(QS. Al-Mu'min : 60)
"Dan berfirman Tuhanmu "Memohonlah (mendoalah) kepada-Ku, Aku pasti perkenankan permohonan (doa) mu itu."
(Q.S. Al-Baqarah: 155)
“Wahai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan melalui Sabar dan Shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(Q.s. al-Mujadalah : 11)
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmupengetahuan beberapa derajat"
Kamis, 13 Agustus 2015
Tafsir Al Jalalain Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 21 - 40 ]
يا أَيُّهَا الناس أي أهل
مكة اعبدوا وحدوا رَبَّكُمُ
الذى خَلَقَكُمْ أنشأكم ولم تكونوا شيئا وَ
خلق الذين مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ بعبادته
عقابه ، (ولعلَّ ) في الأصل للترجي وفي كلامه
تَعالى : للتحقيق
021. (Hai manusia!) Maksudnya warga Mekah, (Sembahlah olehmu) dengan
bertauhid atau mengesakan (Tuhanmu yang telah menciptakanmu) padahal sebelum
itu kamu dalam keadaan tiada (dan) diciptakan-Nya pula (orang-orang yang
sebelum kamu, agar kamu bertakwa), artinya terpelihara dari siksa dan azab-Nya
yakni dengan jalan beribadah kepada-Nya. Pada asalnya 'la`alla' mengungkapkan
harapan, tetapi pada firman Allah berarti menyatakan kepastian.
الذى جَعَلَ خلق لَكُمُ الأرض فِرَاشاً حال بساطا يُفْتَرَشُ لا غاية في
الصلابة أو الليونة فلا يمكن الاستقرار عليها والسماء
بِنَاءً سقفاً وَأَنزَلَ مِنَ السماء مَاءً
فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ أنواع الثمرات رِزْقاً
لَّكُمْ تأكلونه وتعلفون به دوابكم فَلاَ
تَجْعَلُواْ للَّهِ أَندَاداً شركاء في العبادة وَأَنتُمْ
تَعْلَمُونَ أنه الخالق ولا يخلقون ولا يكون إلهاً إلا من يَخْلُقُ .
022. (Dialah yang telah menjadikan) menciptakan (bagimu bumi sebagai
hamparan), yakni hamparan yang tidak begitu keras dan tidak pula begitu lunak
sehingga tidak mungkin didiami secara tetap (dan langit sebagai naungan)
sebagai atap (dan diturunkan-Nya dari langit air hujan lalu dikeluarkan-Nya
daripadanya) maksudnya bermacam (buah-buahan sebagai rezeki bagi kamu) buat
kamu makan dan kamu berikan rumputnya pada binatang ternakmu (maka janganlah
kamu adakan sekutu-sekutu bagi Allah), artinya serikat-serikat-Nya dalam
pengabdian (padahal kamu mengetahui) bahwa Dia adalah pencipta, sedangkan
mereka itu tidak dapat menciptakan apa-apa, maka tidaklah layak disebut dan
dikatakan tuhan.
وَإِن كُنتُمْ فِى رَيْبٍ
شك مّمَّا نَزَّلْنَا على عَبْدِنَا محمد من
القرآن أنه من عند الله فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مّن
مِّثْلِهِ أي المنزل (ومن) للبيان أي هي مثله في البلاغة وحسن النظم
والإخبار عن الغيب (والسورة قطعة لها أول وآخر أقلها ثلاث آيات) وادعوا شُهَدَاءكُم آلهتكم التي تعبدونها مِن دُونِ الله أي غيره لِتُعينكم إِن كُنتُمْ صادقين في أن محمدا قاله من عند نفسه
فافعلوا ذلك فإنكم عربيون فصحاء مثله .
023. (Sekiranya kamu merasa ragu) atau bimbang (tentang apa yang Kami
turunkan kepada hamba Kami) maksudnya tentang Alquran yang Kami wahyukan kepada
Muhammad, bahwa itu benar-benar dari Allah, (maka buatlah sebuah surah yang
sebanding dengannya) dengan surah yang diwahyukan itu. 'Min mitslihi', min yang
berarti dari, maksudnya di sini ialah untuk menjadi keterangan atau penjelasan,
hingga artinya ialah yang sebanding dengannya, baik dalam kedalaman makna
maupun dalam keindahan susunan kata serta pemberitaan tentang hal-hal gaib dan
sebagainya. Yang dimaksud dengan 'surah' ialah suatu penggal perkataan yang
mempunyai permulaan kesudahan dan sekurang-kurangnya terdiri dari tiga ayat.
(Dan ajaklah saksi-saksimu) maksudnya tuhan-tuhanmu yang kamu sembah itu
(selain dari Allah) untuk menjadi penolong-penolongmu, (jika kamu orang-orang
yang benar) bahwa Alquran itu hanyalah buatan dan ucapan Muhammad belaka, maka
cobalah lakukan demikian, bukankah kamu orang-orang yang berlidah fasih seperti
Muhammad pula?
ولما عجزوا عن ذلك قال تعالى : فَإِن
لَّمْ تَفْعَلُواْ ما ذُكِرَ لعجزكم وَلَن
تَفْعَلُواْ ذلك أبداً لظهور إعجازه اعتراض - فاتقوا
بالإيمان بالله وأنه ليس من كلام البشر النار التى
وَقُودُهَا الناس الكفار والحجارة كأصنامهم
منها يعني أنها مفرطة الحرارة تتَّقد بما ذكر لا كَنارِ الدنيا تتَّقد بالحطب
ونحوه . أُعِدَّتْ هُيِّئَتْ للكافرين يعذبون بها ، جملة مستأنفة أو حال لازمة.
024. Tatkala mereka tidak mampu memenuhi permintaan itu, maka Allah swt.
berfirman, (Dan jika kamu tidak dapat melakukan) apa yang disebutkan itu
disebabkan kelemahan dan ketidakmampuanmu (dan kamu pasti tidak akan dapat
melakukannya) demikian itu untuk selama-lamanya disebabkan terhalang mukjizat
Alquran itu, (maka jagalah dirimu dari neraka) dengan jalan beriman kepada
Allah dan meyakini bahwa Alquran itu bukanlah ucapan manusia (yang kayu apinya
terdiri dari manusia), yakni orang-orang kafir (dan batu), misalnya yang
dipakai untuk membuat patung-patung atau berhala-berhala mereka. Maksudnya api
neraka itu amat panas dan tambah menyala dengan bahan bakar manusia dan batu
jadi bukan seperti api dunia yang hanya dapat dinyalakan dengan kayu bakar atau
yang lainnya (yang disediakan bagi orang-orang kafir) sebagai alat untuk
menyiksa mereka. Kalimat belakang ini dapat menjadi kalimat baru atau
menunjukkan keadaan yang lazim.
