuhanmu,
maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan) dalam kebimbangan, misalnya
mengenai soal kiblat ini. Susunan kata seperti itu lebih kuat lagi daripada
mengatakan, "Jangan kamu ragu!"
{ وَلِكُلٍّ } من الأمم { وِجْهَةٌ } قبلة { هُوَ
مُوَلّيهَا } وجهه في صلاته وفي قراءة (مُوَلاَّها) { فَاسْتَبِقُواْ الخَيْرَاتِ
} بادروا إلى الطاعات وقبولها { أَيْنَ مَا تَكُونُواْ يَأْتِ بِكُمُ الله
جَمِيعًا } يجمعكم يوم القيامة فيجازيكم بأعمالكم { إِنَّ الله على كُلِّ شَىْء
قَدِيرٌ } .
148. (Dan bagi masing-masing) maksudnya
masing-masing umat (ada arah dan tujuan) maksudnya kiblat (tempat ia
menghadapkan wajahnya) di waktu salatnya. Menurut suatu qiraat bukan
'muwalliihaa' tetapi 'muwallaahaa' yang berarti majikan atau yang menguasainya,
(maka berlomba-lombalah berbuat kebaikan) yakni segera menaati dan menerimanya.
(Di mana saja kamu berada, pastilah Allah akan mengumpulkan kamu semua) yakni
di hari kiamat, lalu dibalas-Nya amal perbuatanmu. (Sesungguhnya Allah Maha
Kuasa atas segala sesuatu).
{ وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ } لسفر { فَوَلِّ وَجْهَكَ
شَطْرَ المسجد الحرام وَإِنَّهُ لَلْحَقُّ مِن رَّبّكَ وَمَا الله بغافل عَمَّا
تَعْمَلُونَ } بالتاء والياء تقدم مثله وكرره لبيان تساوي حكم السفر وغيره .
149. (Dan dari mana saja kamu keluar) untuk
sesuatu perjalanan, (maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan
sesungguhnya itu merupakan ketentuan yang hak dari Tuhanmu dan Allah tidak
lalai terhadap apa yang kamu kerjakan) dibaca dengan ta dan ya. Ayat seperti
ini telah kita temui dulu dan diulang-ulang untuk menyatakan persamaan hukum
dalam perjalanan dan lain-lainnya.
{ وَمِنْ حَيْثُ خَرَجْتَ فَوَلّ وَجْهَكَ شَطْرَ
المسجد الحرام وَحَيْثُ مَا كُنتُمْ فَوَلُّواْ وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ } كرّره
للتأكيد { لِئَلاَّ يَكُونَ لِلنَّاسِ } اليهود أو المشركين { عَلَيْكُمْ حُجَّةٌ
} أي مجادلة في التولي إلى غيره أي لتنتفي مجادلتهم لكم من قول اليهود يجحد ديننا
ويتبع قبلتنا وقول المشركين يدَّعي ملة إبراهيم ويخالف قبلته { إِلاَّ الذين
ظَلَمُواْ مِنْهُمْ } بالعناد فإنهم يقولون ما تحوّل إليها إلا ميلاً إلى دين
آبائه والاستثناء متصل والمعنى : لا يكون لأحد عليكم كلام إلا كلام هؤلاء { فَلاَ
تَخْشَوْهُمْ } تخافوا جدالهم في التولي إليها { واخشونى } بامتثال أمري {
وَلأُتِمَّ } عطف على ( لئلا يكون ) {نِعْمَتِى عَلَيْكُمْ} بالهداية إلى معالم
دينكم { وَلَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ } إلى الحق .
150. (Dan dari mana saja kamu berangkat, maka
palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, maka
hadapkanlah mukamu ke arahnya!) Diulang-ulang untuk memperkuat (agar tidak ada
bagi manusia) baik Yahudi maupun orang musyrik (hujah atas kamu) maksudnya
alasan agar kamu meninggalkan dan berpaling ke arah lainnya, yakni untuk
menyangkal perdebatan mereka dengan kamu, misalnya kata orang-orang Yahudi,
"Ia mengingkari agama kita tetapi ia mengikuti arah kiblat kita," dan
kata orang-orang musyrik, "Ia mengaku mengikuti agama Ibrahim tetapi ia
melanggar arah kiblatnya," (kecuali orang-orang yang aniaya di antara
mereka) disebabkan keingkaran. Mereka mengatakan bahwa perpalingan Muhammad ke
Kakbah itu sebabnya tidak lain hanyalah karena kecenderungannya pada agama
nenek moyangnya. 'Itstitsna' atau pengecualian di sini adalah 'muttashil' atau
berhubungan dan maksudnya adalah tak ada omelan seorang pun kepadamu selain
dari omelan mereka itu. (Maka janganlah kamu takut kepada mereka) maksudnya
teramat khawatir disebabkan peralihan kiblat itu (tetapi takutlah kepada-Ku)
yaitu dengan mengikuti segala perintah-Ku, (dan agar Aku sempurnakan) `athaf
atau dihubungkan pada 'li alla yakuuna', (nikmat-Ku kepadamu) dengan menuntunmu
pada pokok agamamu (dan supaya kamu memperoleh petunjuk) pada kebenaran.
{ كَمَا أَرْسَلْنَا } متعلق ( بأتم ) ، أي إتماما
كإتمامها بإرسالنا { فِيكُمْ رَسُولاً مّنْكُمْ } محمداً صلى الله عليه وسلم {
يَتْلُواْ عَلَيْكُمْ ءاياتنا } القرآن { وَيُزَكِيكُمْ } يطهركم من الشرك {
وَيُعَلّمُكُمُ الكتاب } القرآن { والحكمة } ما فيه من الأحكام { وَيُعَلّمُكُم
مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ } .
151. (Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu
seorang rasul dari golonganmu) berhubungan dengan lafal 'utimma', yakni untuk
menyempurnakan sebagaimana sempurnanya utusan Kami, yaitu Nabi Muhammad saw.
(yang membacakan kepadamu ayat-ayat Kami) Alquran, (menyucikan kamu)
membersihkan kamu dari kesyirikan, (mengajari kamu Alkitab) Alquran (dan
hikmah) yakni hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, (serta mengajari kamu
apa-apa yang belum kamu ketahui).
{ فاذكرونى } بالصلاة والتسبيح ونحوه { أَذْكُرْكُمْ }
قيل معناه ( أجازيكم ) وفي الحديث عن الله « من ذكرني في نفسه ذكرته في نفسي ومن
ذكرني في ملأ ذكرته في ملأ خير من ملئه » { واشكروا لِي } نعمتي بالطاعة { وَلاَ
تَكْفُرُونِ } بالمعصية .
152. (Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku) yakni
dengan salat, tasbih dan lain-lain (niscaya Aku ingat pula kepadamu). Ada yang
mengatakan maksudnya niscaya Aku balas amalmu itu. Dalam sebuah hadis qudsi
diketengahkan firman Allah, "Barang siapa yang mengingat-Ku dalam dirinya
niscaya Aku akan ingat dia dalam diri-Ku dan barang siapa mengingat-Ku di
hadapan khalayak ramai, maka Aku akan mengingatnya di hadapan khalayak yang
lebih baik!" (Dan bersyukurlah kepada-Ku) atas nikmat-Ku dengan jalan taat
kepada-Ku (dan janganlah kamu mengingkari-Ku) dengan jalan berbuat maksiat dan
durhaka kepada-Ku.
{ ياأيها الذين ءامَنُواْ استعينوا } على الآخرة {
بالصبر } على الطاعة والبلاء {والصلاة} خصها بالذكر لتكرُّرها وعظمها { إِنَّ الله
مَعَ الصابرين } بالعون .
153. (Hai orang-orang yang beriman! Mintalah
pertolongan) untuk mencapai kebahagiaan akhirat (dengan jalan bersabar) taat
melakukan ibadah dan sabar menghadapi cobaan (dan mengerjakan salat)
dikhususkan menyebutkannya disebabkan berat dan berulang-ulang (sesungguhnya
Allah bersama orang-orang yang sabar) artinya selalu melimpahkan
pertolongan-Nya kepada mereka.
{ وَلاَ تَقُولُواْ لِمَن يُقْتَلُ فِى سَبيلِ الله }
هم { أَمْوَاتٌ بَلْ } هم { أَحْيَاءٌ } أرواحهم في حواصل طيور خُضْرٍ تسرح في
الجنة حيث شاءت لحديث بذلك { وَلَكِن لاَّ تَشْعُرُونَ } تعلمون ما هم فيه .
154. (Dan janganlah kamu katakan terhadap orang
yang terbunuh di jalan Allah) bahwa mereka itu (mati, tetapi) mereka itu (masih
hidup) di mana roh-roh mereka bersemayam dalam jiwa burung-burung hijau terbang
bebas di dalam surga ke mana saja mereka kehendaki. Demikian menurut suatu
hadis, (hanya kamu tidak menyadarinya) artinya mengetahui mereka.
{ وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْء مّنَ الخوف } للعدوّ {
والجوع } القحط { وَنَقْصٍ مّنَ الأموال } بالهلاك { والأنفس } بالقتل والموت
والأمراض { والثمرات } بالحوائج أي لنختبرنكم فننظر أتصبرون أم لا؟ { وَبَشّرِ
الصابرين } على البلاء بالجنة .
155. (Dan sungguh Kami akan memberimu cobaan
berupa sedikit ketakutan) terhadap musuh, (kelaparan) paceklik, (kekurangan
harta) disebabkan datangnya malapetaka, (dan jiwa) disebabkan pembunuhan,
kematian dan penyakit, (serta buah-buahan) karena bahaya kekeringan, artinya
Kami akan menguji kamu, apakah kamu bersabar atau tidak. (Dan sampaikanlah
berita gembira kepada orang-orang yang sabar) bahwa mereka akan menerima
ganjaran kesabaran itu berupa surga.