وَبَشّرِ أخبر الذين كَفَرُواْ صدقوا بالله وَعَمِلُواْ
الصالحات من الفروض والنوافل ءانٍ أي بأن لَهُمْ جنات حدائق ذات أشجار ومساكن تَجْرِى مِن تَحْتِهَا أي تحت أشجارها وقصورها الانهار أي المياه فيها، والنهر الموضع الذي يجري فيه
الماء لأن الماء ينهره أي يحفره، وإسناد الجري إليه مجاز كُلَّمَا
رُزِقُواْ مِنْهَا أطعموا من تلك الجنات مِن
ثَمَرَةٍ رِّزْقاً قَالُواْ هذا الذى أي مثل ما رُزِقْنَا
مِن قَبْلُ أي قبله في الجنة لتشابه ثمارها بقرينه وَأُتُواْ بِهِ أي جيئوا بالرزق متشابها
يشبه بعضه بعضاً لوناً ويختلف طعماً وَلَهُمْ فِيهَا
أزواج من الحور وغيرها مُّطَهَّرَةٍ من
الحيض وكل قذر وَهُمْ فِيهَا خالدون ماكثون أبدا
لا يفنون ولا يخرجون ، ونزل ردا لقول اليهود لما ضرب الله المثل بالذباب في قوله { وَإِن يَسْلُبْهُمُ الذباب شَيْئاً } [٧۳/٢٢] والعنكبوت في قوله { كَمَثَلِ العنكبوت } [٤۱/٢٩] ما أراد الله بذكر هذه الأشياء الخسيسة فأنزل
الله .
025. (Dan sampaikanlah berita gembira) kabarkanlah (kepada orang-orang yang
beriman) yang membenarkan Allah (dan mengerjakan kebaikan), baik yang fardu
atau yang sunah (bahwa bagi mereka disediakan surga-surga), yaitu taman-taman
yang ada pepohonan dan tempat-tempat kediaman (yang mengalir di bawahnya)
maksudnya di bawah kayu-kayuan dan mahligai-mahligainya (sungai-sungai)
maksudnya air yang berada di sungai-sungai itu, karena sungai artinya ialah
galian tempat mengalirnya air, sebab airlah yang telah menggali atau
menjadikannya 'nahr' dan menisbatkan 'mengalir' pada selokan disebut 'majaz'
atau simbolisme. (Setiap mereka diberi rezeki di dalam surga itu) maksudnya
diberi makanan (berupa buah-buahan, mereka mengatakan, "Inilah yang
pernah) maksudnya seperti inilah yang pernah (diberikan kepada kami
dulu"), yakni sebelum masuk surga, karena buah-buahan itu seperti itu pula
ciri masing-masingnya, hampir serupa. (Mereka disuguhi) atau dipetikkan buah
itu (dalam keadaan serupa), yakni warnanya tetapi berbeda rasanya, (dan diberi
istri-istri) berupa wanita-wanita cantik dan selainnya, (yang suci) suci dari
haid dan dari kotoran lainnya, (dan mereka kekal di dalamnya) untuk
selama-lamanya, hingga mereka tak pernah fana dan tidak pula dikeluarkan dari
dalamnya.
إِنَّ الله لاَ يَسْتَحْىِ أَن يَضْرِبَ يجعل مَثَلاً مفعول أوّل مَا نكرة موصوفة بما بعدها مفعول ثان أيَّ : مثل كان أو
زائدة لتأكيد الخسة فما بعدها المفعول الثاني بَعُوضَةً
مفرد (البعوض) وهو صغار البق فَمَا فَوْقَهَا أي
أكبر منها أي لا يترك بيانه لما فيه من الحكم فَأَمَّا
الذين ءامَنُواْ فَيَعْلمُونَ أَنَّهُ أي المثل الحق
الثابت الواقع موقعه مِن رَّبّهِمْ وَأَمَّا الذين
كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ الله بهذا مَثَلاً تمييز : أي بهذا
المثل و (ما) استفهام إنكار مبتدأ ، وذا بمعنى : الذي بصلته خبره أي : أيَّ فائدة
فيه؟ قالالله تعالى في جوابهم يُضِلُّ بِهِ أي :
بهذا المثل كَثِيراً عن الحق لكفرهم به وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا من المؤمنين لتصديقهم به وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلاَّ الفاسقين الخارجين عن طاعته.
026. Untuk menolak perkataan orang-orang Yahudi, "Apa maksud Allah
menyebutkan barang-barang hina ini", yakni ketika Allah mengambil
perbandingan pada lalat dalam firman-Nya, "...dan sekiranya lalat
mengambil sesuatu dari mereka" dan pada laba-laba dalam firman-Nya,
"Tak ubahnya seperti laba-laba," Allah menurunkan: (Sesungguhnya
Allah tidak segan membuat) atau mengambil (perbandingan) berfungsi sebagai
maf`ul awal atau obyek pertama, sedangkan (apa juga) kata penyerta yang diberi
keterangan dengan kata-kata yang di belakangnya menjadi maf`ul tsani atau obyek
kedua hingga berarti tamsil perbandingan apa pun jua. Atau dapat juga sebagai
tambahan untuk memperkuat kehinaan, sedangkan kata-kata di belakangnya menjadi
maf`ul tsani (seekor nyamuk) yakni serangga kecil, (atau yang lebih atas dari
itu) artinya yang lebih besar dari itu, maksudnya Allah tak hendak mengabaikan
hal-hal tersebut, karena mengandung hukum yang perlu diterangkan-Nya. (Ada pun
orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa ia), maksudnya perumpamaan
itu (benar), tepat dan cocok dengan situasinya (dari Tuhan mereka, tetapi
orang-orang kafir mengatakan, "Apakah maksud Allah menjadikan ini sebagai
perumpamaan?") Matsalan atau perumpamaan itu berfungsi sebagai tamyiz
hingga berarti dengan perumpamaan ini. 'Ma' yang berarti 'apakah' merupakan
kata-kata pertanyaan disertai kecaman dan berfungsi sebagai mubtada atau
subyek. Sedangkan 'dza' berarti yang berikut shilahnya atau kata-kata
pelengkapnya menjadi khabar atau predikat, hingga maksudnya ialah 'apa
gunanya?' Sebagai jawaban terhadap mereka Allah berfirman: (Allah menyesatkan
dengannya), maksudnya dengan tamsil perbandingan ini, (banyak manusia)
berpaling dari kebenaran disebabkan kekafiran mereka terhadapnya, (dan dengan
perumpamaan itu, banyak pula orang yang diberi-Nya petunjuk), yaitu dari
golongan orang-orang beriman disebabkan mereka membenarkan dan mempercayainya
(Tetapi yang disesatkan-Nya itu hanyalah orang-orang yang fasik), yakni yang
menyimpang dan tak mau menaati-Nya.
الذين نعت يَنقُضُونَ عَهْدَ الله ما عهده إليهم في الكتب من
الإيمان بمحمد صلى الله عليه وسلم مِن بَعْدِ ميثاقه
توكيده عليهم وَيَقْطَعُونَ مَا أَمَرَ الله بِهِ أَن
يُوصَلَ من الإيمان بالنبي والرحم وغير ذلك (وأن) بدل من ضمير (به) وَيُفْسِدُونَ فِى الأرض بالمعاصي والتعويق عن الإيمان أولئك الموصوفون بما ذُكِرَ هُمُ
الخاسرون لمصيرهم إلى النار المؤبدة عليهم.
027. (Orang-orang yang) merupakan 'na`at' atau sifat (melanggar janji
Allah) melanggar kewajiban yang ditugaskan Allah kepada mereka dalam
Kitab-Kitab Suci berupa keimanan kepada Nabi Muhammad saw. (setelah teguhnya)
setelah kukuhnya perjanjian itu, (dan memutus apa yang diperintahkan Allah
dengannya untuk dihubungkan), yakni beriman dan menghubungkan silaturahmi
dengan Nabi saw. serta lain-lainnya. Anak kalimat 'untuk dihubungkan' menjadi
kata ganti dari 'dengannya', (dan membuat kerusakan di muka bumi) dengan
melakukan maksiat serta menyimpang dari keimanan (merekalah) orang-orang yang
mempunyai sifat seperti yang dilukiskan itu (orang-orang yang rugi) karena
mereka dimasukkan ke dalam neraka untuk selama-lamanya.