هم { الذين إِذَا أصابتهم مُّصِيبَةٌ } بلاء {
قَالُواْ إِنَّا لِلَّهِ } ملكاً وعبيداً يفعل بنا ما يشاء { وَإِنَّا إِلَيْهِ
راجعون } في الآخرة فيجازينا وفي الحديث « من استرجع عند المصيبة آجره الله فيها
وأخلف الله عليه خيراً » وفيه : أن مصباح النبي صلى الله عليه وسلم طَفِىءَ
فاسترجع فقالت عائشة إنما هذا مصباح فقال « كل ما ساء المؤمن فهو مصيبة » رواه أبو
داود في مراسيله .
156. (Yaitu orang-orang yang apabila mereka
ditimpa musibah) bencana atau malapetaka (mereka mengucapkan, 'Innaa lillaahi')
artinya sesungguhnya kita ini milik Allah; maksudnya menjadi milik dan
hamba-Nya yang dapat diperlakukan-Nya sekehendak-Nya, ('wa innaa ilaihi
raaji`uun') artinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kita akan kembali, yakni ke
akhirat, di sana kita akan diberi-Nya balasan. Dalam sebuah hadis disebutkan,
"Barang siapa yang istirja`/mengucapkan 'innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun'
ketika mendapat musibah, maka ia diberi pahala oleh Allah dan diiringi-Nya
dengan kebaikan." Juga diberitakan bahwa pada suatu ketika lampu Nabi saw.
padam, maka beliau pun mengucapkan istirja`, lalu kata Aisyah, "Bukankah
ini hanya sebuah lampu!" Jawabnya, "Setiap yang mengecewakan (hati)
orang mukmin itu berarti musibah." Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam
kumpulan hadis-hadis mursalnya.
{ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صلوات } مغفرة { مّن رَّبْهِمْ
وَرَحْمَةٌ } نعمة { وَأُولَئِكَ هُمُ المهتدون } إلى الصواب .
157. (Mereka itulah yang mendapat selawat) artinya
ampunan (dari Tuhan mereka serta rahmat) atau nikmat (dan merekalah orang-orang
yang mendapat petunjuk) ke arah yang benar.
{ إِنَّ الصفا والمروة } جبلان بمكة { مِن شَعَائِرِ
الله } أعلام دينه جمع ( شعيرة ) { فَمَنْ حَجَّ البيت أَوِ اعتمر } أي تلبس بالحج
أو العمرة وأصلهما القصد والزيارة { فَلاَ جُنَاحَ } إثم عَلَيْهِ { أَن
يَطَّوَّفَ } فيه إدغام التاء في الأصل في الطاء { بِهِمَا } بأن يسعى بينهما
سبعاً ، نزلت لما كره المسلمون ذلك لأنّ أهل الجاهلية كانوا يَطّوفون بهما وعليهما
صنمان يمسحونهما ، وعن ابن عباس أنّ السعي غير فرض لما أفاده رفع الإثم من التخيير
وقال الشافعي وغيره : ركن وبيَّن صلى الله عليه وسلم فريضته بقوله « إن الله كتب
عليكم السعي » رواه البيهقي وغيره وقال : « ابدأوا بما بدَأ الله به » يعني الصفا
رواه مسلم { وَمَن تَطَوَّعَ } في قراءة ( من تطوع ) بالتحتية وتشديد الطاء
مجزوماً وفيه إدغام التاء فيها { خَيْرًا } أي بخير أي عمل ما لم يجب عليه من طواف
وغيره {فَإِنَّ الله شَاكِرٌ} لعمله بالإثابة عليه { عَلِيمٌ } به .
158. (Sesungguhnya Safa dan Marwah) nama dua bukit
di Mekah (adalah sebagian dari syiar-syiar Allah) tanda-tanda kebesaran
agama-Nya, jamak dari 'syaa`irah.' (Barang siapa yang melakukan ibadah haji
atau umrah) artinya memakai pakaian haji atau umrah. Asal makna keduanya adalah
menyengaja dan berkunjung, (maka tiada salah baginya) artinya ia tidak berdosa
(mengerjakan sai) asalkan sebanyak tujuh kali. Ayat ini turun tatkala kaum
muslimin tidak bersedia melakukannya, disebabkan orang-orang jahiliah dulu
biasa tawaf di sana sambil menyapu dua berhala yang terdapat pada keduanya.
Menurut Ibnu Abbas bahwa sai itu hukumnya tidak wajib, hanya takhyir, artinya
dibolehkan memilih sebagai akibat tidak berdosa. Tetapi Syafii dan ulama
lainnya berpendapat bahwa sai adalah rukun dan hukum fardunya dinyatakan oleh
Nabi saw. dengan sabdanya, "Sesungguhnya Allah mewajibkan sai atas
kamu." (H.R. Baihaqi) Sabdanya pula, "Mulailah dengan apa yang
dimulai Allah, yakni Shafa." (H.R. Muslim) (Dan barang siapa yang dengan
kemauan sendiri berbuat) ada yang membaca 'Taththawwa`a', yaitu dengan
ditasydidkan ta pada tha, lalu diidgamkan (suatu kebaikan) maksudnya amalan
yang tidak wajib seperti tawaf dan lain-lainnya (maka sesungguhnya Allah Maha
Mensyukuri) perbuatannya itu dengan memberinya pahala (lagi Maha Mengetahui).
ونزل في اليهود { إِنَّ الذين يَكْتُمُونَ } الناس {
مَآ أَنزَلْنَا مِنَ البينات والهدى } كآية الرجم ونعت محمد صلى الله عليه وسلم {
مِن بَعْدِ مَا بيناه لِلنَّاسِ فِي الكتاب } التوراة { أُولَئِكَ يَلْعَنُهُمُ
الله } يبعدهم من رحمته { وَيَلْعَنُهُمُ اللاعنون } الملائكة والمؤمنون أو كل شيء
بالدعاء عليهم باللعنة .
159. Ayat berikut ini turun tentang orang-orang
Yahudi, (Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan) kepada manusia (apa-apa
yang telah Kami turunkan berupa keterangan dan petunjuk) seperti ayat rajam dan
tentang ciri-ciri Nabi Muhammad saw. (setelah Kami jelaskan kepada manusia
dalam Alkitab) yakni Taurat (mereka itu dikutuk oleh Allah) maksudnya
disingkirkan-Nya dari rahmat-Nya (dan dikutuk pula oleh makhluk-makhluk lainnya
dengan mendoakannya agar mendapat kutukan.
{ إِلاَّ الذين تَابُواْ } رجعوا عن ذلك {
وَأَصْلَحُواْ } عملهم { وَبَيَّنُواْ } ما كتموا {فَأُوْلَئِكَ أَتُوبُ
عَلَيْهِمْ} أقبل توبتهم { وَأَنَا التواب الرحيم } بالمؤمنين .
160. (Kecuali orang-orang yang tobat) artinya
sadar dan kembali dari kesalahannya, (mengadakan perbaikan) mengenai amal
perbuatan mereka, (dan memberikan penjelasan) tentang apa yang mereka
sembunyikan itu, (maka terhadap mereka Kuterima tobatnya) (dan Aku Maha
Penerima tobat lagi Maha Penyayang) terhadap orang-orang yang beriman.
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 121 - 140 ]
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 121 - 140 ]
{الذين
ءاتيناهم الكتاب} مبتدأ {يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلاَوَتِهِ} أي يقرؤونه كما أنزل
والجملة حال (وحقَّ) نُصِبَ على المصدر والخبر {أُوْلَئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ} نزلت
في جماعة قدموا من الحبشة وأسلموا {وَمن يَكْفُرْ بِهِ} أي بالكتاب المؤتى بأن
يحرّفه {فَأُوْلَئِكَ هُمُ الخاسرون} لمصيرهم إلى النار المؤبدة عليهم
121. (Orang-orang yang telah Kami beri Alkitab)
merupakan subjek (sedangkan mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya)
artinya membacanya sebagaimana diturunkan dan digabungkan dengan kalimat ini
menjadi 'hal'; 'haqqa' mendapat baris di atas sebagai mashdar atau maf`ul
muthlak, sedangkan yang menjadi khabarnya ialah, (mereka itulah yang beriman
kepadanya). Ayat ini diturunkan menceritakan segolongan orang yang datang dari
Abessinia lalu masuk Islam. (Dan barang siapa yang ingkar terhadapnya) artinya
terhadap kitab yang diturunkan itu, misalnya dengan mengubahnya dari yang asli
(maka merekalah orang-orang yang rugi) disebabkan mereka disediakan tempat di
neraka yang kekal lagi abadi.
{يابنى إسراءيل اذكروا نِعْمَتِى التى أَنْعَمْتُ
عَلَيْكُمْ وَأَنّى فَضَّلْتُكُمْ عَلَى العالمين} تقدّم مثله
122. (Hai Bani Israel! Ingatlah akan nikmat-Ku
yang telah Aku berikan kepadamu dan sesungguhnya Aku telah mengutamakan kamu
dari segala umat). Ayat seperti ini telah kita temui di muka.
{واتقوا} خافوا {يَوْمًا لاَّ تَجْزِى} تغني {نَفْسٌ
عَن نَّفْسٍ} فيه {شَيْئًا وَلاَ يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ} فداء {وَلاَ تَنفَعُهَا
شفاعة وَلاَ هُمْ يُنصَرُونَ} يمنعون من عذاب الله.
123. (Dan takutlah kamu akan) (suatu hari di waktu
tidak dapat menggantikan) (seseorang atas orang yang lainnya) padanya (sedikit
pun dan tidak diterima suatu tebusan darinya) (dan tidak akan memberi manfaat
kepadanya suatu syafaat dan tidak pula akan ditolong) atau dihindarkan dari
azab Allah.