كَيْفَ تَكْفُرُونَ يا أهل
مكة بالله وَ قد كُنتُمْ
أمواتا نطفاً في الأصلاب فأحياكم في
الأرحام والدنيا بنفخ الروح فيكم؟ والاستفهام : للتعجب من كفرهم مع قيام البرهان
أو : للتوبيخ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ عند انتهاء آجالكم
ثُمَّ يُحْيِيكُمْ بالبعث ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ تُردَّون بعد البعث فيجازيكم بأعمالكم .
وقال دليلاً على البعث لمّا أنكروه.
028. (Mengapa kamu kafir) hai warga Mekah? (kepada Allah, padahal)
sesungguhnya (tadinya kamu mati) yakni ketika masih menjadi mani dalam sulbi
bapakmu (lalu kamu dihidupkan-Nya) dalam rahim ibumu dan di dunia dengan jalan
meniupkan roh pada tubuhmu. Pertanyaan di sini untuk menyatakan keheranan atas
kekafiran mereka padahal bukti-bukti cukup ada atau dapat juga sebagai celaan
dan kecaman terhadap mereka, (kemudian dimatikan-Nya) ketika sampainya ajalmu
(lalu dihidupkan-Nya kembali) pada saat berbangkit (kemudian kamu dikembalikan
kepada-Nya) yakni setelah berbangkit itu lalu dibalas-Nya amal perbuatanmu.
Sebagai alasan kemungkinan saat berbangkit, Allah berfirman,
هُوَ الذى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى الأرض أي : الأرض وما فيها جَمِيعاً
لتنتفعوا به وتعتبروا ثُمَّ استوى بعد خلق الأرض :
أي قصد إِلَى السماء فسواهن الضمير يرجع إلى
(السماء) لأنها في معنى الجملة الآيلة إليه أي صيرها كما في آية أخرى فقضاهن [ ١٢ : ٤١ ] سَبْعَ
سموات وَهُوَ بِكُلّ شَىْء عَلِيمٌ مجملاً ومفصلاً أفلا تعتبرون أنّ القادر
على خلق ذلك ابتداء وهو أعظم منكم قادر على إعادتكم.
029. (Dialah yang telah menciptakan bagimu segala yang terdapat di muka
bumi) yaitu menciptakan bumi beserta isinya, (kesemuanya) agar kamu memperoleh
manfaat dan mengambil perbandingan darinya, (kemudian Dia hendak menyengaja
hendak menciptakan) artinya setelah menciptakan bumi tadi Dia bermaksud hendak
menciptakan pula (langit, maka dijadikan-Nya langit itu) 'hunna' sebagai kata
ganti benda yang dimaksud adalah langit itu. Maksudnya ialah dijadikan-Nya,
sebagaimana didapati pada ayat yang lain, 'faqadhaahunna,' yang berarti maka
ditetapkan-Nya mereka, (tujuh langit dan Dia Maha Mengetahui atas segala
sesuatu) dikemukakan secara 'mujmal' ringkas atau secara mufasshal terinci,
maksudnya, "Tidakkah Allah yang mampu menciptakan semua itu dari mula
pertama, padahal Dia lebih besar dan lebih hebat daripada kamu, akan mampu pula
menghidupkan kamu kembali?"
وَ اذكر يا محمد إِذْ قَالَ رَبُّكَ للملائكة إِنّى جَاعِلٌ فِى الأرض خَلِيفَةً
يخلفني في تنفيذ أحكامي فيها وهو آدم قَالُواْ
أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا بالمعاصي وَيَسْفِكُ
الدماء يريقها بالقتل كما فعل بنو الجان وكانوا فيها فلما أفسدوا أرسل الله
عليهم الملائكة فطردوهم إلى الجزائر والجبال وَنَحْنُ
نُسَبّحُ متلبسين بِحَمْدِكَ أي : نقول
سبحان الله وبحمده ونقدس لك ننزهك عما لايليق بك
فاللام زائدة والجملة : حال أي : فنحن أحق بالاستخلاف . قَالَ
تعالى إِنّي أَعْلَمُ مَا لاَ تَعْلَمُونَ من
المصلحة في استخلاف آدم وأن ذريته فيهم المطيع والعاصي فيظهر العدل بينهم فقالوا :
لن يخلق ربنا خلقاً أكرم عليه منا ولا أعلم لسبقنا له ورؤيتنا ما لم يره فخلق الله
تعالى آدم من أديم الأرض أي : وجهها بأن قبض منها قبضة من جميع ألوانها وعجنت
بالمياه المختلفة وسوَّاهُ ونفخ فيه الروح فصار حيواناً حساساً بعد أن كان جماداً
.
030. (Dan) ingatlah, hai Muhammad! (Ketika Tuhanmu berfirman kepada para
malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi") yang akan mewakili Aku dalam melaksanakan hukum-hukum atau
peraturan-peraturan-Ku padanya, yaitu Adam. (Kata mereka, "Kenapa hendak
Engkau jadikan di bumi itu orang yang akan berbuat kerusakan padanya) yakni
dengan berbuat maksiat (dan menumpahkan darah) artinya mengalirkan darah dengan
jalan pembunuhan sebagaimana dilakukan oleh bangsa jin yang juga mendiami bumi?
Tatkala mereka telah berbuat kerusakan, Allah mengirim malaikat kepada mereka,
maka dibuanglah mereka ke pulau-pulau dan ke gunung-gunung (padahal kami selalu
bertasbih) maksudnya selalu mengucapkan tasbih (dengan memuji-Mu) yakni dengan
membaca 'subhaanallaah wabihamdih', artinya 'Maha suci Allah dan aku
memuji-Nya'. (dan menyucikan-Mu) membersihkan-Mu dari hal-hal yang tidak layak
bagi-Mu. Huruf lam pada 'laka' itu hanya sebagai tambahan saja, sedangkan
kalimat semenjak 'padahal' berfungsi sebagai 'hal' atau menunjukkan keadaan dan
maksudnya adalah, 'padahal kami lebih layak untuk diangkat sebagai khalifah
itu!'" (Allah berfirman,) ("Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang
tidak kamu ketahui") tentang maslahat atau kepentingan mengenai
pengangkatan Adam dan bahwa di antara anak cucunya ada yang taat dan ada pula
yang durhaka hingga terbukti dan tampaklah keadilan di antara mereka. Jawab
mereka, "Tuhan tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia dan lebih
tahu dari kami, karena kami lebih dulu dan melihat apa yang tidak
dilihatnya." Maka Allah Taala pun menciptakan Adam dari tanah atau lapisan
bumi dengan mengambil dari setiap corak atau warnanya barang segenggam, lalu
diaduk-Nya dengan bermacam-macam jenis air lalu dibentuk dan ditiupkan-Nya roh
hingga menjadi makhluk yang dapat merasa, setelah sebelumnya hanya barang beku
dan tidak bernyawa.
وَعَلَّمَ ءادَمَ الاسماء أي
: أسماء المسميات كُلَّهَا القصعه والقُصَيْعَة
والفسوة والفُسيَّة والمِغْرَفَة بأن ألقى في قلبه علمها ثُمَّ
عَرَضَهُمْ أي المسميات وفيه تغليب العقلاء عَلَى
الملائكة فَقَالَ لهم تبكيتاً أَنبِئُونِى
أخبروني بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ المسميات إِن كُنتُمْ صادقين في أني لا أخلق أعلم منكم أو : أنكم
أحق بالخلافة وجواب الشرط دل عليه ما قبله.
031. (Dan diajarkan-Nya kepada Adam nama-nama) maksudnya nama-nama benda
(kesemuanya) dengan jalan memasukkan ke dalam kalbunya pengetahuan tentang
benda-benda itu (kemudian dikemukakan-Nya mereka) maksudnya benda-benda tadi
yang ternyata bukan saja benda-benda mati, tetapi juga makhluk-makhluk berakal,
(kepada para malaikat, lalu Allah berfirman) untuk memojokkan mereka,
("Beritahukanlah kepada-Ku) sebutkanlah (nama-nama mereka) yakni nama-nama
benda itu (jika kamu memang benar.") bahwa tidak ada yang lebih tahu
daripada kamu di antara makhluk-makhluk yang Kuciptakan atau bahwa kamulah yang
lebih berhak untuk menjadi khalifah. Sebagai 'jawab syarat' ditunjukkan oleh
kalimat sebelumnya.
قَالُواْ سبحانك تنزيهاً لك
عن الاعتراض عليك لاَ عِلْمَ لَنَا إِلاَّ مَا
عَلَّمْتَنَا إياه إِنَّكَ أَنتَ تأكيد
للكاف العليم الحكيم الذي لا يخرج شيء عن علمه
وحكمته.
032. (Jawab mereka, "Maha suci Engkau!) artinya tidak sepatutnya kami
akan menyanggah kehendak dan rencana-Mu (Tak ada yang kami ketahui, kecuali
sekadar yang telah Engkau ajarkan kepada kami) mengenai benda-benda tersebut.
(Sesungguhnya Engkaulah) sebagai 'taukid' atau penguat bagi Engkau yang
pertama, (Yang Maha Tahu lagi Maha Bijaksana.") hingga tidak seorang pun
yang lepas dari pengetahuan serta hikmah kebijaksanaan-Mu.
قَالَ تعالى : قَالَ يَاءادَمُ أَنبِئْهُم أي : الملائكة بِأَسْمَائِهِمْ المسميات فسمى كل شيء باسمه وذكر حكمته
التي خُلِقَ لها، فَلَمَّا أَنبَأَهُم بِأَسْمَائِهِم
قَالَ تعالى لهم موبخاً أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ
إِنِي أَعْلَمُ غَيْبَ السموات والارض ما غاب فيهما وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ ما تظهرون من قولكم : (أتجعل
فيها) الخ وَمَا كُنتُمْ تَكْتُمُونَ تسرون من
قولكم : (لن يخلق الله أكرم عليه منا ولا أعلم) ؟
033. (Allah berfirman, "Hai Adam! Beritahukanlah kepada mereka)
maksudnya kepada para malaikat itu (nama mereka") yakni benda-benda itu.
Maka disebutnya satu persatu menurut nama masing-masing berikut hikmah
diciptakannya oleh Allah. (Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama
benda-benda itu, Allah berfirman) kepada mereka guna mencela mereka,
("Bukankah sudah Kukatakan kepada kalian bahwa Aku mengetahui rahasia
langit dan bumi) maksudnya mengetahui barang yang tersembunyi pada keduanya,
(dan mengetahui apa yang kamu lahirkan) yaitu ucapan yang kamu keluarkan,
yaitu, 'Kenapa hendak Engkau jadikan...dan seterusnya' (dan apa yang kamu
sembunyikan.") yaitu ucapan yang kamu sembunyikan, seperti "Allah
tidak pernah menciptakan makhluk yang lebih mulia dan lebih pandai dari kami."
وَ اذكر إِذْ قُلْنَا للملائكة اسجدوالأدم سجود تحية بالانحناء فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ هو أبو الجنّ كان بين
الملائكة أبى امتنع عن السجود واستكبر تكبر عنه وقال أنا خير منه وَكَانَ مِنَ الكافرين في علم الله.
034. (Dan) ingatlah! (Ketika Kami berfirman kepada para malaikat,
"Sujudlah kalian kepada Adam!") Maksudnya sujud sebagai penghormatan
dengan cara membungkukkan badan, (maka mereka pun sujud, kecuali Iblis) yakni
nenek moyang bangsa jin yang ada di antara para malaikat, (ia enggan) tak
hendak sujud (dan menyombongkan diri) dengan mengatakan bahwa ia lebih mulia
daripada Adam (dan Iblis termasuk golongan yang kafir) dalam ilmu Allah Taala.
وَقُلْنَا يَاءادَمُ اسكن أَنتَ تأكيد للضمير المستتر ليُعْطَفَ عليه : وَزَوْجُكَ
حوّاء بالمدّ وكان خلقها من ضلعه الأيسر الجنة وَكُلاَ
مِنْهَا أكلا رَغَدًا واسعاً لا حَجْرَ فيه
حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هذه الشجرة أي
بالأكل منها وهي الحنطة أو الكرم أو غيرهما فَتَكُونَا فتصيرا مِنَ الظالمين العاصين.
035. (Dan Kami berfirman, "Hai Adam! Berdiamlah kamu) yakni kamu
sendiri 'kamu' yang kedua berfungsi sebagai penguat bagi yang pertama dan
dihubungkan dengannya yang ditampilkan sebagai dhamir atau kata ganti yang
tersembunyi (bersama istrimu) yakni Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam
yang sebelah kiri (dalam surga ini dan makanlah di antara makanan-makanannya)
(yang banyak) dan tidak dilarang (di mana saja kamu sukai, tetapi janganlah
kamu dekati pohon ini) pohon anggur atau batang gandum ini atau lain-lainnya,
maksudnya jangan memakan buahnya (hingga kamu menjadi orang-orang yang
lalim.") atau durhaka.
فَأَزَلَّهُمَا الشيطان
إبليس أذهبهما وفي قراءة (فأزالهما) نحّاهما عَنْهَا
أي الجنة بأنْ قال لهما : هل أدلّكما عَلَى شَجَرَةِ
الخُلْد [٢٠ : ١٢٠] وقاسَمَهُمَا إنِّي لَكُمَا لَمِنَ
الناصحين [٢١ : ٧] فأكلا منها فَأَخْرَجَهُمَا
مِمَّا كَانَا فِيهِ من النعيم وَقُلْنَا اهبطوا
إلى الأرض أي أنتما بما اشتملتما عليه من ذرّيتكما بَعْضُكُمْ
بعض الذرية لِبَعْضٍ عَدُوٌّ من ظلم بعضكم بعضاً وَلَكُمْ فِى الارض مُسْتَقَرٌّ موضع قرار ومتاع ما تتمتعون به من نباتها { إلى حِينٍ } وقت انقضاء آجالكم .