{وَ} اذكر {إِذْ ابتلى} اختبر {إِبْرَاهِيمَ} وفي
قراءة (إبراهام) {رَبُّهُ بكلمات} بأوامر ونواه كلَّفه بها قيل هي مناسك الحج وقيل
المضمضة والاستنشاق والسواك وقص الشارب وَفرْقُ الرأس وقَلْمُ الأظفار ونتف الإبط
وحلق العانة والختان والاستنجاء {فَأَتَمَّهُنَّ} أدّاهن تامات {قَالَ} تعالى له :
{إِنّى جاعلك لِلنَّاسِ إِمَامًا} قدوة في الدين {قَالَ وَمِن ذُرّيَّتِى} أولادي
اجعل أئمة {قَالَ لاَ يَنَالُ عَهْدِي} بالإمامة {الظالمين} الكافرين منهم دل على
أنه ينال غير الظالم
124. (Dan) ingatlah (ketika Ibrahim mendapat
ujian) menurut satu qiraat Ibraham (dari Tuhannya dengan beberapa kalimat)
maksudnya dengan perintah dan larangan yang dibebankan kepadanya. Ada yang
mengatakan manasik atau pekerjaan haji, ada pula berkumur-kumur, menghirup air
ke hidung, menggosok gigi, memotong kumis, membelah rambut, memotong kuku,
mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, berkhitan dan istinja (lalu
disempurnakannya) maksudnya dikerjakannya secara sempurna. (Firman-Nya) yakni
Allah Taala, ("Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu sebagai imam bagi
manusia.") Artinya contoh dan ikutan dalam keagamaan. (Kata Ibrahim,
"Aku mohon juga dari keturunanku!") maksudnya dari anak cucuku
dijadikan imam-imam. (Firman-Nya, "Janji-Ku ini tidak mencapai) untuk
dijadikan imam (orang-orang yang aniaya") yakni orang-orang yang ingkar di
antara mereka. Sebaliknya bagi orang yang tidak aniaya, tidak tertutup
kemungkinan untuk diangkat sebagai imam.
{وَإِذْ جَعَلْنَا البيت} الكعبة {مَثَابَةً
لّلنَّاسِ} مرجعاً يثوبون إليه من كل جانب {وَأَمْناً} مأمناً لهم من الظلم والإغارات
الواقعة في غيره كان الرجل يلقى قاتل أبيه فيه فلا يَهِيجُهُ {واتخذوا} أيها الناس
{مِن مَّقَامِ إبراهيم} هو الحجر الذي قام عليه عند بناء البيت {مُصَلًّى} مكان
صلاة بأن تصلوا خلفه ركعتي الطواف ، وفي قراءة (واتخذوا) بفتح الخاء خبر
{وَعَهِدْنَا إلى إبراهيم وإسماعيل} أمرناهما {أن} أي بأن {طَهّرَا بَيْتِىَ} من
الأوثان {لِلطَّائِفِينَ والعاكفين} المقيمين فيه {والركع السجود} جمع راكع وساجد
المصلين
125. (Dan ketika Kami menjadikan Baitullah itu)
yakni Kakbah (sebagai tempat kembali bagi manusia) maksudnya tempat berkumpul
dari segenap pelosok (dan tempat yang aman) maksudnya aman dari penganiayaan
dan serangan yang sering terjadi di tempat lain. Sebagai contohnya pernah
seseorang menemukan pembunuh bapaknya, tetapi ia tidak mau membalas dendam di
tempat ini, (dan jadikanlah) hai manusia (sebagian makam Ibrahim) yakni batu
tempat berdirinya Nabi Ibrahim a.s. ketika membangun Baitullah (sebagai tempat
salat) yaitu dengan mengerjakan salat sunah tawaf di belakangnya. Menurut satu
qiraat dibaca 'wattakhadzuu' yang artinya, dan mereka menjadikan; hingga
menjadi kalimat berita. (Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail)
(yang bunyinya) ("Bersihkanlah rumah-Ku) dari berhala (untuk orang-orang
yang tawaf, yang iktikaf) artinya yang bermukim di sana (orang-orang yang rukuk
dan orang-orang yang sujud!") artinya orang-orang yang salat.
{وَإِذْ قَالَ إبراهيم رَبِّ اجعل هذا} المكان
{بَلَدًا آمِنًا} ذا أمن وقد أجاب الله دعاءه فجعله حرماً لا يسفك فيه دم إنسان
ولا يُظْلَم فيه أحد ولا يُصَاد صيده ولا يُخْتَلَى خلاه {وارزق أَهْلَهُ مِنَ
الثمرات} وقد فعل بنقل (الطائف) من الشام إليه وكان أقفر لا زرع فيه ولا ماء {مَنْ
ءامَنَ مِنْهُم بالله واليوم الآخر} بدل من (أهله)، وخصهم بالدعاء لهم موافقة
لقوله : (لا ينال عهدي الظالمين) {قَالَ} تعالى {وَ} أرزق {مَن كَفَرَ فَأُمَتّعُهُ}
بالتشديد والتخفيف [فأمتعه] في الدنيا بالرزق {قَلِيلاً} مدة حياته {ثُمَّ
أَضْطَرُّهُ} أُلجئه في الآخرة {إلى عَذَابِ النار} فلا يجد عنها محيصاً {وَبِئْسَ
المصير } المرجع هي
126. (Dan ketika Ibrahim berdoa, "Ya Tuhanku!
Jadikanlah ini) maksudnya tempat ini (sebagai suatu negeri yang aman). Doanya
dikabulkan Allah sehingga negeri Mekah dijadikan sebagai suatu negeri yang
suci, darah manusia tidak boleh ditumpahkan, seorang pun tidak boleh dianiaya,
tidak boleh pula diburu binatang buruannya dan dicabut rumputnya. (Dan berilah
penduduknya rezeki berupa buah-buahan) dan ini juga sudah menjadi kenyataan
dengan diangkutnya berbagai macam buah-buahan dari negeri Syam melalui
orang-orang yang hendak tawaf sekalipun tanahnya merupakan suatu tempat yang
tandus tanpa air dan tumbuh-tumbuhan (yakni yang beriman di antara mereka
kepada Allah dan hari akhir") merupakan 'badal' atau kalimat pengganti
bagi 'penduduknya' yang dikhususkan dengan doa, sesuai dengan firman-Nya,
"Dan janji-Ku ini tidaklah mencapai orang-orang yang aniaya." (Firman
Allah, "Dan) Aku beri mereka pula (orang-orang kafir lalu Aku beri
kesenangan sedikit) atau sementara, yakni selama hidup di dunia dengan rezeki,
dibaca 'fa-umatti`uhu', yakni dengan tasydid. (Kemudian Aku paksa ia) di akhirat
kelak (menjalani siksa neraka) sehingga tidak mendapatkan jalan keluar (dan
itulah seburuk-buruk tempat kembali").
{وَ} اذكر {إِذْ يَرْفَعُ إبراهيم القواعد} الأسس أو
الجُدُر {مِنَ البيت} يبنيه، متعلق (بيرفع) {وإسماعيل} عطف على (إبراهيم) يقولان
{رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا} بناءنا {إِنَّكَ أَنتَ السميع} للقول {العليم} بالفعل
127. (Dan) ingatlah (ketika Ibrahim meninggikan
sendi-sendi) dasar-dasar atau dinding-dinding (Baitullah) maksudnya membinanya
yang dapat dipahami dari kata 'meninggikan' tadi (beserta Ismail) `athaf atau
dihubungkan kepada Ibrahim sambil keduanya berdoa, ("Ya Tuhan kami!
Terimalah dari kami) amal kami membina ini, (sesungguhnya Engkau Maha
Mendengar) akan permohonan kami (lagi Maha Mengetahui) akan perbuatan kami.
{رَبَّنَا واجعلنا مُسْلِمَيْنِ} منقادين {لَكَ} اجعل
{مِنْ ذُرِّيَّتِنَا} أولادنا {أُمَّةً} جماعة {مُّسْلِمَةً لَّكَ} (ومن) للتبعيض
وأتى به لتقدُّم قوله (لا ينال عهدي الظالمين) {وَأَرِنَا} علّمنا {مَنَاسِكَنَا}
شرائع عبادتنا أو حجنا {وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنتَ التواب الرحيم} سألاه التوبة
مع عصمتهما تواضعاً وتعليماً لذرّيتهما
128. (Ya Tuhan kami! Jadikanlah kami berdua ini
orang yang patuh) dan tunduk (kepada-Mu dan) jadikanlah pula (di antara
keturunan kami) maksudnya anak cucu kami (umat) atau golongan (yang patuh
kepada-Mu). 'Min' menyatakan 'sebagian' dan diajukan mereka demikian karena
firman Allah yang lalu, 'Dan janji-Ku ini tidak mencapai orang-orang yang
aniaya.' (Dan tunjukkanlah kepada kami) ajarkanlah kepada kami (syariat ibadah
haji kami) maksudnya cara-cara dan tempat-tempatnya (dan terimalah tobat kami,
sesungguhnya Engkau Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang). Mereka bertobat
kepada Allah padahal mereka maksum atau terpelihara dari dosa, disebabkan
kerendahan hati mereka dan sebagai pelajaran bagi anak cucu mereka.