036. (Lalu keduanya digelincirkan oleh setan) oleh Iblis dan menurut suatu
qiraat 'fa-azaalahumaa', artinya maka Iblis pun menyingkirkan keduanya
(daripadanya), maksudnya dari dalam surga dengan memperdayakan serta mengatakan
kepada mereka, "Maukah kalian saya tunjukkan suatu macam pohon kekal yang
akan mengekalkan kehidupan kalian? Itulah dia syajaratul khuldi atau pohon
keabadian?" Ia tidak lupa bersumpah atas nama Allah bahwa mereka hanyalah
hendak menyampaikan nasihat dan anjuran baik belaka. Maka Adam dan Hawa pun
memakan buah itu, (dan Allah mengeluarkan mereka dari keadaan yang mereka alami
semula), yakni dari nikmat surga (dan firman Kami, "Turunlah
kalian!") maksudnya ke bumi, yakni kalian berdua bersama anak cucu kalian
itu (menjadi musuh bagi yang lain) disebabkan penganiayaan sebagian kalian
terhadap lainnya, (dan bagi kalian tersedia tempat kediaman di bumi), artinya
tempat menetap (dan kesenangan) berupa hasil tumbuh-tumbuhan yang kalian senangi
dan dapat kalian nikmati (sampai waktu tertentu) maksudnya hingga saat
datangnya ajal kalian nanti.
فَتَلَقَّى ءادَمُ مِن رَّبِّهِ كلمات ألهمه إيَّاها وفي قراءة بنصب (آدم) ورفع (كلمات) أي جاءه وهي رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا [٢٣ : ٧] الآية فدعا بها فَتَابَ عَلَيْهِ قَبِلَ توبته إِنَّهُ
هُوَ التواب على عباده الرحيم بهم .
037. (Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya), yakni dengan
diilhamkan-Nya kepadanya, menurut suatu qiraat 'Adama' dibaca nashab, sedangkan
'kalimatun' dibaca rafa`, sehingga arti kalimat menjadi, "maka datanglah
kepada Adam kalimat dari Tuhannya", yakni yang berbunyi "rabbanaa
zhalamnaa anfusanaa", artinya "Ya Tuhan kami, kami telah berbuat
aniaya kepada diri kami... dan seterusnya". Maka Adam pun menyampaikan
doanya dengan ayat tersebut. (maka Allah menerima tobatnya), artinya mengampuni
dosanya (Sesungguhnya Dia Maha Penerima tobat) terhadap hamba-hamba-Nya (lagi
Maha Penyayang) terhadap mereka.
قُلْنَا اهبطوا مِنْهَا من
الجنة جَمِيعاً كرره ليعطف عليه فَإِمَّا فيه إدغام نون (إن) الشرطية في ( ما ) الزائدة يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى كتاب ورسول فَمَن تَبِعَ هُدَايَ فآمن بي وعمل بطاعتي فَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ في
الآخرة بأن يدخلوا الجنة .
038. (Kami berfirman, "Turunlah kalian daripadanya") maksudnya
dari surga (semuanya) diulanginya dan dihubungkan-Nya dengan kalimat yang
mula-mula tadi (kemudian jika) asalnya dari 'in maa' yang diidgamkan menjadi
'immaa' yang berarti jika; 'in' huruf syarat dan 'maa' sebagai tambahan.
(datang petunjuk-Ku kepada kalian) berupa Kitab dan rasul, (maka barang siapa
yang mengikuti petunjuk-Ku) lalu ia beriman kepada-Ku dan beramal serta taat
kepada-Ku (niscaya tak ada kekhawatiran atas mereka dan tidak pula mereka
berduka cita), yakni di akhirat kelak, karena mereka akan masuk surga.
والذين كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بآياتنا كتبنا. أُولَئِكَ أصحاب النار هُمْ
فِيهَا خالدون ماكثون أبدا لا يفنون ولا يخرجون.
039. (Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami)
mendustakan kitab-kitab suci Kami (mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di
dalamnya) mereka tetap tinggal di sana untuk selama-lamanya, tidak akan mati
dan tidak pula akan keluar.
يابنى إسراءيل أولاد يعقوب اذكروا نِعْمَتِيَ التى أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ أي على
آبائكم من الإنجاء من فرعون وفلق البحر وتظليل الغمام وغير ذلك بأن تشكروها بطاعتي
وَأَوْفُواْ بِعَهْدِى الذي عهدته إليكم من
الإيمان بمحمد أُوفِ بِعَهْدِكُمْ الذي عهدته
إليكم من الثواب عليه بدخول الجنة وإياى فارهبون
خافونِ في ترك الوفاء به دون غيري .
040. (Hai Bani Israel!) maksudnya ialah anak cucu Yakub (Ingatlah akan
nikmat karunia-Ku yang telah Kuberikan kepada kalian) maksudnya kepada nenek
moyang kalian, berupa menyelamatkan kalian dari kejaran Firaun, membelah
lautan, menaungkan awan dan lain-lain, yaitu mensyukurinya dengan jalan taat
kepada-Ku, (dan penuhilah janji kalian kepada-Ku) yang telah kalian janjikan
dulu, berupa keimanan kepada Muhammad (niscaya Kupenuhi pula janji-Ku kepada
kalian) berupa pemberian pahala dan masuk surga (dan hanya kepada-Kulah kalian
harus takut) hingga kalian tidak berani menyalahi janji itu, dan kalian tidak
perlu takut kepada pihak lain.
Tafsir Qur'an Al Jalalain Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 1 - 20 ]
Tafsir Qur'an Surat 002. Al Baqarah [ 1 - 20 ]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الم الله أعلم بمراده بذلك
001. (Alif laam miim) Allah
yang lebih mengetahui akan maksudnya.
ذلك أي هذا الكتاب الذي يقرؤه محمد لاَ
رَيْبَ لا شك فِيهِ أنه من عند الله وجملة
النفي خبر مبتدؤه ذلك والإشارة به للتعظيم هُدًى
خبر ثانٍ أي هاد لّلْمُتَّقِينَ الصائرين إلى
التقوى بامتثال الأوامر واجتناب النواهي لاتقائهم بذلك النار
002. (Kitab ini) yakni yang dibaca oleh Muhammad saw. (tidak ada keraguan)
atau kebimbangan (padanya) bahwa ia benar-benar dari Allah swt. Kalimat negatif
menjadi predikat dari subyek 'Kitab ini', sedangkan kata-kata isyarat 'ini'
dipakai sebagai penghormatan. (menjadi petunjuk) sebagai predikat kedua,
artinya menjadi penuntun (bagi orang-orang yang bertakwa) maksudnya orang-orang
yang mengusahakan diri mereka supaya menjadi takwa dengan jalan mengikuti
perintah dan menjauhi larangan demi menjaga diri dari api neraka.
الذين يُؤْمِنُونَ يصدِّقون
بالغيب بما غاب عنهم من البعث والجنة والنار وَيُقِيمُونَ الصلاة أي يأتون بها بحقوقها وَمِمَّا رزقناهم أعطيناهم يُنفِقُونَ
في طاعة الله
003. (Orang-orang yang beriman) yang membenarkan (kepada yang gaib) yaitu
yang tidak kelihatan oleh mereka, seperti kebangkitan, surga dan neraka (dan
mendirikan salat) artinya melakukannya sebagaimana mestinya (dan sebagian dari
yang Kami berikan kepada mereka) yang Kami anugerahkan kepada mereka sebagai
rezeki (mereka nafkahkan) mereka belanjakan untuk jalan menaati Allah.
والذين يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ أي القرآن وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ أي
التوراة والإنجيل وغيرهما وبالأخرة هُمْ يُوقِنُونَ يعلمون
004. (Dan orang-orang yang beriman pada apa yang diturunkan kepadamu)
maksudnya Alquran, (dan apa yang diturunkan sebelummu) yaitu Taurat, Injil dan
selainnya (serta mereka yakin akan hari akhirat), artinya mengetahui secara
pasti.