{رَبَّنَا وابعث فِيهِمْ} أي أهل البيت {رَسُولاً
مّنْهُمْ} من أنفسهم وقد أجاب الله دعاءه بمحمد صلى الله عليه وسلم {يَتْلُواْ
عَلَيْهِمْ ءاياتك} القرآن {وَيُعَلّمُهُمُ الكتاب} القرآن {والحكمة} أي ما فيه من
الأحكام {وَيُزَكّيهِمْ} يطهرهم من الشرك {إِنَّكَ أَنتَ العزيز} الغالب {الحكيم}
في صنعه
129. (Ya Tuhan kami! Utuslah untuk mereka) yakni
Ahlulbait (seorang rasul dari kalangan mereka) ini telah dikabulkan Allah
dengan dibangkitkannya kepada mereka Nabi Muhammad saw. (yang akan membacakan
kepada mereka ayat-ayat-Mu) Alquran (dan mengajari mereka Alkitab) yakni
Alquran (dan hikmah) maksudnya hukum-hukum yang terdapat di dalamnya (serta
menyucikan mereka) dari kemusyrikan (sesungguhnya Engkau Maha Kuasa) sehingga
mengungguli siapa pun (lagi Maha Bijaksana") dalam segala tindakan dan
perbuatan.
{وَمَنْ} أي لا {يَرْغَبُ عَن مِلَّةِ إبراهيم}
فيتركها {إِلاَّ مَن سَفِهَ نَفْسَهُ} جهل نفسه أنها مخلوقة لله يجب عليها عبادته
أو استخف بها وامتهنها {وَلَقَدِ اصطفيناه} اخترناه {فِى الدنيا} بالرسالة
والخُلَّة {وَإِنَّهُ فِى الأخرة لَمِنَ الصالحين} الذين لهم الدرجات العلى
130. (Dan siapakah) maksudnya tidak ada orang
(yang benci pada agama Ibrahim) lalu meninggalkannya (kecuali orang yang
memperbodoh dirinya sendiri) artinya tidak mengerti bahwa ia makhluk Allah dan
harus mengabdikan diri kepada-Nya atau yang dimaksud, mencelakakan dan
menghinakan dirinya sendiri (dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia)
sebagai seorang rasul dan seorang khalil, artinya 'sebagai seorang sahabat',
(dan sesungguhnya di akhirat dia benar-benar termasuk orang-orang yang saleh)
yang mempunyai kedudukan tinggi.
واذكر {إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ} انقد لله
وأخلص له دينك {قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ العالمين}
131. Ingatlah! (Ketika Tuhannya berfirman
kepadanya, "Tunduk dan berserah dirilah kamu!") maksudnya
"Tunduklah kepada Allah dan bulatkan pengabdianmu kepada-Nya!" (Jawab
Ibrahim, "Aku tunduk dan berserah diri kepada Tuhan semesta alam.")
{ووصى} وفي قراءة (أوصى) {بِهَا} بالملة {إبراهيم
بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ} بنيه قال {يابنى إِنَّ الله اصطفى لَكُمُ الدين} دين الإسلام
{فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ} نَهيٌ عن ترك الإسلام وأمْرٌ
بالثبات عليه إلى مصادفة الموت
132. (Dan Ibrahim telah mewasiatkan) maksudnya
agama itu. Menurut suatu qiraat 'aushaa', (kepada anak-anaknya, demikian pula
Yakub) kepada anak-anaknya, katanya, ("Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah
telah memilih agama ini untukmu) yakni agama Islam, (maka janganlah kamu mati
kecuali dalam menganut agama Islam!") Artinya ia melarang mereka
meninggalkan agama Islam dan menyuruh mereka agar memegang teguh agama itu
sampai nyawa berpisah dari badan.
ولما قال اليهود للنبي ألست تعلم أنّ يعقوب يوم مات
أوصى بنيه باليهودية نزل : {أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاء} حضوراً {إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ
الموت إِذْ} بدل من (إذ) قبله {قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِى} بعد
موتي؟ {قَالُواْ نَعْبُدُ إلهك وإله آبَائِكَ إبراهيم وإسماعيل وإسحاق} عَدَّ
إسماعيل من الآباء تغليبٌ ولأن العم بمنزلة الأب {إلها واحدا} بدل من (إلهك)
{وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ} و (أم) بمعنى همزة الإنكار أي لم تحضروه وقت موته
فكيف تنسبون إليه ما لا يليق به
133. Tatkala orang-orang Yahudi mengatakan kepada
Nabi saw., "Apakah kamu tidak tahu bahwa ketika akan mati itu Yakub
memesankan kepada putra-putranya supaya memegang teguh agama Yahudi," maka
turunlah ayat, ("Apakah kalian menyaksikan) atau turut hadir (ketika
tanda-tanda kematian telah datang kepada Yakub, yakni ketika) menjadi 'bada'
atau huruf pengganti bagi 'idz' yang sebelumnya, (ia menanyakan kepada
anak-anaknya, 'Apa yang kamu sembah sepeninggalku?") yakni setelah aku
meninggal? (Jawab mereka, "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan
bapak-bapakmu Ibrahim, Ismail dan Ishak). Ismail dianggap sebagai 'bapak'
berdasarkan taghlib atau pukul rata, karena kedudukan paman sama dengan bapak
(yakni Tuhan Yang Maha Esa) merupakan 'badal' atau kata pengganti dari
'Tuhanmu', (dan kami tunduk serta berserah diri kepada-Nya.") Kata 'am'
atau 'apakah' di atas berarti penolakan, artinya kalian tidak hadir ketika ia
wafat, maka betapa kalian berani menyatakan dan mengucapkan kepadanya perkataan
yang tidak-tidak!
{تِلْكَ} مبتدأ والإشارة إلى إبراهيم ويعقوب وبنيهما
وأُنِّث لتأنيث خبره { أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ } سلفت { لَهَا مَا كَسَبَتْ } من
العمل أي جزاؤه و استئناف { وَلَكُمْ } الخطاب لليهود { مَّا كَسَبْتُم وَلاَ
تُسْئَلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ } كما لا يسألون عن عملكم والجملة تأكيد
لما قبلها
134. (Itu) isyarat kepada Ibrahim dan Yakub serta
anak cucu mereka, menjadi 'mubtada' atau subyek dan dipakai kata muannats/jenis
wanita disebabkan predikatnya yang muannats pula, (adalah umat yang telah lalu)
(bagi mereka apa yang telah mereka usahakan) maksudnya balasan atau ganjaran
amal perbuatan mereka (dan bagi kamu) ditujukan kepada orang-orang Yahudi (apa
yang kamu usahakan dan kamu tidak akan diminta pertanggungjawaban tentang
apa-apa yang mereka kerjakan) sebagaimana mereka tidak pula akan diminta
pertanggungjawaban tentang amal perbuatanmu. Kalimat yang di belakang ini
memperkuat maksud kalimat di muka.
{وَقَالُواْ كُونُواْ هُودًا أَوْ نصارى تَهْتَدُواْ}
(أو) للتفصيل وقائل الأوّل (يهود المدينة) والثاني (نصارى نجران) {قُلْ} لهم
{بَلِ} نتبع {مِلَّةَ إبراهيم حَنِيفاً} حال من (إبراهيم) مائلاً عن الأديان كلها
إلى الدين القيم {وَمَا كَانَ مِنَ المشركين}
135. (Dan kata mereka, "Jadilah kamu sebagai
penganut agama Yahudi atau Kristen, niscaya kamu mendapat petunjuk.") 'Au'
yang berarti 'atau' berfungsi sebagai pemisah. Yang pertama diucapkan oleh
orang-orang Yahudi Madinah, sedangkan yang kedua oleh kaum Kristen Najran.
(Katakanlah) kepada mereka (tidak, bahkan) kami akan mengikuti (agama Ibrahim
yang lurus) yang bertentangan dengan agama lain dan berpaling menjadi agama
yang lurus dan benar. 'Hanifa' ini menjadi 'hal' dari Ibrahim. (Dan bukanlah
dia dari golongan orang-orang musyrik).
{ قُولُواْ } خطاب للمؤمنين { ءَامَنَّا بالله وَمَا
أُنزِلَ إِلَيْنَا } من القرآن { وَمَا أُنزِلَ إِلَى إبراهيم } من الصحف العشر {
وإسماعيل وإسحاق وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطَ } أولاده { وَمَا أُوتِىَ موسى } من
التوراة { وَعِيسَى } من الإنجيل { وَمَا أُوتِيَ النبيون مِن رَّبّهِمْ } من
الكتب والآيات { لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مّنْهُمْ } فنؤمن ببعض ونكفر ببعض
كاليهود والنصارى { وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ } .
136. (Katakanlah,) ucapan ini ditujukan kepada
orang-orang beriman ("Kami beriman kepada Allah dan pada apa yang
diturunkan kepada kami) yakni Alquran (dan pada apa yang diturunkan kepada
Ibrahim) yakni shuhuf, yaitu lembaran-lembaran yang sepuluh (kepada Ismail,
Ishak, Yakub dan anak cucunya) (dan apa yang diberikan kepada Musa) berupa
Taurat (dan Isa) yakni Injil (begitu juga yang diberikan kepada nabi-nabi dari
Tuhan mereka) baik berupa kitab maupun ayat. (Tidaklah kami beda-bedakan
seorang pun di antara mereka) sehingga mengakibatkan kami beriman kepada
sebagian dan kafir kepada sebagian yang lain sebagaimana halnya orang-orang
Yahudi dan Kristen, (dan kami hanya tunduk kepada-Nya semata.")
{ فَإِنْ ءَامَنُواْ } أي اليهود والنصارى { بِمَثَلِ
} ( مثل ) زائدة { مَا ءَامَنتُمْ بِهِ فَقَدِ اهتدوا وَّإِنْ تَوَلَّوْاْ } عن
الإيمان به { فَإِنَّمَا هُمْ فِى شِقَاقٍ } خلاف معكم { فَسَيَكْفِيكَهُمُ الله }
يا محمد شقاقهم { وَهُوَ السميع } لأقوالهم { العليم } بأحوالهم ، وقد كفاه إياهم
بقتل قريظة ونفي النضير وضرب الجزية عليهم .
137. (Maka jika mereka beriman) yakni orang-orang
Yahudi dan Kristen tadi (dengan) 'mitsli' atau 'seperti' hanya sebagai tambahan
(apa yang kamu imani, maka mereka telah memperoleh petunjuk dan jika mereka
berpaling) dari keimanan itu, (berarti mereka dalam permusuhan) denganmu. (Maka
Allah akan memeliharamu dari permusuhan mereka itu) hai Muhammad! (Dan Allah
Maha Mendengar) ucapan-ucapan mereka (lagi Maha Mengetahui) semua keadaan
mereka. Misalnya kamu telah ditolong-Nya dengan pembunuhan Bani Quraizhah,
pengusiran Bani Nadhir dan pembebanan upeti atas mereka.
{ صِبْغَةَ الله } مصدر مؤكد ل ( آمنا ) ونصبه بفعل
مقدر أي صبغنا الله ، والمراد بها دينه الذي فطر الناس عليه لظهور أثره على صاحبه
كالصبغ في الثوب { وَمَنْ } أي لا أحد { أَحْسَنُ مِنَ الله صِبْغَةً } تمييز {
وَنَحْنُ لَهُ عابدون } قال اليهود للمسلمين نحن أهل الكتاب الأول وقبلتنا أقدم
ولم تكن الأنبياء من العرب ولو كان محمد نبياً، لكان منا فنزل :
138. (Celupan Allah) 'mashdar' yang memperkuat
'kami beriman' tadi. Mendapat baris di atas sebagai maf`ul muthlak dari fi`il
yang tersembunyi yang diperkirakan berbunyi 'Shabaghanallaahu shibghah',
artinya "Allah mencelup kami suatu celupan". Sedang maksudnya ialah
agama-Nya yang telah difitrahkan-Nya atas manusia dengan pengaruh dan bekasnya
yang menonjol, tak ubah bagai celupan terhadap kain. (Dan siapakah) maksudnya
tidak seorang pun (yang lebih baik celupannya dari Allah) shibghah di sini menjadi
'tamyiz' (dan hanya kepada-Nya kami menyembah).
{ قُلْ } لهم { أَتُحَاجُّونَنَا } تخاصموننا { فِى
الله } أن اصطفى نبياً من العرب { وَهُوَ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ } فله أن يصطفي من عباده
من يشاء { وَلَنَا أعمالنا } نُجَازَى بها { وَلَكُمْ أعمالكم } تُجَازَوْنَ بها
فلا يبعد أن يكون في أعمالنا ما نستحق به الإكرام { وَنَحْنُ لَهُ مُخْلِصُونَ }
الدين والعملَ دونكم فنحن أولى بالاصطفاء والهمزة للإنكار والجمل الثلاث أحوال .
139. (Katakanlah) kepada mereka! ("Apakah
kamu hendak memperbantahkan) dengan kami (tentang Allah) karena Dia memilih
seorang nabi dari kalangan Arab? (Padahal Dia adalah Tuhan kamu) dan berhak
memilih siapa saja yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya (dan bagi kamu
amalan kamu) dan kamu akan memperoleh balasannya pula dan tidak mustahil jika
di antara amal-amalan kami itu ada yang patut menerima ganjaran istimewa (dan
hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan) agama dan amalan kami; berbeda halnya
dengan kamu, sehingga sepatutnyalah kami yang dipilih-Nya. 'Hamzah' atau
'apakah' di atas, maksudnya menolak, sedangkan ketiga kalimat di belakang
berarti 'hal'.
{ أَمْ } بل أ { تَقُولُونَ } بالتاء والياء { إِنَّ
إبراهيم وإسماعيل وإسحاق وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطَ كَانُواْ هُودًا أَوْ نصارى
قُلْ } لهم { ءَأنتُمْ أَعْلَمُ أَمِ الله } أي الله أعلم وقد برَّأ منهما إبراهيم
بقوله : { ما كان إبراهيمُ يهودياً ولا نصرانياً } [67 : 3] والمذكورون معه تبعٌ
له { وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ كَتَمَ } أخفى عن الناس { شهادة عِندَهُ } كائنة {
مِنَ الله } ؟ أي لا أحد أظلم منه وهم اليهود كتموا شهادة الله في التوراة
لإبراهيم بالحنيفية {وَمَا الله بغافل عَمَّا تَعْمَلُونَ} تهديد لهم .
140. (Atau) apakah (kamu hendak mengatakan) ada
pula yang membaca 'yaquuluuna', artinya mereka hendak mengatakan (bahwa Ibrahim,
Ismail, Ishak, Yakub dan anak cucunya adalah penganut agama Yahudi dan
Kristen?" Katakanlah) kepada mereka, ("Apakah kamu yang lebih tahu
ataukah Allah") artinya Allahlah yang lebih mengetahui dan Allah sendiri
telah membebaskan Ibrahim dari kedua agama itu, firman-Nya, "Ibrahim itu
bukanlah seorang Yahudi atau Kristen." Demikian pula nabi-nabi yang
disebutkan bersamanya mereka itu adalah juga mengikuti agamanya. (Dan siapakah
lagi yang aniaya daripada orang yang menyembunyikan) atau merahasiakan kepada
umat manusia (kesaksian yang terdapat padanya) (dari Allah) maksudnya tidak ada
lain yang lebih aniaya daripadanya. Yang dituju adalah orang-orang Yahudi yang
menyembunyikan kesaksian Allah dalam Taurat bahwa Ibrahim itu menganut agama
hanafiah, yaitu agama Islam yang lurus. (Dan Allah sekali-kali tidak lalai dari
apa yang kamu kerjakan) merupakan ancaman dan peringatan terhadap mereka.
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 101 - 120 ]
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 101 - 120 ]
وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْ
عِندِ الله محمد صلى الله عليه وسلم مُصَدِّقٌ لِّمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيقٌ مّنَ الذين أُوتُواْ
الكتاب كتاب الله أي التوراة وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ
أي لم يعملوا بما فيها من الإيمان بالرسول وغيره كَأَنَّهُمْ
لاَ يَعْلَمُونَ ما فيها من أنه نبي حق أو أنها كتاب الله
101. (Dan tatkala datang kepada mereka seorang
rasul dari sisi Allah) yakni Muhammad saw. (yang membenarkan kitab yang ada
pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab melemparkan kitab
Allah) yakni Taurat (ke belakang punggung mereka) artinya mereka tidak mau
mengamalkan isinya berupa keimanan kepada rasul dan lain-lain (seolah-olah
mereka tidak mengetahui) akan isinya bahwa beliau adalah nabi yang sebenarnya
atau bahwa Taurat itu adalah kitab Allah.
واتبعوا
عطف على نبذ مَا تَتْلُواْ أي تلت الشياطين عَلَى عهد مُلْكِ
سليمان من السحر وكانت دفنته تحت كرسيه لما نُزِعَ ملكه أو كانت تسترق
السمع وتضم إليه أكاذيب وتلقيه إلى الكهنة فيدوّنونه وفشا ذلك وشاع أنّ الجن تعلم
الغيب فجمع سليمان الكتب ودفنها فلما مات دلت الشياطين عليها الناس فاستخرجوها
فوجدوا فيها السحر فقالوا إنما ملككم بهذا فتعلموه ورفضوا كتب أنبيائهم . قال
تعالى- تبرئة لسليمان ورداً على اليهود في قولهم انظروا إلى محمد يذكر سليمان في
الأنبياء وما كان إلا ساحراً- : وَمَا كَفَرَ سليمان
أي لم يعمل السحر لأنه كفر ولكن بالتشديد والتخفيف
الشياطين كَفَرُواْ يُعَلّمُونَ الناس السحر
الجملة حال من ضمير (كفروا) وَ يعلمونهم مَا أُنْزِلَ عَلَى الملكين أي أُلْهِمَاه من السحر
وقرىء بكسر اللام الكائنين بِبَابِلَ بلد في سواد
العراق هاروت وماروت بدل أو عطف بيان للملكين قال ابن
عباس هما ساحران كانا يعلمان السحروقيل ملكان أُنْزِلاَ لتعليمه ابتلاء من الله
إلى الناس وَمَا يُعَلّمَانِ مِنْ زائدة أَحَدٍ حتى يَقُولاَ له نصحاً إِنَّمَا
نَحْنُ فِتْنَةٌ بلية من الله إلى الناس ليمتحنهم بتعليمه فمن تعلمه كفر
ومن تركه فهو مؤمن فَلاَ تَكْفُرْ بتعلمه فإن أبى
إلا التعليم علماه فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا
يُفَرّقُونَ بِهِ بَيْنَ المرء وَزَوْجِهِ بأن يُبَغِّضَ كلاًّ إلى الآخر وَمَا هُمْ أي السحرة بِضَارّينَ
بِهِ بالسحر مِنْ زائدة أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ الله بإرادته وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ في الآخرة وَلاَ يَنفَعُهُمْ وهو السحر وَلَقَدْ
لام قسم عَلِمُواْ أي اليهود لِمَنِ لام ابتداء معلقة لما قبلها (وَمَنْ) موصولة اشتراه اختاره أو استبدله بكتاب الله مَا لَهُ فِى الأخرة مِنْ خلاق نصيب في الجنة وَلَبِئْسَ مَا شيئاً شَرَوْاْ
باعوا بِهِ أَنفُسَهُمْ أي الشارين : أي حظها من
الآخرة إن تعلموه حيث أوجب لهم النار لَوْ كَانُواْ
يَعْلَمُونَ حقيقة ما يصيرون إليه من العذاب ما تعلموه .