أولئك الموصوفون بما ذكر على هُدًى مّن رَّبّهِمْ وأولئك هُمُ المفلحون الفائزون
بالجنة الناجون من النار
005. (Merekalah), yakni orang-orang yang memenuhi sifat-sifat yang
disebutkan di atas (yang beroleh petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah
orang-orang yang beruntung) yang akan berhasil meraih surga dan terlepas dari
siksa neraka.
إِنَّ الذين كَفَرُواْ كأبي
جهل وأبي لهب ونحوهما سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ ءأَنذَرْتَهُمْ بتحقيق
الهمزتين وإبدال الثانية ألفاً وتسهيلها وإدخال ألف بين المسهَّلة والأخرى وتركه أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لاَ يُؤْمِنُونَ لعلم الله منهم
ذلك فلا تطمع في إيمانهم والإنذار إعلام مع تخويف
006. (Sesungguhnya orang-orang kafir) seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan
lainnya (sama saja bagi mereka, apakah kamu beri peringatan) dibaca,
a-andzartahum, yakni dengan dua buah hamzah secara tegas. Dapat pula hamzah
yang kedua dilebur menjadi alif hingga hanya tinggal satu hamzah saja yang
dibaca panjang (atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan
beriman.) Hal itu telah diketahui oleh Allah, maka janganlah kamu berharap
mereka akan beriman. 'Indzar' atau peringatan, artinya pemberitahuan disertai
ancaman.
خَتَمَ الله على قُلُوبِهِمْ طبع عليها واستوثق فلا يدخلها خير وعلى
سَمْعِهِمْ أي مواضعه فلا ينتفعون بما يسمعونه من الحق وعلى أبصارهم غشاوة غطاء فلا يبصرون الحق وَلَهُمْ عَذَابٌ عظِيمٌ قوي دائم .
007. (Allah mengunci mati hati mereka) maksudnya menutup rapat hati mereka
sehingga tidak dapat dimasuki oleh kebaikan (begitu pun pendengaran mereka)
maksudnya alat-alat atau sumber-sumber pendengaran mereka dikunci sehingga
mereka tidak memperoleh manfaat dari kebenaran yang mereka terima (sedangkan
penglihatan mereka ditutup) dengan penutup yang menutupinya sehingga mereka
tidak dapat melihat kebenaran (dan bagi mereka siksa yang besar) yang berat
lagi tetap. Terhadap orang-orang munafik diturunkan:
ونزل في المنافقين وَمِنَ الناس مَن يَقُولُ
ءامَنَّا بالله وباليوم الأخر أي يوم القيامة لأنه آخر الأيام وَمَا هُم بِمُؤْمِنِينَ روعي فيه معنى ( مَن ) ، وفي
ضمير ( يقول ) لفظها
008. (Di antara manusia ada orang yang mengatakan, "Kami beriman
kepada Allah dan hari akhir.") yaitu hari kiamat, karena hari itu adalah
hari terakhir. (Padahal mereka bukan orang-orang yang beriman). Di sini
ditekankan arti kata 'orang', jika kata ganti yang disebutkan lafalnya, yakni
'mereka'.
يخادعون الله والذين ءامَنُوا بإظهار خلاف ما أبطنوه من الكفر ليدفعوا عنهم أحكامه الدنيوية وَمَا يَخْدَعُونَ إلاَّ أَنفُسَهُمْ لأن وبال خداعهم
راجع إليهم فيفتضحون في الدنيا بإطلاع الله نبيه على ما أبطنوه ويعاقبون في الآخرة
وَمَا يَشْعُرُونَ يعلمون أن خداعهم لأنفسهم ،
والمخادعة هنا من واحد ( كعاقبت اللص ) ، وذكر الله فيها تحسين ، وفي قراءة وما
يخدعون .
009. (Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman) yakni dengan
berpura-pura beriman dan menyembunyikan kekafiran guna melindungi diri mereka
dari hukum-hukum duniawi (padahal mereka hanya menipu diri mereka sendiri)
karena bencana tipu daya itu akan kembali menimpa diri mereka sendiri. Di
dunia, rahasia mereka akan diketahui juga dengan dibuka Allah kepada Nabi-Nya,
sedangkan di akhirat mereka akan menerima hukuman setimpal (tetapi mereka tidak
menyadari) dan tidak menginsafi bahwa tipu daya mereka itu menimpa diri mereka
sendiri. Mukhada`ah atau tipu-menipu di sini muncul dari satu pihak, jadi bukan
berarti berserikat di antara dua belah pihak. Contoh yang lainnya mu`aqabatul
lish yang berarti menghukum pencuri. Menyebutkan Allah di sana hanya merupakan
salah satu dari gaya bahasa saja. Menurut suatu qiraat tidak tercantum 'wamaa
yasy`uruuna' tetapi 'wamaa yakhda`uuna', artinya 'tetapi mereka tidak berhasil
menipu'.
فِى قُلُوبِهِمْ مَّرَضٌ شك
ونفاق فهو يُمْرِضُ قلوبهم أي يضعفها فَزَادَهُمُ الله
مَرَضًا بما أنزله من القرآن لكفرهم به وَلَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ مؤلم بِمَا كَانُواْ يَكْذِّبُونَ
بالتشديد أي نبي الله وبالتخفيف أي في قولهم آمنا .
010. (Dalam hati mereka ada penyakit) berupa keragu-raguan dan kemunafikan
yang menyebabkan sakit atau lemahnya hati mereka. (Lalu ditambah Allah penyakit
mereka) dengan menurunkan Alquran yang mereka ingkari itu. (Dan bagi mereka
siksa yang pedih) yang menyakitkan (disebabkan kedustaan mereka.)
Yukadzdzibuuna dibaca pakai tasydid, artinya amat mendustakan, yakni terhadap
Nabi Allah dan tanpa tasydid 'yakdzibuuna' yang berarti berdusta, yakni dengan
mengakui beriman padahal tidak.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أي
لهؤلاء لاَ تُفْسِدُواْ فِى الأرض بالكفر والتعويق
عن الإيمان قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ وليس
ما نحن فيه بفساد . قال الله تعالى ردّاً عليهم :
011. (Dan jika dikatakan kepada mereka,) maksudnya kepada orang-orang
munafik tadi ("Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi!") yakni
dengan kekafiran dan menyimpang dari keimanan. (Jawab mereka,
"Sesungguhnya kami ini berbuat kebaikan.") dan tidak dijumpai pada
perbuatan kami hal-hal yang menjurus pada kebinasaan. Maka Allah swt. berfirman
sebagai sanggahan atas ucapan mereka itu:
ءَلآ للتنبيه إِنَّهُمْ هُمُ المفسدون ولكن لاَّ يَشْعُرُونَ بذلك
012. (Ingatlah!) Seruan untuk membangkitkan perhatian. (Sesungguhnya mereka
itulah yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar) akan kenyataan itu.
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ ءامِنُواْ كَمَا ءامَنَ الناس أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم قَالُواْ
أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السفهاء الجهال؟ أي : لا نفعل كفعلهم . قال تعالى
ردّاً عليهم : أَلاَ إِنَّهُمْ هُمُ السفهاء ولكن لاَّ
يَعْلَمُونَ ذلك .