102. (Dan mereka mengikuti) diathafkan pada
'nabadza' (apa yang dibaca) dulu (oleh setan-setan pada) masa (kerajaan
Sulaiman) berupa buku-buku sihir yang mereka pendam di bawah singgasananya
ketika kerajaannya runtuh. Atau mungkin juga setan-setan itu mencari dengar
lalu mencampurkan ke buku-buku itu kebohongan-kebohongan dan memberikannya
kepada tukang-tukang tenung yang membukukannya sehingga tersebar berita bahwa
jin mengajarkan hal-hal gaib. Sulaiman pun mengumpulkan buku-buku itu lalu
menguburkannya. Tatkala ia mangkat, setan-setan pun menunjukkannya kepada
manusia dan ketika mereka bongkar ternyata di dalamnya ada ilmu sihir. Kata
mereka, "Kerajaan kamu berdirinya adalah dengan ini!" Lalu mereka
pelajari ilmu sihir itu dan mereka tolak buku-buku nabi-nabi mereka. Ketika
orang-orang Yahudi mengatakan, "Lihat itu Muhammad, disebutkannya Sulaiman
itu seorang nabi, padahal ia tidak lebih dari seorang tukang sihir", maka
Allah pun berfirman untuk membuktikan kebenaran Sulaiman dan menyangkal
orang-orang Yahudi itu, (padahal Sulaiman tidaklah kafir) maksudnya ia tidak
melakukan sihir, sebab sihir adalah perbuatan kafir (hanya) ada yang membaca
'lakinna' dan ada yang membaca 'lakin' (setan-setanlah yang kafir. Mereka
mengajarkan sihir kepada manusia). Kalimat ini menjadi hal bagi kata ganti yang
terdapat pada 'kafaruu' (dan) mengajarkan pula kepada mereka (apa yang diturunkan
kepada dua malaikat) artinya ilmu sihir yang diilhamkan kepada mereka. Ada pula
yang membaca 'al-malikain' dengan lam berbaris bawah sehingga berarti dua orang
raja, yaitu yang berada (di Babilon) suatu negeri di tanah subur Irak. (Harut
dan Marut) merupakan 'badal' atau nama dan kata ganti dari kedua malaikat itu,
atau athaf bayan, artinya hubungan yang memberi penjelasan. Menurut Ibnu Abbas,
kedua mereka itu adalah tukang sihir yang mengajarkan ilmu sihir dan ada pula
yang mengatakan bahwa mereka adalah dua orang malaikat yang sengaja diturunkan
Allah untuk menyebarkannya sebagai ujian dari Allah terhadap umat manusia.
(Sedangkan keduanya tidaklah mengajarkan kepada) 'min' merupakan tambahan
(seorang pun sebelum mengatakan) atau menyampaikan nasihat lebih dahulu
("Sesungguhnya kami ini hanya cobaan) ujian dari Allah terhadap manusia
dengan mengajarkannya, siapa yang mempelajarinya, ia jatuh kafir dan siapa yang
meninggalkannya ia mukmin, (sebab itu janganlah kamu kafir!") Jika ia
masih mendesak untuk mempelajarinya barulah mereka mengajarkannya. (Maka mereka
mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dapat menceraikan antara seorang
laki-laki dengan istrinya) misalnya dengan membangkitkan marah dan kebencian
satu pihak terhadap lainnya. (Dan tidaklah mereka) yakni ahli-ahli sihir itu
(dapat memberi mudarat dengannya) maksudnya dengan ilmu sihir itu (dari) 'min'
di sini hanya sebagai tambahan (kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah)
atau kehendak-Nya (Dan mereka pelajari apa yang memberi mudarat kepada mereka),
yakni di akhirat (dan yang tidak memberi manfaat) yakni sihir. (Dan
sesungguhnya) 'lam' menunjukkan sumpah (mereka sebenarnya tahu) yakni
orang-orang Yahudi itu sebenarnya yakin (bahwa barang siapa) 'lam' merupakan
lam ibtida yang menghubungkan dengan kalimat sebelumnya, sedangkan 'man' isim
maushul (yang menukarnya) atau menggantinya (sihir) dengan Kitabullah,
(tiadalah baginya bagian di akhirat) atau keberuntungan dalam surga, (dan amat
buruklah sesuatu) maksudnya perbuatan mereka (menjual) menukarkan (diri mereka
dengannya) yakni menjual kebahagiaannya di akhirat dengan mempelajari sihir
karena telah pasti akan menjerumuskan mereka ke dalam neraka, (seandainya
mereka menyadarinya) jika mereka benar-benar tahu atau menyadari hakikat siksaan
yang akan mereka jalani di akhirat kelak, niscaya mereka tidak mau
mempelajarinya.
وَلَوْ أَنَّهُمْ أي اليهود ءامَنُواْ بالنبي والقرآن واتقوا عقاب الله بترك معاصيه كالسحر ، وجواب (لو) محذوف
: أي لأثيبوا دل عليه لَمَثُوبَةٌ ثواب وهو مبتدأ
واللام فيه للقسم مّنْ عِندِ الله خَيْرٌ خبره مما
شروا به أنفسهم لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ أنه خير
لما آثروه عليه.
103. (Dan seandainya mereka) orang-orang Yahudi
(beriman) terhadap Nabi dan Alquran (dan menjaga diri mereka) dari siksa Allah
dengan meninggalkan maksiat, seperti sihir. Jawaban dari 'lau' ini dibuang.
Atau tentulah mereka akan diberi pahala. Hal ini ditunjukkan oleh (maka
sesungguhnya pahala) 'matsuubatun' menjadi mubtada, sedangkan 'lam' menunjukkan
sumpah (di sisi Allah itu lebih baik) 'khairun' menjadi khabar, artinya 'lebih
baik' yakni lebih baik dari hasil penjualan diri mereka itu (seandainya mereka
mengetahuinya) seandainya mereka tahu bahwa pahala itu lebih baik, tentulah
mereka tak akan mementingkan yang lain darinya.
ياأيها الذين ءامَنُواْ لاَ تَقُولُواْ للنبي راعنا أمر من (المراعاة) وكانوا
يقولون له ذلك وهي بلغة اليهود سب من (الرعونة) فسُرُّوا بذلك وخاطبوا بها النبيَّ
فنُهي المؤمنون عنها وَقُولُواْ بدلها انظرنا أي انظر إلينا واسمعوا
ما تؤمرون به سماع قبول وللكافرين عَذَابٌ أَلِيمٌ
مؤلم هو النار.
104. (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
katakan) kepada Nabi (raa`inaa) artinya perhatikanlah kami; 'raa'inaa' diambil
dari kata 'muraa`ah', tetapi orang-orang Yahudi biasa mengatakan 'raa`unah'
yang dalam bahasa mereka berarti 'teramat bodoh' sebagai ejekan kepada Nabi,
maka orang-orang mukmin dilarang mengucapkan kata-kata itu, (dan katakanlah)
yakni sebagai gantinya, (unzhurnaa) artinya lihatlah kami; (dan dengarlah
olehmu) apa-apa yang dititahkan dengan kesediaan untuk mematuhinya (dan bagi orang-orang
kafir disediakan siksaan pedih) yang menyakitkan sekali, yaitu neraka.
مَّا يَوَدُّ الذين كَفَرُواْ مِنْ
أَهْلِ الكتاب وَلاَ المشركين من العرب عطف على (أهل
الكتاب)، (ومن) للبيان، أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ
زائدة خَيْرٍ وحي مِّن
رَّبّكُمْ حسداً لكم والله يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ
نبوّته مَن يَشَاءُ والله ذُو الفضل العظيم.
105. (Orang-orang kafir dan golongan Ahli Kitab
dan orang-orang musyrik tidak menginginkan) orang-orang musyrik di sini ialah
dari kalangan Arab, dihubungkan kepada Ahli Kitab, sedangkan 'min' atau 'dari'
untuk penjelasan (diturunkannya kebaikan kepadamu) 'min' di sini hanya sebagai
tambahan; sedangkan 'kebaikan' maksudnya ialah wahyu, (dari Tuhan) disebabkan
iri hati atau dengki kepadamu. (Sedangkan Allah menentukan rahmat-Nya) atau
kenabian-Nya (kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah mempunyai karunia
yang maha besar).
ولما طعن الكفار في النسخ وقالوا إنّ محمداً يأمر
أصحابه اليوم بأمر وينهى عنه غداً نزل : مَا شرطية
نَنسَخْ مِنْ ءايَةٍ أي : نُزِلْ حكمها إما مع
لفظها أو لا وفي قراءة بضم النون من أنسخ أي نأمرك أو جبريل بنسخها أَوْ ننسها نؤخرها فلانَزِلَ حكمها ونرفع تلاوتها أو
نؤخرها في اللوح المحفوظ وفي قراءة بلا همز من النسيان : أي نُنْسِكها ، أي نمحها
من قلبك ، وجواب الشرط نَأْتِ بِخَيْرٍ مّنْهَا
أنفع للعباد في السهولة أو كثرة الأجر أَوْ مِثْلِهَا
في التكليف والثواب. أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ الله على كُلّ
شَيْء قَدِيرٌ ومنه النسخ والتبديل والاستفهام للتقرير.
106. Tatkala orang-orang kafir mengecam tentang
nasakh/penghapusan atau pergantian hukum dan menuduh bahwa Muhammad menyuruh
sahabat-sahabatnya untuk mengerjakan sesuatu pada hari ini lalu melarangnya
esok, maka turunlah ayat, (Apa saja) disebut 'syarthiyah' yang membutuhkan
jawaban (ayat yang Kami hapus) baik hukumnya itu pada mulanya turun bersama
lafalnya atau tidak dan menurut satu qiraat 'nunsikh', artinya Kami titah kamu
atau Jibril untuk menghapusnya (atau Kami tangguhkan) Kami undurkan sehingga
hukumnya tidak turun dan bacaannya Kami tangguhkan di Lohmahfuz. Menurut satu
qiraat tanpa hamzah, berasal dari kata-kata 'nisyaan' artinya 'lupa', sehingga
artinya ialah Kami kikis atau hapus dari dalam kalbumu sehingga kamu
melupakannya. Jawab syaratnya ialah (Kami datangkan yang lebih baik
daripadanya) artinya lebih menguntungkan bagi hamba, baik dalam kemudahannya
maupun dalam besar pahalanya (atau yang sebanding dengannya) dalam beban yang
harus dipikul atau dalam ganjarannya. (Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?) Termasuk dalam kekuasaan-Nya itu nasakh,
yaitu menghapus hukum dan mengubahnya, dan mengenai pertanyaan di sini
maksudnya ialah untuk mengukuhkan.
أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ الله لَهُ
مُلْكُ السموات والأرض يفعل فيهما ما يشاء وَمَا لَكُم مّن دُونِ الله أي غيره مِنْ زائدة وَلِيُّ
يحفظكم وَلاَ نَصِيرٍ يمنع عذابه عنكم إن أتاكم؟.
107. (Tidakkah kamu ketahui bahwa milik Allahlah
kerajaan langit dan bumi) sehingga Dia dapat berbuat terhadap keduanya menurut
yang dikehendaki-Nya. (Dan tiada bagimu selain Allah) (dari) hanya sebagai
tambahan (seorang wali) seorang pelindung yang akan melindungimu (dan tidak
pula seorang pembela) yang akan menghindarkan siksaan jika datang menimpa.
ونزل لما سأله أهل مكة أن يُوسِّعها ويجعل الصفا ذهباً
أَمْ بل أ تُرِيدُونَ أَن
تَسْئَلُواْ رَسُولَكُمْ كَمَا سُئِلَ موسى أي سأله قومه مِن قَبْلُ من قولهم (أرنا الله جهرة) وغير ذلك وَمَن يَتَبَدَّلِ الكفر بالإيمان أي يأخذه بدله بترك
النظر في الآيات البينات واقتراح غيرها فَقَدْ ضَلَّ
سَوَاء السبيل أخطأ الطريق الحق (والسواء) في الأصل الوسط.
108. Tatkala warga Mekah meminta kepada Nabi saw.
agar kota mereka diperluas dan bukit Shafa dijadikan sebuah bukit emas
turunlah, (Atau) apakah (kamu menghendaki untuk meminta kepada Rasulmu seperti
yang diminta kepada Musa) maksudnya kaum Nabi Musa telah meminta kepadanya
(dulu) seperti kata mereka, "Perlihatkanlah Allah kepada kami secara
nyata!" Dan lain-lain. (Dan barang siapa yang menukar iman dengan
kekafiran) artinya mengambil kekafiran sebagai ganti keimanan disebabkan tidak
mau memperhatikan ayat-ayat yang jelas dan lebih memilih yang lainnya (maka
sungguh ia telah sesat dari jalan yang benar) 'sawa' asalnya 'wasath', artinya
pertengahan.
وَدَّ كَثِيرٌ مّنْ أَهْلِ الكتاب
لَوْ مصدرية يَرُدُّونَكُم مِن
بَعْدِ إيمانكم كُفَّارًا حَسَدًا مفعول له كائناً مّنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ أي حملتهم عليه أنفسهم الخبيثة مِّن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ في التوراة الحق في شأن النبيّ فاعفوا
عنهم أي اتركوهم واصفحوا أعرضوا فلا تجازوهم حتى يَأْتِىَ الله بِأَمْرِهِ فيهم من القتال إِنَّ الله على كُلِّ شَىْء قَدِيرٌ.
109. (Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar)
'lau' atau 'agar' mashdariyah, artinya melebur kalimat sesudahnya menjadi
mashdar (mereka dapat mengembalikan kamu pada kekafiran setelah kamu beriman
disebabkan kedengkian) 'maf`ul lah' menunjukkan motif dari keinginan mereka itu
(dari diri mereka sendiri) maksudnya timbul dan didorong oleh jiwa mereka yang
kotor (setelah nyata bagi mereka) dalam Taurat (kebenaran) mengenai diri Nabi.
(Maka biarkanlah mereka) tinggalkan (dan berpalinglah) tak usah dilayani mereka
itu, (sampai Allah mendatangkan perintah-Nya) tentang mereka dengan menyuruh
memerangi mereka. (Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
وَأَقِيمُواْ الصلاة وَءاتُواْ
الزكواة وَمَا تُقَدّمُواْ لأَنْفُسِكُم مّنْ خَيْرٍ طاعة
كصلة وصدقة تَجِدُوهُ أي ثوابه عِندَ الله إِنَّ الله بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ فيجازيكم
به.
110. (Dan dirikanlah salat serta bayarkanlah zakat
dan apa-apa yang kamu persembahkan buat dirimu berupa kebaikan) artinya
ketaatan seperti sedekah dan menghubungkan silaturahmi, (tentulah kamu akan
mendapatinya) maksudnya pahalanya (di sisi Allah, sesungguhnya Allah Maha
Melihat akan apa-apa yang kamu kerjakan) sehingga kamu akan menerima balasan
daripadanya.
وَقَالُواْ لَن يَدْخُلَ الجنة
إِلاَّ مَن كَانَ هُودًا جمع (هائد) أَوْ نصارى قال ذلك يهود المدينة ونصارى نجران لما
تناظروا بين يدي النبيّ صلى الله عليه وسلم أي قال اليهود لن يدخلها إلا اليهود
وقال النصارى لن يدخلها إلا النصارى تِلْكَ القولة
أَمَانِيُّهُمْ شهواتهم الباطلة قُلْ لهم هَاتُواْ برهانكم
حجتكم على ذلك إِن كُنتُمْ صادقين فيه
111. (Dan mereka, orang-orang Yahudi dan Kristen,
mengatakan, "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang
beragama Yahudi atau Kristen.") Ucapan ini dikeluarkan oleh orang-orang
Yahudi Madinah dan Kristen Najran tatkala mereka berbantahan di hadapan Nabi
saw. Kata Yahudi, "Hanya orang Yahudilah yang akan masuk ke
dalamnya." Orang Kristen menjawab, "Surga itu tidak akan dimasuki,
kecuali oleh orang Kristen." (Demikianlah itu) yakni ucapan mereka itu
(hanyalah angan-angan mereka saja) artinya keinginan kosong belaka.
(Katakanlah) kepada mereka, (Tunjukkanlah bukti kebenaranmu) yaitu hujah atas
yang demikian itu (jika kamu orang yang benar) mengenai hal tersebut.
بلى يدخل
الجنة غيرهم مَنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ أي
انقاد لأمره وخص الوجه لأنه أشرف الأعضاء فغيره أولى وَهُوَ
مُحْسِنٌ موحد فَلَهُ أَجْرُهُ عِندَ رَبّهِ
أي ثواب عمله الجنة وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ
يَحْزَنُونَ في الآخرة
112. (Tidak demikian) bahkan yang akan masuk surga
itu ialah selain mereka (barang siapa yang menyerahkan wajahnya kepada Allah)
maksudnya tunduk pada perintah-Nya. Ditekankan menyerahkan 'wajah' atau 'muka'
karena merupakan anggota tubuh yang paling mulia, maka anggota tubuh yang
lainnya harus lebih tunduk lagi (sedangkan ia berbuat kebaikan) terutama
bertauhid, (maka baginya pahala di sisi Tuhannya) artinya sebagai ganjaran amal
perbuatannya itu ialah surga. (Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak
pula mereka akan berduka cita) yakni di akhirat kelak.
وَقَالَتِ اليهود لَيْسَتِ النصارى
على شَىْء معتدّ به وكفرت بعيسى وَقَالَتِ
النصارى لَيْسَتِ اليهود على شَىْء معتدّ به وكفرت بموسى وَهُمْ أي الفريقان يَتْلُونَ
الكتاب المنزل عليهم وفي كتاب اليهود تصديق عيسى ، وفي كتاب النصارى تصديق
موسى والجملة حال كذلك كما قال هؤلاء قَالَ الذين لاَ يَعْلَمُونَ أي المشركون من العرب
وغيرهم مِّثْلَ قَوْلِهِمْ بيان لمعنى (ذلك) أي
قالوا لكل ذي دين ليسوا على شيء فالله يَحْكُمُ
بَيْنَهُمْ يَوْمَ القيامة فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ من أمر
الدين فيدخل المحق الجنة والمبطل النار.
113. (Dan orang-orang Yahudi berkata,
"Orang-orang Nasrani tidak mempunyai sesuatu pegangan") yakni sesuatu
yang dapat diakui di samping mereka tidak pula beriman kepada Isa. (Sebaliknya
orang-orang Nasrani mengatakan, "Orang Yahudi tidak mempunyai sesuatu
pegangan,") yang dapat dipercaya dan mereka kafir pula kepada Nabi Musa
(padahal mereka) kedua golongan tersebut (sama-sama membaca Alkitab) yang
diturunkan kepada mereka. Di dalam kitab suci orang Yahudi terdapat pengukuhan
terhadap Nabi Isa dan dalam kitab suci orang Kristen terdapat pengukuhan
terhadap Nabi Musa. Kalimat yang belakangan ini menjadi 'hal'. (Demikian pula)
maksudnya seperti yang mereka katakan itu (dikatakan oleh orang-orang yang
tidak mengetahui) yakni orang-orang musyrik dari golongan Arab dan lainnya
(seperti ucapan mereka itu) penjelasan bagi makna 'demikian pula', artinya
kepada setiap penganut agama lain, mereka katakan bahwa mereka tidak mempunyai
dasar atau pedoman. (Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari
kiamat mengenai apa yang mereka persengketakan itu) yakni tentang urusan agama,
sehingga semua pihak yang membenarkannya akan masuk surga dan sebaliknya orang
yang menyangkalnya akan masuk neraka.