013. (Apabila dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kamu sebagaimana
orang-orang lain beriman!") yakni sebagaimana berimannya para sahabat
Nabi. (Jawab mereka, "Apakah kami akan beriman sebagaimana berimannya
orang-orang yang bodoh?") Artinya kami tidak akan melakukan seperti yang
dilakukan oleh orang-orang yang bodoh itu. Maka firman Allah menolak ucapan
mereka itu: (Ketahuilah, merekalah orang-orang bodoh tetapi mereka tidak tahu)
akan hal itu.
وَإِذَا لَقُواْ أصله لقيوا
حذفت الضمة للاستثقال ثم (الياء) لالتقائها ساكنة مع الواو الذين ءامَنُواْ قَالُوا ءامَنَّا وَإِذَا خَلَوْاْ منهم
ورجعوا إلى شياطينهم رؤسائهم قَالُواْ إِنَّا مَعَكُمْ في الدين إِنَّمَا نَحْنُ مُسْتَهْزِءُونَ بهم بإظهار الإيمان .
014. (Dan jika mereka berjumpa) asalnya 'laqiyuu' lalu damah pada ya
dibuang karena beratnya pada lidah berikut ya itu sendiri karena bertemunya
dalam keadaan sukun dengan wau sehingga menjadi 'laquu' (dengan orang yang
beriman, mereka berkata, "Kami telah beriman." Dan bila mereka telah
berpisah) dengan orang-orang yang beriman dan kembali (kepada setan-setan
mereka) maksudnya pemimpin-pemimpin mereka. (Kata mereka, "Sesungguhnya
kami ini bersama kamu) maksudnya sependirian dengan kamu dalam keagamaan, (kami
ini hanya berolok-olok.") dengan berpura-pura beriman.
الله يَسْتَهْزِىءُ بِهِمْ يجازيهم
باستهزائهم وَيَمُدُّهُمْ يُمهلهم فِي طغيانهم بتجاوزهم الحد بالكفر يَعْمَهُونَ يترددون تحيُّراً حال .
015. (Allahlah yang memperolok-olokkan mereka) artinya membalas olok-olokkan
itu dengan memperolok-olokkan mereka pula (dan membiarkan mereka) terpedaya
(dalam kesesatan mereka) yakni melanggar batas disebabkan kekafiran
(terumbang-ambing) dalam keadaan bingung tanpa tujuan atau pegangan.
أولئك الذين اشتروا الضلالة بالهدى أي استبدلوها به فَمَا رَبِحَت تجارتهم
أي : ما ربحوا فيها بل خَسروا لمصيرهم إلى النار المؤبدة عليهم وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ فيما فعلوا .
016. (Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan petunjuk)
artinya mengambil kesesatan sebagai pengganti petunjuk (maka tidaklah beruntung
perniagaan mereka) bahkan sebaliknya mereka merugi, karena membawa mereka ke
dalam neraka yang menjadi tempat kediaman mereka untuk selama-lamanya. (Dan
tidaklah mereka mendapat petunjuk) disebabkan perbuatan mereka itu.
مّثْلُهُمْ صفتهم في نفاقهم
كَمَثَلِ الذى استوقد أوقد نَارًا في ظلمة فَلَمَّا
أَضَاءتْ أنارت مَا حَوْلَهُ فأبصر واستدفأ
وأمِنَ ما يخافه ذَهَبَ الله بِنُورِهِمْ أطفأه
وجُمِعَ الضمير مراعاة لمعنى (الذي) وَتَرَكَهُمْ فِي
ظلمات لاَّ يُبْصِرُونَ ما حولهم متحيرين عن الطريق خائفين فكذلك هؤلاء
آمِنُوا بإظهار كلمة الإيمان فإذا ماتوا جاءهم الخوف والعذاب .
017. (Perumpamaan mereka) sifat mereka dalam kemunafikannya itu, (seperti
orang yang menyalakan) atau menghidupkan (api) dalam kegelapan (dan setelah api
itu menerangi) atau menyinari (apa yang di sekelilingnya) hingga ia dapat
melihat, berdiang dan merasa aman dari apa yang ditakutinya (Allah pun
menghilangkan cahaya yang menyinari mereka) yaitu dengan memadamkannya. Kata
ganti orang dijadikan jamak 'him' merujuk kepada makna 'alladzii' (dan
meninggalkan mereka dalam kegelapan tidak dapat melihat) apa yang terdapat di
sekeliling mereka, sehingga tidak tahu jalan dan mereka dalam keadaan
kecemasan. Demikianlah halnya orang-orang munafik yang mengucapkan kata-kata beriman,
bila mereka mati mereka akan ditimpa ketakutan dan azab.
هم صُمٌّ عن الحق فلا يسمعونه سماع
قبول بُكْمٌ خرس عن الخير فلا يقولونه عُمْىٌ عن طريق الهدى فلا يرونه فَهُمْ لاَ يَرْجِعُونَ عن الضلالة .
018. (Mereka tuli) terhadap kebenaran, maksudnya tidak mau menerima
kebenaran yang didengarnya (bisu) terhadap kebaikan hingga tidak mampu
mengucapkannya (buta) terhadap jalan kebenaran dan petunjuk Allah sehingga
tidak dapat melihatnya, (maka mereka tidaklah akan kembali) dari kesesatan.
أَوْ مثلهم كَصَيّبٍ أي كأصحاب مطر وأصله (صَيْوب) من (صاب يَصُوب)
أي ينزل مِّنَ السماء السحاب فِيهِ أي السحاب ظلمات
متكاثفة وَرَعْدٌ هو الملك الموكل به وقيل صوته وَبَرْقٌ لمعان سَوْطِه الذي يزجره به يَجْعَلُونَ أي أصحاب الصِّيب أصابعهم
أي أناملهم فىءَاذَانِهِم مِّنَ أجل الصواعق شدّة صوت الرعد لئلا يسمعوها حَذَرَ خوف الموت من
سماعها. كذلك هؤلاء : إذا نزل القرآن وفيه ذكر الكفر المشبه بالظلمات، والوعيدُ
عليه المشبه بالرعد والحجج البينة المشبهة بالبرق يسدّون آذانهم لئلا يسمعوه
فيميلوا إلى الإيمان وترك دينهم وهو عندهم موت والله
مُحِيطٌ بالكافرين علماً وقدرةً فلا يفوتونه .
019. (Atau) perumpamaan mereka itu, (seperti hujan lebat) maksudnya seperti
orang-orang yang ditimpa hujan lebat; asal kata shayyibin dari shaaba-yashuubu,
artinya turun (dari langit) maksudnya dari awan (padanya) yakni pada awan itu
(kegelapan) yang tebal, (dan guruh) maksudnya malaikat yang mengurusnya. Ada
pula yang mengatakan suara dari malaikat itu, (dan kilat) yakni kilatan suara
yang dikeluarkannya untuk menghardik, (mereka menaruh) maksudnya orang-orang
yang ditimpa hujan lebat tadi (jari-jemari mereka) maksudnya dengan ujung jari,
(pada telinga mereka, dari) maksudnya disebabkan (bunyi petir) yang amat keras
itu supaya tidak kedengaran karena (takut mati) bila mendengarnya. Demikianlah
orang-orang tadi, jika diturunkan kepada mereka Alquran disebutkan kekafiran
yang diserupakan dengan gelap gulita, ancaman yang dibandingkan dengan guruh
serta keterangan-keterangan nyata yang disamakan dengan kilat, mereka menyumbat
anak-anak telinga mereka agar tidak mendengarnya, karena takut akan terpengaruh
lalu cenderung kepada keimanan yang akan menyebabkan mereka meninggalkan agama
mereka, yang bagi mereka sama artinya dengan kematian. (Dan Allah meliputi
orang-orang kafir) baik dengan ilmu maupun dengan kekuasaan-Nya hingga tidak
sesuatu pun yang luput dari-Nya.