وَمَنْ أَظْلَمُ أي لا أحد أظلم مِمَّن مَّنَعَ مساجد الله
أَن يُذْكَرَ فِيهَا اسمه بالصلاة والتسبيح وسعى
فِى خَرَابِهَا بالهدم أو التعطيل، نزلت إخباراً عن الروم الذين خربوا بيت
المقدس أو في المشركين لما صدّوا النبي صلى الله عليه وسلم عام الحديبية عن البيت أُوْلَئِكَ مَا كَانَ لَهُمْ أَن يَدْخُلُوهَا إِلاَّ
خَائِفِينَ خبر بمعنى الأمر أي أخيفوهم بالجهاد فلا يدخلها أحد آمناً لَهُمْ فِى الدنيا خِزْىٌ هوان بالقتل والسبي والجزية وَلَهُمْ فِى الأخرة عَذَابٌ عَظِيمٌ هو النار.
114. (Dan siapakah yang melarang menyebut nama
Allah dalam mesjid-mesjid-Nya) misalnya salat dan bertasbih (dan berusaha untuk
merobohkannya) baik dengan jalan meruntuhkan mesjid itu maupun dengan menggagalkan
orang untuk mengunjungi dan memasukinya. Ayat ini turun menceritakan perbuatan
orang-orang Romawi yang telah merobohkan Baitulmakdis atau orang-orang musyrik
Mekah yang menghalang-halangi Nabi saw. ketika mengunjungi Baitullah pada tahun
perjanjian Hudaibiah. (Mereka itu tidak sepatutnya memasukinya kecuali dengan
rasa takut). Kalimat ini kalimat berita dengan arti perintah, artinya ancamlah
mereka itu dengan jihad, sehingga tidak seorang pun masuk ke dalamnya dengan
rasa aman. (Mereka di dunia mendapat kehinaan) atau kenistaan disebabkan
terbunuh, ditawan atau membayar upeti (dan di akhirat mereka mendapat siksa
yang besar) neraka.
ونزل لما طعن اليهود في نسخ القبلة أو في صلاة النافلة
على الراحلة في السفر حيثما توجهت وَلِلَّهِ المشرق
والمغرب أي الأرض كلها لأنهما ناحيتاها فَأَيْنَمَا
تُوَلُّواْ وجوهكم في الصلاة بأمره فَثَمَّ
هناك وَجْهُ الله قبلته التي رضيها إِنَّ الله واسع يسع فضله كل شيء عَلِيمٌ بتدبير خلقه.
115. Ketika orang-orang Yahudi mengecam
penggantian kiblat atau tentang salat sunah di atas kendaraan selama dalam
perjalanan dengan menghadap ke arah yang dituju, turunlah ayat, (Dan milik
Allahlah timur dan barat) karena keduanya merupakan ujung dan pangkalnya, (maka
ke mana saja kamu menghadap) maksudnya menghadapkan mukamu di waktu salat atas
titah-Nya, (maka di sanalah) di arah sanalah (wajah Allah) maksudnya kiblat
yang diridai-Nya. (Sesungguhnya Allah Maha Luas) maksudnya kemurahan-Nya
meliputi segala sesuatu (lagi Maha Mengetahui) tentang pengaturan makhluk-Nya.
وَقَالُواْ
بواو ودونها أي اليهود والنصارى ومن زعم أنّ الملائكة بنات الله اتخذ الله وَلَدًا قال تعالى : سبحانه
تنزيها له عنه بَل لَّهُ مَا فِي السموات والأرض
ملكاً وخلقاً وعبيداً والملكية تنافي الولادة وعبر ب«ما» تغليبا لما لا يعقل كُلٌّ لَّهُ قانتون مطيعون كل بما يراد منه وفيه تغليب
العاقل.
116. (Dan mereka berkata) dengan wau atau tanpa
wau, maksudnya orang-orang Yahudi dan Kristen serta orang-orang yang mengakui
bahwa malaikat-malaikat itu anak-anak perempuan Allah, ('Allah mempunyai
anak.') Allah berfirman, ("Maha Suci Dia) menyucikan-Nya dari pernyataan
tersebut, (bahkan apa-apa yang ada di langit dan di bumi kepunyaan-Nya belaka)
baik sebagai hak milik, sebagai makhluk, maupun sebagai hamba. Pemilikan itu
bertentangan dengan pengambilan atau mempunyai anak. Di sini dipakai 'maa'
artinya 'apa-apa untuk yang tidak berakal' karena 'taghlib', artinya untuk
mengambil yang lebih banyak. (semua tunduk kepada-Nya.") Artinya
menaatinya, masing-masing sesuai dengan tujuan diciptakan-Nya. Di sini lebih
ditekankan kepada makhluk yang berakal.
بَدِيعُ السموات والأرض موجدهما لا على مثال سبق وَإِذَا قضى أراد
أمْراً أي إيجاده فَإِنَّمَا
يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ أي فهو يكون وفي قراءة بالنصب جواباً للأمر.
117. (Penemu langit dan bumi) maksudnya
penciptanya tanpa meniru pada contoh-contoh yang lain (dan bila Dia
berkehendak) (akan sesuatu perkara) artinya menciptakannya (maka Dia hanya
mengucapkan kepadanya, "Jadilah kamu!" Lalu jadilah ia) artinya
sesuatu itu pun terjadilah. Menurut satu qiraat 'fayakuuna' dengan baris di
atas sebagai 'jawaabul amr'.
وَقَالَ الذين لاَ يَعْلَمُونَ أي كفار مكة للنبي صلى الله عليه وسلم لَوْلاَ
هلا يُكَلّمُنَا الله بأنك رسوله أًوْ تَأْتِيَنَآ ءَايَةٌ مما اقترحناه على صدقك كذلك كما قال هؤلاء قَالَ الذين
مِن قَبْلِهِم من كفار الأمم الماضية لأنبيائهم مِّثْلَ
قَوْلِهِمْ من التعنت وطلب الآيات تشابهت
قُلُوبُهُمْ في الكفر والعناد ، فيه تسلية للنبي صلى الله عليه وسلم قَدْ بَيَّنَّا الآيات لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ يعلمون أنها
آيات فيؤمنون فاقتراح آية معها تعنُّت
118. (Dan berkatalah orang-orang yang tidak
mengetahui) yakni kaum kafir Mekah kepada Nabi saw., ("Mengapa Allah tidak
berbicara dengan kami) bahwa kamu adalah Rasul-Nya (atau datang kepada kami
suatu tanda) atau bukti yang kami usulkan untuk menunjukkan kebenaranmu?"
(Demikian pulalah) artinya seperti yang mereka ucapkan itu (dikatakan kepada
orang-orang yang sebelum mereka) yakni umat-umat yang kafir terhadap nabi
mereka masing-masing (seperti ucapan mereka) berupa pembangkangan dan
permintaan mukjizat-mukjizat, (hati mereka serupa) yakni dalam kekafiran dan
pembangkangan. Ini menjadi hiburan dan bujukan bagi Nabi saw. (Sesungguhnya
Kami telah menjelaskan tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin) yang
mengetahui bahwa ia adalah ayat atau tanda, sehingga mereka beriman. Maka
mengusulkan ayat atau tanda-tanda lain merupakan dosa atau kesalahan.
إِنَّا أرسلناك يا محمد بالحق بالهدى بَشِيراً مَنْ أجاب إليه بالجنة وَنَذِيرًا مَنْ لم يجب إليه بالنار وَلاَ
تُسْئَلُ عَنْ أصحاب الجحيم النار أي الكفار ما لهم لم يؤمنوا؟ إنما عليك
البلاغ وفي قراءة [تسأل] بجزم (تُسْألْ) نهياً
119. (Sesungguhnya Kami telah mengutusmu) hai
Muhammad (dengan kebenaran) maksudnya dengan petunjuk (sebagai pembawa berita
gembira) bahwa barang siapa yang memenuhinya, ia akan mendapat surga (dan
pembawa peringatan) bahwa barang siapa yang menolaknya akan masuk neraka. (Dan
kamu tidak akan dimintai pertanggungjawaban tentang penghuni-penghuni neraka)
maksudnya orang-orang kafir. Tidak menjadi soal bagimu jika mereka tidak
beriman, karena kewajibanmu hanyalah menyampaikan. Menurut satu riwayat dibaca
'tas-al', yaitu dengan sukun atau baris mati, menunjukkan larangan.
وَلَن ترضى عَنكَ اليهود وَلاَ
النصارى حتى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ دينهم قُلْ إِنَّ هُدَى الله أي الإسلام هُوَ الهدى وما عداه ضلال وَلَئِنِ
لام قسم اتبعت أَهْوَاءَهُم التي يدعونك إليها
فرضاً بَعْدَ الذي جَاءكَ مِنَ العلم الوحي من
الله مَا لَكَ مِنَ الله مِن وَلِيّ يحفظك وَلاَ نَصِيرٍ يمنعك منه
120. (Orang-orang Yahudi dan Kristen tidak akan
senang kepadamu hingga kamu mengikuti millah mereka) maksudnya agama mereka.
(Katakanlah, "Sesungguhnya petunjuk Allah) yaitu agama Islam (itulah
petunjuk) yang sesungguhnya, sedangkan yang selainnya hanyalah kesesatan
belaka. (Sesungguhnya, jika) 'lam' menunjukkan sumpah (kamu ikuti keinginan
mereka) yakni apa-apa yang mereka anjurkan (setelah datangnya pengetahuan
kepadamu) maksudnya wahyu dari Allah (maka Allah tidak lagi menjadi pelindung)
yang akan melindungimu (dan tidak pula menolong.") yang akan
menghindarkanmu dari bahaya.



Categories : 