يَكَادُ يقرب البرق يَخْطَفُ أبصارهم يأخذها بسرعة كُلَّمَا أَضَاء لَهُم مَّشَوْاْ فِيهِ أي في ضوئه وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُواْ وقفوا، تمثيل
لإزعاج ما في القرآن من الحجج قلوبَهم وتصديقهم لما سمعوا فيه مما يحبون ووقوفهم
عما يكرهون . وَلَوْ شَاءَ الله لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ بمعنى
أسماعهم وأبصارهم الظاهرة كما ذهب بالباطنة إِنَّ الله على كُلِّ شَىْءٍ شاءه قَدِيرٌ ومنه إذهاب ما ذُكِرَ .
020. (Hampir saja) maksudnya mendekati (kilat menyambar penglihatan mereka)
merebutnya dengan cepat. (Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka
berjalan padanya) maksudnya pada cahaya atau di bawah sinarnya, (dan bila gelap
menimpa mereka, mereka pun berhenti) sebagai tamsil dari bukti-bukti keterangan
ayat-ayat Alquran yang mengejutkan hati mereka. Mereka membenarkannya setelah
mendengar padanya hal-hal yang mereka senangi sehingga mereka berhenti dari
apa-apa yang dibencinya. (Sekiranya Allah menghendaki, niscaya dilenyapkan-Nya
pendengaran dan penglihatan mereka) baik yang lahir maupun yang batin
(Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu) yang dikehendaki-Nya,
termasuk apa-apa yang telah disebutkan tadi.
Tafsir Al Jalalain Qur'an Surat 001. Al -Fatiha [ 1 - 7 ]
Tafsir Qur'an Surat 001. Al Fatihah [ 1 - 7 ]
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
001. (Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang)
الحمد لله جملة خبرية قصد بها الثناء على الله بمضمونها على أنه تعالى : مالك لجميع الحمد من الخلق آو مستحق لأن يحمدوه والله علم على المعبود بحق رب العالمين أي مالك جميع الخلق من الإنس والجن والملائكة والدواب وغيرهم وكل منها يطلق عليه عالم يقال عالم الإنس وعالم الجن إلى غير ذلك وغلب في جمعه بالياء والنون أولي العلم على غيرهم وهو من العلامة لأنه علامة على موجده
002. (Segala puji bagi Allah) Lafal ayat ini merupakan kalimat berita, dimaksud sebagai ungkapan pujian kepada Allah berikut pengertian yang terkandung di dalamnya, yaitu bahwa Allah Taala adalah yang memiliki semua pujian yang diungkapkan oleh semua hamba-Nya. Atau makna yang dimaksud ialah bahwa Allah Taala itu adalah Zat yang harus mereka puji. Lafal Allah merupakan nama bagi Zat yang berhak untuk disembah. (Tuhan semesta alam) artinya Allah adalah yang memiliki pujian semua makhluk-Nya, yaitu terdiri dari manusia, jin, malaikat, hewan-hewan melata dan lain-lainnya. Masing-masing mereka disebut alam. Oleh karenanya ada alam manusia, alam jin dan lain sebagainya. Lafal 'al-`aalamiin' merupakan bentuk jamak dari lafal '`aalam', yaitu dengan memakai huruf ya dan huruf nun untuk menekankan makhluk berakal/berilmu atas yang lainnya. Kata 'aalam berasal dari kata `alaamah (tanda) mengingat ia adalah tanda bagi adanya yang menciptakannya.
الرحمن الرحيم أي ذي الرحمة وهي إرادة الخير لأهله
003. (Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang) yaitu yang mempunyai rahmat. Rahmat ialah menghendaki kebaikan bagi orang yang menerimanya.
مالك يوم الدين أي الجزاء وهو يوم القيامة وخص بالذكر لأنه لا ملك ظاهرا فيه لأحد إلا لله تعالى بدليل { لمن الملك اليوم ؟ لله } ومن قرأ مالك فمعناه مالك الأمر كله في يوم القيامة أو هو موصوف بذلك دائما كغافر الذنب فصح وقوعه صفة لمعرفة
004. (Yang menguasai hari pembalasan) di hari kiamat kelak. Lafal 'yaumuddiin' disebutkan secara khusus, karena di hari itu tiada seorang pun yang mempunyai kekuasaan, kecuali hanya Allah Taala semata, sesuai dengan firman Allah Taala yang menyatakan, "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini (hari kiamat)? Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan." (Q.S. Al-Mukmin 16) Bagi orang yang membacanya 'maaliki' maknanya menjadi "Dia Yang memiliki semua perkara di hari kiamat". Atau Dia adalah Zat yang memiliki sifat ini secara kekal, perihalnya sama dengan sifat-sifat-Nya yang lain, yaitu seperti 'ghaafiruz dzanbi' (Yang mengampuni dosa-dosa). Dengan demikian maka lafal 'maaliki yaumiddiin' ini sah menjadi sifat bagi Allah, karena sudah ma`rifah (dikenal).
إياك نعبد وإياك نستعين أي نخصك بالعبادة من توحيد وغيره ونطلب المعونة على العبادة وغيرها
005. (Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan) Artinya kami beribadah hanya kepada-Mu, seperti mengesakan dan lain-lainnya, dan kami memohon pertolongan hanya kepada-Mu dalam menghadapi semua hamba-Mu dan lain-lainnya.
اهدنا الصراط المستقيم أي أرشدنا إليه ويبدل منه
006. (Tunjukilah kami ke jalan yang lurus) Artinya bimbinglah kami ke jalan yang lurus, kemudian dijelaskan pada ayat berikutnya, yaitu:
صِرَاطَ الذين أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ بالهداية ويبدل من الذين بصلته غَيْرِ المغضوب عَلَيْهِمْ وهم اليهود وَلاَ وغير الضالين وهم النصارى ونكتة البدل إفادة أن المهتدين ليسوا يهوداً ولا نصارى والله أعلم بالصواب، وإليه المرجع والمآب وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم تسليما كثيرا دائما أبدا، وحسبنا الله ونعم الوكيل، ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
007. (Jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka), yaitu melalui petunjuk dan hidayah-Mu. Kemudian diperjelas lagi maknanya oleh ayat berikut: (Bukan (jalan) mereka yang dimurkai) Yang dimaksud adalah orang-orang Yahudi. (Dan bukan pula) dan selain (mereka yang sesat.) Yang dimaksud adalah orang-orang Kristen. Faedah adanya penjelasan tersebut tadi mempunyai pengertian bahwa orang-orang yang mendapat hidayah itu bukanlah orang-orang Yahudi dan bukan pula orang-orang Kristen. Hanya Allahlah Yang Maha Mengetahui dan hanya kepada-Nyalah dikembalikan segala sesuatu. Semoga selawat dan salam-Nya dicurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta keluarga dan para sahabatnya, selawat dan salam yang banyak untuk selamanya. Cukuplah bagi kita Allah sebagai penolong dan Dialah sebaik-baik penolong. Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan hanya berkat pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.



Categories : 


